Monday, July 4, 2016

Polemik Bulan Suci

       Comments   

Bulan ramadhan hampir usai, bulan yang sangat spesial buat umat muslim, bulan yang penuh berkah, semua kebaikan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, bahkan setan pun dibelenggu, gua mengimani itu, tidak lain karena gua muslim.

Ya, bulan ramadhan bagi kami (umat muslim) sangat spesial, oleh sebab itu banyak hal berthema ramadhan, seperti mall-mall besar menyediakan promo/diskon spesial ramadhan, iklan tipi thema ramadhan, sampai anak yang lahir dibulan ini, pasti namanya dikasih kata ramadhan. Ada juga sebagian orang menyiapkan rencana untuk acara bukber, yang tak jarang itu hanya jadi wacana di grup chating saja, sampai ketemu lebaran buka bersama pun gak terlaksana. Ada?

Belum lagi para hijaber temporer, cewek-cewek yang tadinya gak pake hijab, khusus dibulan ini mereka pake hijab, berikut dengan brand hijab ternama, selfie upload di instagram dengan caption season syari'ah, di tag ke akun elzata, dikoment temen “cantik loh pake hijab” lalu dijawab “wah, makasih semoga bisa lanjut ya” selesai ramadhan dicopot lagi. Pertama belajar hijab langsung pake brand hijab yang hedon, itu sama kaya orang pertama belajar mobil, langsung nginjek gas BMW, tapi yowislah, bersyukur walau cuma sebulan make barang keren, gak dilanjutin make dengan alasan “Belum siap” Ya, setidaknya bisa buat ngabuburit sama gebetan, daripada ngabuburit sama gebetan dimotor, direm mendadak kepeluk, ehh.

Dibulan yang suci ini ternyata tak membuat acara berita kriminal di tipi jadi libur. Walau pun gua jarang nonton tipi, namun gua mengikuti setiap kabar yang sedang panas diinternet, banyak sekali tindakan kriminal dari yang wajar sampai yang diluar nalar, mungkin setan saja tepuk jidat jika melihat prilaku manusia yang menyakiti manusia lain dengan cara mengerikan. Padahal makhluk penggoda dibelenggu, tapi nyatanya manusia sudah lebih lihay tanpa harus digoda, kasian ya, lama-lama setan jadi nganggur. Yang terakhir gua denger kasus murid memenjarakan gurunya karena dicubit sampai merah dengan alasan gak mau ikut sholat berjamaah.

Gua gak mau bahas jauh tentang ini, gua cuma mau ngasih tau, sama seperti dulu, waktu emak gua ngasih tau ke gua “Guru adalah orang tuamu disekolah” Ya sesederhana itu. Jadi, jika ada apa-apa disekolah, misalnya berantem sama temen, nyuri uang temen, kecelakaan dikelas, atau terlibat tauran dengan sekolah lain. Yang pertama pasang badan sebelum orang tua kandung, ya guru-guru disekolah, mungkin kalau itu dilaporkan kepolisi oleh guru dengan atas dasar HAK ASASI MANUSIA atau pencemaran nama baik sekolah, gua yakin jeruji banyak diisi sama bocah. Tapi itu tidak terjadi, guru dengan kata lain orang tua kedua, tidak mau melihat anaknya sengsara, semua masalah disekolah diselasaikan dengan cara kekeluargaan.

Di zaman modern seperti ini apapun bisa terjadi, jangankan murid memenjarakan guru, nyari upil ditengah gurun pasir pun bukan lagi hal mustahil, namun segala kemudahan seolah merubah pola pikir manusia menjadi manja, HAM yang harusnya melindungi Hak, malah membangun kebebasan tak wajar, seseorang seolah merdeka dengan statmen “Terserah gua dong” Hmm… seperti yang gua pernah bilang, jika hidup tak se-terserah itu kawan, ada hal yang dimana itu kita anggap benar dan ada hal yang kita harus bisa mengakui bahwa itu salah. Perkembangan zaman membuat semuanya menjadi sakti namun dengan orang-orang yang semakin sakit.

Terimakasih sudah mau membaca opini subjektif gua, yang berawal dari keresahan dan didasari dari pengetahuan yang belum seberapa, jadi mohon maaf, tapi yang paling penting, gua TIDAK DIAM!!

© Fahri Prahira - All Right Reserved