Sunday, January 17, 2016

Muda, Ya mestinya beda

       Comments   

Kadang kesel juga sih kalo tau itu tweet/meme bikinan
temen gue sendiri tapi pas beredar di lintas medsos watermark username
dia udah di crop
.

Tolonglah, bisa kali menghargai karya orang lain sekecil apapun itu.

Dua kalimat itu gue kutip dari tweetnya @adelladellide.

Dulu Ernest prakasa, Dara prayoga dan yang lainnya, sempat membombardir akun Dagelan, karena banyak sekali meme, kata-kata atau quote yang diposting oleh Dagelan adalah karya orang lain TANPA mencantumkan sumber atau  sang penciptanya.

Oke kita lupakan para admin Dagelan yang memang sudah bukan rahasia lagi, jika mereka doyan menjiplak hanya untuk, kelangsungan dan perkembangan jumlah follower, karena selain Dagelan,  diluar sana juga ada banyak selebtweet yang melakukan itu.

Gue yakin jika pengguna social media di Indonesia didominasi sama remaja, berusia 17 sampai 25tahun. Dan setelah gue googling “Kepala Humas Kominfo Ismail Cawidu mengatakan, pengguna Internet di Indonesia saat ini mencapai sedikitnya 73 juta atau sekitar 29 persen dari total populasi. Dari jumlah pengguna internet itu sekitar 58,4 persen  rata-rata di usia 12 hingga 34 tahun,“

Beda dikit sama observasi gue :D. Oke intinya rata-rata pengguna social media dikita  adalah anak muda. Anak Muda. Anak Muda. Anak Muda. Sekali lagi ya, anak  muda. Kayanya kalau Bapak Soekarno masih idup, gue yakin dia akan  cabut ucapannya “Beri aku sepuluh pemuda maka akan kuguncang dunia” Ya,  apa yang bisa diandalkan dari pemuda-pemudi bermental copy paste, tuna  kreatifitas.

Sebenernya yang dijiplak itu hal-hal yang sederhana. Apa begitu sulitnya nyari  keresahan pada diri sendiri yang bisa dinikmati orang banyak? Yang gue tau sampai sejauh ini kata-kata dan ide itu gratis. Yu, mikir.

Dulu gue pikir, hal seperti ini biasa saja, namun setelah gue rasain sendiri ternyata nyesek juga loh. Gue sempat merasakan bagaimana rasanya ketika ‘kata-kata’ gue melayang bebas di timline, beranda atau personal  messenger. Dengan seenaknya ditulis ulang, ya minimal ada basa-basi ke  gue. ‘Ri gue copas ya’ pasti ko gue bolehin. Yailah.. lagian follower  gue cuma seribu, buat beli permen aja cuma dapet empat biji. Ya hargain  dong mblo. Untuk membuat yang beda itu kita mikir loh.

Masasih anak muda cuma mampu nulis ‘Cemungut ya’ atau ‘Januari Wish’. Atau  serentak juga secara serempak nyebarin broadcast ‘Tagar mempengaruhi  nilai rupiah’ lalu masang poto korban tanpa disensor. Ada juga yang  nitip nasib pada gagasan dan opini orang.

Gue yakin dikepala kita ada banyak gagasan dan opini liar, lebih hebat dari sekedar  berkomentar ‘Ya’ atau ‘Setuju’. Kalau nggak bisa melakukan hal besar,  banyak ko langkah kecil yang mampu dinilai besar. Meperin upil dipacar  baru mantan misalnya.

Oke sekian. Terimakasih, dan jangan telan bulat-bulat tulisan diatas, karena sampai sejauh ini makanan pokok untuk negara kita adalah beras, bukan kata-kata. Bye.

© Fahri Prahira - All Right Reserved