Thursday, June 18, 2015

Cewek Itu Ribet

       Comments   
Yang gue tau tentang cewek, cuma bisa gue jelaskan dengan melihat apa yang dilakukan nyokap gue. Cewek itu cerewed, cengeng, manja dan ribet. Bayangkan dibumi ada mahluk dengan logika seperti cewek.

Cewek yang suka bergaya peminim, tapi giliran ada yang merhatiin, ngamuk. Cewek yang suka pake baju sexi, pake rok diatas lutut, pas duduk bareng lawan jenis atau bahkan satu spesies dengannya, berusaha nutup-nutupin pake bantal kursi atau tasnya yang branded. Ya, cewek itu ribet.

Suka, tapi nggak pernah sudi buat memulai chat. Giliran di chat duluan, narik ulur perasaan. Giliran ga di chat duluan, curigaan. Kalau bersikap bijaksana dengan ngebabasinnya melakukan apa yang dia mau tanpa membatasi dengan segala pertanyaan, si-cowok dikira nggak cemburu, kalau udah dikira nggak cemburu, mulai sikapnya aneh.

Kadang gue berpikir ternyata jadi cowok itu lebih ribet. Ya, cowok ribet mikirin bagaimana bersikap untuk cewek yang pada dasarnya emang ribet. Tak jauh dari nyokap gue, yang kalau apa-apa mesti dia yang menang, kalau diposisi kalah, dia menggunakan standar keperempuanannya dan alasan keibuannya dalam menyanggah ucapan gue. Ya tuhan, cewek itu ya.

Ah sudahlah, karena yang gue tau, seribet-ribetnya cewek mereka cuma butuh cinta yang sederhana, sesederhana do'a ibu pada anaknya. Seegois-egoisnya cewek mereka hanya butuh teman hidup bernama cowok. Ya, semoga saja itu kamu, atau gue juga boleh ko.

Thursday, June 4, 2015

Berubah Atau Kalah

       Comments   
Gue baru sadar kalau gue hidup di jaman, dimana notifikasi menjadi hal yang pertama dinanti setiap bangun pagi. Jaman dimana kolom status, bisa menjadi wadah untuk setiap do’a. Seakan kalimat ‘Apa yang anda pikirkan?’ adalah pertanyaan dari Tuhan.

Tadi siang gue iseng scroll facebook gue sampai ke tahun 2012. Keliatan nggak ada kerjaan sih, biarlah itu urusan gue dengan jam dinding. Setelah pantat berakar gue ketemu dengan poto-poto aneh, juga status-status konyol gue jaman dulu. Jujur gue geli, melihat apa yang dulu gue update difacebook. Dan dulu itu semua gue anggap keren, namun pada fase tertentu itupun gue anggap norak. Adil sih, gue yang buat, gue juga yang menilai, dan gue juga yang sekarang akan mengkritik. Jadi sekeren apapun hal itu, percayalah akan ada saat dimana lo berkata ‘Ko gitu banget ya’ Gue scroll lagi ke atas, menengok ke beranda, ternyata gue masih beruntung menjadi orang yang mampu berubah pada fase yang semestinya, karena masih ada orang-orang yang berkecamuk dalam dimensi masa lalu gue dan itu mereka anggap sebagai tingkah polah masa kini. Sudah pantaskah kalau gue teriak ‘Woy, kemarin kemana aje?’ Daripada gue terkesan menggurui, jadi gue akan bahas keburukan gue sendiri ditempo dulu. Ini adalah hal-hal norak yang dulu gue lakuin dan gue anggap keren, seperti;
Upload screen capture saldo rekening.
Hal yang sebenarnya tak bisa mengubah cara pandang orang yang gue kenal nyata tentang diri gue sebenarnya.
Upload poto sedang tidur.
Sebuah poto yang gue buat saat sedang pura-pura tidur, hanya untuk memberitahu kalau gue mau tidur. Seribet itu kah untuk tidur.
Nyantumin nama pacar distatus/bio twitter.
Prilaku yang jika dipikir buat apa? toh itu tak pernah menutup celah gue atau bahkan pasangan gue untuk selingkuh. Itu adalah kelakuan bocah yang untungnya gue lakuin waktu masih menjadi bocah.
Marah-marah/ngehina mantan.
Cara bego untuk melampiaskan emosi dalam diri, dengan berkata kasar disocial media dengan terang-tengan menyebut namanya. Padahal hal itu tak pernah merubah kedaan dimana semua memang harus berpisah, melainkan telah membuat penilaian baru dari pandangan orang tentang senista itukah sosok gue sebenarnya. Lebih dari itu, sejelek-jelenya dia adalah mantan, yang sempat dan pernah dengan sangat diinginkan.

Nah itulah hal-hal norak yang dulu gue anggap keren, dulu sekali. Dan sekali lagi gue termasuk beruntung diantara mereka yang kini masih melakukan hal kaya gitu. Gue kira waktulah yang telah merubah gue, ternyata tidak. Sebab ini permasalahan apakah gue bisa mengikuti dan berjalan beriringan dengan sebuah tempo. Karena yang gue lihat masih banyak orang seusia gue yang tetap berjalan dengan sikap dimana itu gue anggap sebagai masa lalu. Jadi sebelum lo semakin ketinggalan jauh oleh waktu yang sebenarnya berjalan lambat, namun terasa sangat cepat jika lo terus diam ditempat. Pilih berubah atau lo akan kalah.

Wednesday, June 3, 2015

Hal Sederhana Yang Membuat Kita Merasa Sangat Berharga

       Comments   
Dulu. Dulu banget, gue sempat berpikir untuk apa semua yang pernah dan ingin gue lakukan, sekolah, ngaji, lalu kerja kalau pada akhirnya di ambil lagi dan mati. Yah, mungkin definisi hidup akan sesimpel itu jika yang gue lihat hanya tentang seberapa kuat gue bernafas, tidur, makan, minum, dan boker.

Siklus yang tak pernah menentu, baik masalah cuaca, keadaan, keuangan, bahkan perasaan, memikirkan tentang bagaimana esok pagi, dan itu semua berkecamuk menyibukan hari. Harapan dan do’a terus tercipta tatkala mata kita belum terpejam. Bahagia, bahagia, dan bahagia. Satu hal dari banyaknya harapan dan pencapaian akan esok hari. Sebagian orang berpendapat jika bahagia tak harus dibeli, namun pada faktanya, dengan banyak materi kita bisa menjadi bahagia. Jika bahagia adalah faktor materi, lantas bagaimana urusannya dengan orang yang tidak punya materi. Apa bahagia itu adalah mereka yang bisa pergi ke Paris, mereka yang bisa makan siang di MCD, mereka yang bisa diantar jemput pakai supir pribadi, atau mereka yang tiap hari shoping. Kalau tolak ukur kebahagiaan seperti itu, berarti sipat Tuhan yang maha adil, itu bohong. Oke, kayanya pembahasan gue mulai kejauhan.

Teringat salah satu quote penulis idola gue si-Surayah (@Pidibaiq) yang katanya “Bahagia itu kamu yang nentuin” Yap, gue setuju. Ini tentang skenario yang telah Tuhan tuliskan, bagaimana atau seperti apa kita menanggapi kesenangan atau kekecewaan yang akan datang diesok hari. Berserah diri atau mengutuk diri.

Mereka yang bergelimangan harta, menampilkan berjuta rasa iri pada diri kita, tentang bagaimana bahagia menurut versi mereka. Padahal kita punya cara sendiri, dengan kadar bahagia melebihi dari yang mereka rasakan dan biaya yang jauh lebih irit dari yang mereka keluarkan. Yaitu, yang pertama;
Keluarga.
Satu hal yang dirasa simple tapi berharga adalah keluarga. Dalam ruang kecil, yang sempit dengan beragam polemik hidup, kita bisa merasa lapang saat kumpul dengan keluarga. Hal yang selalu gue lakukan tiap hari adalah bercanda bersama nyokap dan ade gue setelah magrib. Kalau ada satu saja jagoannya yang belum pulang pas adzan berkumandang, nyokap akan terus hubungi gue atau ade gue. Agak risih, apalagi jika gue lagi asik kumpul, nongkrong sama teman. Namun hal itu gue rasakan berarti, saat nyokap gue mulai marah, dan tak satu pesan pun masuk ke Hp, disitu gue merasa kehilangan untuk sesuatu yang sebagian orang inginkan. Mereka yang tidak punya keluarga, mereka yang punya tapi nggak dipedulikan keluarga. Percayalah, sekaya apapun mereka tetap merasa miskin. Apa lo mau menukar keluarga lo dengan uang segunung? Hanya demi kebahagiaan yang seperti mereka pertontonkan. Hal simpel yang membuat bahagia selanjutnya adalah,
Sahabat.
Cuma dengan sipat dan sikap baik, kita bisa mendapat seorang sahabat, hanya dengan berusaha fair kita bisa punya banyak sahabat. Orang kedua yang selalu ada tanpa disebut pernah ada, karena mereka bukan mantan. Pendengar hanya dengan solusi sabar, mereka ada untuk kita baikin, jahilin, ceramahin, dan bahagia’in. Saat gue merasa bosan dengan keseharian, kelelahan dengan prioritas hidup, disitulah waktu dimana gue harus menghampiri mereka, berbicara tanpa ada tembok penghalang sebuah kata merasa tidak enak. Satu gelas kopi yang kerap diminum oleh lebih dari tiga bibir berbeda dan kita paling tidak mau kalau dihidangkan satu gelas persatu orang, entahlah alasan ilmiahnya apa. Tapi persetan dengan segala alasan ilmiah, kita bahagia tanpa alasan.

Oke, gue rasa cukup, untuk gue menulis hal simpel yang membuat kita merasa bahagia sekaligus berharga. Lebih dari apa yang gue tulis diatas kebahagiaan adalah rasa syukur. Seperti halnya gue bersyukur telah hidup, tumbuh dan berkembang diantara orang-orang seperti mereka. Juga kamu yang sekarang telah selesai membaca tulisan ini. Terimakasih.

Tuesday, June 2, 2015

Karena Balas Dendam Itu Tidak Baik, Jadi Sebut Saja Itu Pelajaran Baik

       Comments   
Dulu kalau kita mengirim pesan atau dengan bahasa lumrahnya SMS, nggak pernah ada tanda pesan itu dibaca atau tidak. Makanya paham tentang ‘Tak semua pesan harus berbalas’ benar-benar berlaku. Mengirim pesan, tugasnya ya hanya mengirim, tak ada pikiran apa-apa selain prasangka ‘mungkin pulsanya habis’ atau ‘Mungkin dia lagi sibuk’. Menanganinya dengan cara langsung ditelepon. Dan urusan pun beres ketika mendengar alasannya kenapa nggak balas pesan.

Teknologi semakin berkembang dan maju, membawa kita pada era dimana paham tadi menjadi sebuah paham yang kerap memicu sebuah perselisihan. Teknologi yang dibuat salah kaprah, malah menjadi boomerang untuk sipengguna itu sendiri.

Gue sering melihat perselisihan sepasang kekasih, bahkan teman gue sendiri yang di akibatkan hanya karena sebuah pesan. Keseringan terjadi pada aplikasi Blackberry Mesenger. Karena disitu ada metode tanda pengiriman seperi; ceklis, silang, delivery, dan read. Tak berhenti disitu, BBM juga menyediakan pesan siaran atau Broadcast. Dulu waktu gue masih pake Blackberry, gue rasa wajar kalau broadcast hal konyol, sebab pengguna masih pada baru semua, masih mau berobservasi dengan kecangihan teknologi, tapi ternyata sampai sekarang BBM udah di Android, orang-orang norak yang doyan broadcast tidak penting masih pada hidup. Jujur sebenarnya gue enggan pake aplikasi BBM itu, sempat juga gue hapus, gue lebih Pro sama WhatsApp, namun popularitas orang axis masih banyak, dan teman-teman gue kebanyakan pake aplikasi itu, alhasil ketika gue hapus BBM gue kelimpungan untuk melakukan komunikasi dengan mereka. Dan gue pikir pengguna BBM sekarang sulit mendapat kepuasan dan cenderung labil. Seperti yang gue lihat pada tren update Personal Mesenger di BBM yang kaya gini.
  • NONA
    Otw afarika :) | Ih kamu berubah :( | Makasih mamah untuk kue nya | Save Muslim Rohingya |Hari ini panas banget -___-.
Pernah lihat kan yang kaya gitu?

Ceklis dan silang biasanya nggak begitu menjadi prasangka pribadi untuk kedua pengguna, hal itu biasanya ditangani dengan cara membuat Personal Mesenger (PM) untuk memberitahu kalau pesan yang dia sampaikan ceklis atau silang. Nah, notif PM pun dipenuhi oleh percakapan mereka berdua.
  • LOLA
    Iya bebez, nggak apa-apa. Ceklis bebz
  • LILI
    Iya bebz, aku mau kesana ko tapi nanti. Iya ceklis bebz
Okeh, kita abaikan dua sejoli yang sedang kasmaran itu. Lanjut ke tanda (D) & ® atau Delivery dan Read. Masalah Delivery dan Read, sering menjadi prasangka negatif, karena itu bukan kesalahan dari koneksi atau gadget itu sendiri, itu ulah dari sipengguna. Kalau terus-terusan (D) Berarti pesan nggak dibuka, kalau ® Berarti pesan telah dibaca. Terus kalau kita jadi pihak yang mengirim pesan, enak di ® atau (D).? Lalu saat kita jadi pihak yang dikirimi pesan enak (D) atau ®.?

Gue pernah melihat Handphone teman, yang di home layar Handphone nya, banyak notifikasi yang belum dibuka, udah seperti megang hp artis hollywood yang banyak job sana sini, namun sibuk belum bisa buka pesan yang masuk. Padahal kerjaanya cuma tidur, lantas gue tanya ‘kenapa nggak dibuka?’ ‘Udah biarin’, jawabnya so cakep. Setelah gue survey dan tapa bareng Kelin Quen, alasan yang sering terjadi adalah;

-Biar pas di capture, tampilannya cakep dengan puluhan notifikasi. Atau
-Biar pas dipinjem orang handphone nya di anggap laku.

Padahal kalau dilihat dari kacamata orang waras, hal kaya gitu bisa dikatakan norak, dan menurut gue tipikal orang yang seperti ini adalah tipikal orang yang nggak mau damai sama keadaan. Dia nggak tau kalau orang yang mengirim pesan, menunggu kepastian atau ketenangan kalau pesannya sudah dibaca, walaupun nggak dibalas. Jadi menurut lo, mending ® atau terus-terusan (D) sampai mampus? Sampai dia kelak butuh kita lalu chat ke kita, dan kita diemin seperti halnya yang dilakuin dia ke pesan kita. Karena balas dendam itu tidak baik, jadi sebut saja itu pelajaran baik.

Monday, June 1, 2015

Jenis Cewek Yang Nggak Boleh Dijadikan Pacar

       Comments   

Cewek itu……?

Ah, bakalan panjang banget, kalau mendeskripsikan siapa itu cewek atau dalam bahasa sopannya perempuan. Singkat saja, menurut gue perempuan itu yang berlobang, dan pria yang berburung. Dijaman sekarang tak ada banyak perbedaan antara pria dan perempuan, dalam segi karir, pendidikan atau bahkan sikap, semua hampir serupa. Gue nggak setuju kalau perempuan disebut makhluk yang lemah, menurut gue dia kuat bahkan jauh lebih hebat dari pria. Karena hanya perempuan yang mampu mengangkat barang pria tanpa harus disentuh *MikiKeras*

Sebagai manusia sejati yang tak bosan untuk patah hati tentunya kita harus punya pasangan atau tambatan hati untuk kita jadikan teman hidup dan menghabiskan hidup. Mengutip kalimat dari orang bijak;
Cari yang terbaik, sebelum menikah, dan terima apa adanya setelah menikah.
Namun kebanyak dari kita itu sebaliknya. Saat masih pacaran dengan penuh romantica asmara kita bilang ‘Sayang aku nggak punya apa-apa, aku hanya punya cinta yang siap membuatmu merasa punya segalanya’
Lalu sicewek pun menjawab ‘Tak ada yang lebih berharga didunia ini selain kamu, aku cinta kamu, aku terima kamu apa adanya bebebz’ Setahun setelah menikah, piring, gelas melayang, karena nggak dikasih uang dapur berbulan-bulan. Uooooooo.. taee ya.
Saran gue kalau lo masih pacaran tuntut pasangan lo untuk menjadi hebat. Ingat tuntutan yang logis dan manusiawi. Jika dia tidak bekerja, bantu. Jika dia sedang bekerja, dukung. Dan jika dia nggak mau bekerja, tinggalkan.

Nah, terasa nggak adil kalau gue lihat dari sudut perempaun saja. Untuk para pujangga, kali ini gue bakal beritahu lo jenis-jenis perempuan yang nggak boleh lo jadiin gebetan, pacar atau bahkan ibu dari anak-anak lo. Diam dan perhatikan, ini serius.
Kencing berdiri.
Sebelum terjebak dalam hubungan yang lebih jauh, gue saranin lo selidiki kebiasaan cewek lo dalam hal intim perempuan. Tapi jangan sampai lo cari kesempatan yang tidak-tidak, inget bukan mukhrim. Lo bisa suruh teman perempuan lo buat ikutin dia ketoilet, dikhawatirkan dia kencing berdiri sambil geleng-geleng kepala mata sedikit dimeremin. Kalau ketahuan gitu, keluar dari toilet, cepat putusin. Please gue mohon putusin, gue sayang sama lo bro.
Sendal dicopot.
Ini masalah harga diri lo sebagai laki-laki dimata publik. Lo coba ajak cewek lo jalan ke mall atau alfamart, kalau sendalnya dicopot, sebaiknya lo tanya
‘Sayang kamu keturunan tarzan dari hutan mana?’
Intinya perempuan yang lo pacarin harus seperti bunglon, yang pintar menyesuaikan dimana posisinya berada baik dalam hal berkomunikasi atau bergaya.
Marahnya aneh.
Dalam hubungan tentu akan ada perselisihan yang biasanya bermula dari beda kelamin pendapat. Menurut gue cewe itu lucu kalau udah ngambek, melihat bibirnya dimanyunin, lihat dia merengek manja, itu membuat gue merasa jika dia percaya gue adalah orang yang pantas untuk dia andalkan, membuat gue benar-benar jadi cowok. Cowok tanpa tuntutan, lah cowok macam apa? Cewek ngambek itu lumrah, bahkan gue pikir sudah menjadi budaya yang harusnya diterapkan pada urutan UUD Pancasila. Kalau cewek lo ngambek namun ngambeknya beda dengan cewek pada umumnya, seperti;
  • Berkali-kali bilang ‘Turunin aku disini sekarang’ padahal mobil belum jalan. Atau,
  • Langsung update status di Bbm ‘Ga apa-apa’ padahal handphonenya Esia Hidayah. Atau,
  • Kalau di ajak jalan, bilangnya jalan sedang diperbaiki. Atau,
  • Kalau main kerumah nya, tulisan ‘Welcome’ dikeset diganti jadi ‘Ngapain kesini’ Atau,
  • Kalau di ajak makan bakso, mangkuknya dimakan, baksonya dibalikin. Atau,
  • Kalau ngupil pake kaki, lalu dipeprin ke jidat. Atau,
  • Kalau melotot, dedaunan langsung gugur.
Marah yang berlebihan atau tidak wajar akan membuat lo tersiksa sepanjang hayat. Jadi sebelum cinta semakin mendalam, dan hubungan mengarah ke tahap yang serius, perhatikan sikap dan ucapannya kalau dia sedang marah. Semarah-marahnya manusia, attitude itu tetap ada.

Itulah jenis-jenis cewek yang nggak boleh lo jadiin pacar. Masuk akal atau tidak itu nggak masalah, asal jangan sampai, setelah selesai baca lo masuk rumah sakit, masuk penjara, atau masuki alam bawah sadar.

Thank, bye.

© Fahri Prahira - All Right Reserved