Friday, August 7, 2015

Media Mu Adalah Panggung Mu

       Comments   
Sebagai remaja yang hobby ngetik, melampiasakan sesuatu lewat tulisan. Sekarang menulis bukan hanya dibuku, banyak sekali media sebagai tempatnya. Oleh karena itu saya kerap disantroni komentar negatif. Yang kalau dipinta alasan atas komentarnya selalu tak berlandaskan logika, ya seperti lebay, so bijak, so puitis, dan so so menjijikan lainnya.

Apa saya kesal? Tentu.

Apa mereka salah? Tidak

Kembali kepada esensi sebuah media. Dijaman sekarang yang akrab dengan media tak hanya kalangan selebritis, pemerintahan, tokoh masyarakat atau orang-orang hebat. Kita para makhluk ignorant pun bisa akrab dengan media, sebut saja media digital dalam internet. Hanya dengan diam didepan komputer atau gadget, maka apa yang terjadi di negri sebrang bisa kita ketahui dengan cepat. Saya pikir sekarang untuk tahu semua, nggak perlu keliling dunia, cukup beli banyak kuota.

Balik lagi ke media. Pengertian media menurut pandangan saya sama halnya seperti panggung. Hukumnya sebuah panggung akan ada tempat untuk penonton. Siapa saja bisa naik panggung atau menjadi penonton, terlepas dari apa yang ditampilkan, hak penonton untuk tertawa, kagum atau jiji dengan apa yang ditampilkan itu pasti ada. Makanya hampir disemua jenis media, kolom postingan selalu hadir dengan kolom komentarnya pula.
Kalo ngomongin alay, saya jadi ingat dengan materi Stand Up Comedy bang Sammy, kalau nggak salah seperti ini.

“Ga ada yang salah dengan media, yang salah itu kontennya atau isinya, kalau lo cuma bisa update cumungut ya. Jelas lo alay. Tapi kalau lo nulis, argument lo, opini lo, kritikan lo, pemikiran lo. Itu bukan alay”

Jelas beda bukan? Kalimat itu menjadi tamparan buat yang doyan update kaya gitu, ya seperti agustuswish dan semacamnya.

Tapi seperti yang saya katakan, itulah media, itulah panggung, terserah kamu menampilkan apapun yang kamu mau, sama dengan bebasnya penonton untuk mencibir atau memuji penampilan mu. Tapi sebebas bebasnya bertingkah di atas panggung, ingat dalam panggung akan ada EO, Polisi, Panitia penyelenggara, atau bahkan aturan main. Begitupun dengan media, sekarang telah dibentuk undang-undang ITE.

Jangan sampai kamu diturunin paksa dari atas panggung selain memalukan juga bahaya, nanti kepleset. So, Bermainlah dengan media tapi jangan dimain-mainkan. Sebab media mu adalah pangung mu, apa yang ditampilkan sedikit banyak memperlihatkan jati diri mu, mendefinisikan siapa kamu? Si-tukang galau, si-prontal, si-sexy, si-murahan, si-lucu, si-puitis, atau silahkan isi sendiri.

© Fahri Prahira - All Right Reserved