Sunday, May 22, 2016

Ini loh Stand Up

       Comments   

Purwakarta – Jakarta, Spesial Show Stand Up Comedy Adriano Qalbi, dengan Opening Act Awwe dan Gilang bhaskara adalah alasan raga ini kenapa gua ke sana. Jika dilihat dari kacamata orang waras, mungkin seperti orang yang gak ada kerjaan, ya tapi emang gue nggak ada kerjaan sih dan mungkin
juga kurang waras.

Ini pertama kalinya gue nonton Stand Up Comedy dengan opening act-nya yang lebih terkenal dari Guest Starnya. Tapi, kalau yang mengerti Stand Up Comedy itu apa, atau seperti apa, gue yakin mereka tahu siapa Adriano Qalbi. Menurut gue adri bisa dibilang setara dengan Pandji, atau Sammy. Tak menggaris besarkan kalau Stand Up Comedy Itu ya seperti Raden Mas Cemen, atau Stand Up Comedy itu berdiri ngelawak sendirian, kalau definisi Stand Up Comedy seperti itu, berarti Stand Up Comedy nggak adil bagi orang yang nggak bisa berdiri, toh Dani SUCI ngelawak tapi duduk dikursi roda, ya berarti Stand Up Comedy untuk siapa pun atau darimana pun yang punya keresahan, dan juga berani bicara menyampaikannya opininya dengan cara bercanda. Jadi tolonglah wahai teman-temanku, kalau gue baru pulang openmic nggak harus ceng-cengin gue “Cieee yang pengen terkenal kaya si-cemen, ayo dong stand up, ayo bentar aja” Taee, bagi gue stand up comedy itu bukan melulu tentang ingin terkenal atau sejenisnya, melainkan masalah keinginan hati, juga kepuasan diri sendiri. Paham, ngana?

Penampilan Adriano yang selalu gue tunggu tapi tiketnya selalu kehabisan, namun Alhamdulillah di special show kemarin yang hanya menyediakan 80 tiket gue bisa nonton. Terlepas dari itu, gue puas banget, walau pun mendengar materi-materinya butuh beberapa detik untuk gue ketawa ‘Anjing, iya juga ya’ Dan entah kenapa pada saat itu juga, gue jadi geli dengan semua bit gue kalau Stand Up.

Selesai nonton, gue udah kaya emak-emak pulang nonton mamah dedeh, banyak banget pencerahan dan ilmu baru. Dengan konsep acara yang bisa dikatakan sederhana gue merasa terbayar dengan apa yang gue lihat dan gue dengar.



Terimakasih dan sorry kalau gue terkesan lebay udah nulis ini, padahal cuma nonton Stand Up, tapi kenapa juga lu mau baca. Apapun kata lu gue gak peduli, yang jelas gue senang, gue yakin ini lebih baik daripada gue harus curhat di social media, atau remaja seperti gue harus ngetwit politik padahal buku yang gue baca aja masih sekelas Majalah Bobo, atau komik yang gue tau aja baru Raden Mas Cemen. –Ehh.

Wednesday, May 18, 2016

Mini show #Seuribaduka

       Comments   

Gue baru beberapa bulan masuk komunitas Stand up comedy Purwakarta, yang pada akhirnya melahirkan pernyataan dibenak gue ‘Kalau ngelucu sendirian itu nggak mudah loh’ Serius, nggak percaya? Coba aja.

Dan di tanggal 8 Mei 2016 Komunitas Stand up comedy Purwakarta genap berusia 4 tahun. Dalam merayakan hari jadinya, Stand up comedy Purwakarta mengadakan Mini Show yang bertajuk #Seuribaduka (Seuseurian bareung barudak purwakarta) Acara yang diisi sama semua komik local, nggak ada guest star. Kalau ada yang nanya guest starnya siapa? “Ya jawab aja, kita” Ujar Kalis sebagai ketua acara #seuribaduka.

Dan beberapa bulan sebelum acara berlangsung Kalis Rubeda (@SekalisInfo) menawarkan siapa saja yang mau naik di acara itu? Nggak ada paksaan atau tawaran. Ada banyak yang mau naik dan beberapa yang nggak. Awalnya gue ada dalam beberapa itu. Gue nggak berani naik ya karena belum ngerasa siap buat naik dipanggung show. Open mic aja masih bisa dihitung jari, itu pun ngeboom terus.

Sebenarnya gue ingin sekali ikut serta dalam acara itu bukan sebagai panitia tapi sebagai pengisi acara yaitu komik, namun melihat kemampuan gue yang belum seberapa gue bisa apa. Gue coba sharing sama temen-temen dikomunitas seperti Elnar, Tyo dan Bule, mereka ngasih pencerahan dan seketika semangat gue pun mulai naik. Akhirnya gue mutusin buat ikut di acara itu, dengan catatan sebelum hari-H gue harus lebih sering latihan, harus sering open mic. Dan itu benar-benar gue lakukan. Gue keliling openmic ke beberapa komunitas di Bandung. Nulis lagi, open mic lagi, nulis terus, open mic lagi dan yang terakhir yakin.

Bruhhhh.. Perasaan baru kemarin gue open mic dengan terbata-bata, gerogi, deg-degan, nervous, badan gemetar, dan sekarang udah ngerasin panggung mini show. Ini adalah show pertama gue dan gila seru banget.



Terimakasih Stand up comedy Purwakarta telah memberikan tempat dan kesempatan buat gue dan teman-teman yang lain.

Wilujeung tepang tahun Stand up Purwakarta, makin solid dan makin kritis, masalah lucu
itu bonus, bukan?

Ambil semua namun bukan berarti harus kau makan semua.

       Comments   

Nyokap gue pernah mengatakan, jika ilmu adalah hal yang paling berharga sekaligus berbahaya yang ada dalam diri manusia. Dan gue percaya jika ilmu bisa datang darimana pun juga didapatkan dari siapa pun, terlepas dari positif atau negatifnya ilmu tersebut.

Ilmu itu seperti makanan, banyak macam dan jenisnya dengan berbeda-beda manfaatnya, dengan kata lain baik dan buruknya. Seperti halnya makanan, sebanyak apapun makanan dimeja, baik itu hasil dari yang telah saya cari atau hasil dari pemberian orang, namun cara saya menghabiskannya tetaplah satu persatu dan memilih apa yang harus dimakan lebih dulu atau yang jangan dimakan sama sekali.

Mungkin disinilah pentingnya peran orang terdekat atau keluarga, untuk memberitahu, membatasi, menyuruh atau bahkan melarang saya memakan atau tidaknya apa yang telah gue dapatkan itu.

Masih ingat pesan Ibu ketika gue memutuskan buat merantau ‘Ambil semua yang diberikan semesta padamu, namun bukan berarti harus kamu makan semua’.

Ilmu, pengetahuan atau pendidikan adalah modal utama untuk jadi apa atau seperti apa manusia itu dimata mata manusia lainnya. Sebab gue yakin jika kemiskinan yang hakiki adalah kebodohan itu sendiri.

Memang benar jika kesuksesan tak berasal dari hebatnya kecerdasan atau tingginnya pendidikan seseorang, dengan beberapa pembuktian saat ini jika yang tak sekolah saja bisa sukses, namun itu bukan jadi alasan kuat untuk melemahkan yang namanya pendidikan.

Dalam diri manusia bukan hanya ada perut, tapi juga ada kepala yang tentunya memerlukan asupan juga. Pendidikan itu penting, sebab kepala yang berisi pengetahuanlah yang akan membawa seluruh tubuh kita harus berjalan kemana dan melangkah seperti apa.

Yang jadi kendala dikita adalah ketika pendidikan formal, pendidikan yang jelas pendidikan yang harusnya jadi hak semua orang malah jadi milik sebagian kalangan. Mungkin disini pula pentingnya peran keluarga, sodara, atau orang-orang terdekat. Ketika orang-orang yang kita harapkan tidak bisa diandalkan, orang terdekatlah yang mungkin bisa diharapkan.

Tujuan pendidikan adalah untuk mendapat pengetahuan, sedangkan tujuan pengetahuan adalah untuk kita tahu bukan untuk kita sukses. Karena menurut gue sukses itu relatif semua orang punya ukurannya. Dan sukses menurut kacamata gue adalah, ketika gue udah merasa cukup dengan apa yang gue punya dan mengerti dengan apa yang gue ketahui, dan gue mampu membaginya pada yang lain.

© Fahri Prahira - All Right Reserved