Friday, February 20, 2015

Tadi Pagi Dan Tiga Tahun Yang Lalu, Sebut Saja Nostalgia

       Comments   
Tadi pagi gue berniat joging, janjian sama teman gue, berangkat jam 7 Teng. Setelah sekian lama gue nggak olahraga, akhirnya badan gue yang kurus item kaya fosil ini bisa keringatan juga. Tubuh gue memang jarang keringatan. Alhamdulillah ditempat kerja, gue nggak boros dengan keringat, saking santainya gue sering disebut si-Magabut (makan gajih buta). Gue juga nggak ngerti kenapa di tempat kerja, gue lebih banyak tidurnya ketibang actionnya. Sukurilah.

Kembali ke topik. Track yang biasa gue pake buat joging adalah Kawasan Bukit Indah City dan Taman Situ Buled, yang sekarang jadi taman Sribaduga. So buat kalian yang ingin tau, silahkan datang ke kota kecil yang lucu nan imut, yang terhimpit dua kota besar antara subang dan karawang, datangnya malam minggu karena selalu ada wisata kuliner disana, dan bawa pasangan, itu pun kalau punya, kalau nggak, tak usah kecewa, karena purwakarta punya beragam jenis patung, jadi lo tinggal ajak jalan patung-patung itu. Selesai.

Gue joging selalu bareng Kukay, karena cuma dia satu-satunya teman gue yang abnormal, teman yang gue temukan di antara serpihan kenangan, yang jelas satu-satunya teman yang mau temenan sama gue.

Ok jam 7 pun datang, karena gue orang indonesia banget, gue pun berangkat jam 7 : 30, sampai di Situ buled, Kukay memarkirkan motor gue. Lohh ?? Iya karena motor gue dibawa kukay. Setelah motor terparkir dengan elegant, tukang parkir datang, lalu medekat pada kita.

“Maaf mas, parkirnya jangan disini” Ujar tukang parkir sebari menunjuk papan jalan yang bertuliskan ( Tempat Parkir Mobil ) Sumpah itu tulisan gede banget pake warna biru terang.

“Oh iya, maaf pak” Jawab gue sebari membungkukan badan.

“iya” Jawabnya.

“Bodohhh.., kalo parkir liat-liat dulu napa” Ucap gue pada kukay.

“Kan maneh nyaho mata urang min” (yang artinya. Kan lo tau mata gue Min)

“Oh Iya, ya” Jawab gue, lalu diam. Entahlah padahal dia yang salah tapi jadi gue yang ngerasa bersalah.

Setelah motor terparkir di tempat yang semestinya joging pun di mulai. Lari pagi, pagi lari, pagi-pagi lari-lari, bermacam-macam jenis manusia ada disana, dari orang tua, anak-anak, remaja, dan orang-orang ngga jelas hidupnya seperti gue.

Setelah beberapa putaran, gue memutuskan untuk berhenti, karena pinggang dan kaki gue sudah mulai berteriak. Lalu istirahat sejenak. Sebagai anak gaul akhir jaman yang tak pernah lekang oleh waktu, gue meminta kukay buat poto gue saat keringat bercucuran, untuk nanti diliatin kenyokap kalau kini anaknya sudah bisa keringetan, dan poto pun di upload di instagram. Biar apa? Tentu biar kekinian kaya orang-orang yang ada disana, jika mereka upload makanan direstoran atau pesawat pribadi, gue yang hanya punya badan sexi, apa lagi yang harus gue pamerin. Karena dengan instagram gue jadi tau bagaimana cara pamer yang terselubung. Terimakasih intagram.

Sudah cukup istirahat, perut pun lapar, apa yang harus gue lakukan, tentunya makan, lalu gue pun memesan kupat tahu, pastinya pesen dua porsi. Setelah kenyang, tak lama gue pulang, ohh maksudnya kita. Ya, gue dan si-Kukay pun pulang, lo tau kenapa kita pulang, tidak lain dan tidak bukan karena sudah cape. Bentarr..bentarr ko gaya bahasa gue jadi mirip Pidi Baiq ya. Bodo amat ah.

Lanjut. Saat diperjalanan gue dengerin dia ngomong kesana kemari, kalimat yang diputar-putar, sampai pada satu titik inti pembicaraan, “Ngopi dulu di gue yu Rii..”. Anehkan?? Ya, itulah temen gue. Gue pun meng-iyakan ajakannya.

Lagi menikmati secangkir kopi yang dia buat sendiri. Si-kukay nunjukin Stopmotion Jogja ke gue. Sebuah stopmotion yang gue buat kurang lebih 3 tahun yang lalu, kalau ngga kurang, ya, berati lebih, pokonya sekitar lah. Waktu gue baru kenalan sama photoshop dan imovie, waktu hidup masih mengikuti arah angin, waktu belum bisa bedain mana cinta mana tai.

Dengan mata berkaca-kaca, yang entah kenapa, dengan santai dan raut muka damai dia menonton stopmotion itu lalu bilang:

“Kangen jogja ri, kangen travel” Ucapnya sambil tatap layar handphone.

“Sama”. Jawab gue sambil nyenderan ditembok, nyanyi Akumah apa atuh by: Cita citata

Sebenarnya udah cape gue ngetik, tapi ceritanya belum selesai, oke lanjut mang…

Baiklah, kenapa gue share, mungkin karena gue mau. Stopmotion jogja, adalah kumpulan poto waktu gue Absurdtrav ke kota Jogja dengan 3 teman gue. Perasaan dulu pernah gue tulis, bentar ya, gue cari dulu. Nah ketemu, ada disini, kalau mau baca, silahkan. Kalau tidak, jangan.

Jadi dulu gue punya segmen dalam hidup yang dikasih nama Absurdtrav. Namun kota yang dijajaki baru yang dekat dimata dan jauh dihati, paling jauh baru sampe Jogja. Sudah lama gue nggak ngelakuin Absurdtrav lagi, alasan nya cukup normal, budget dan waktu. Untuk budget bisa gue usahakan, sedangkan waktu, rasanya susah. Karena Absurdtrav butuh waktu libur cukup lama, tak lain karena kendaraan yang gue pake bukan kendaraan pribadi. Namun percayalah wahay pujangga, hal itu yang bikin berkesan dan akan lahir ke absurd-tannya.

“Fahri pliss persingkat ceritamu. Oke jadi di bawah ini adalah stopmotion nggak penting dan jangan dilihat, gue nggak mau lo galau gara-gara kuota ludes. Tapi ini penting buat gue, buat si-Kukay juga, buat si-Junek juga sihh, ohh buat si-Siuk mantannya junek juga, yang kini mungkin sudah jadi abu, dan buat satu kampung yang kita acak-acak disana, dan kebetulan gue lupa nama kampung nya, jangan tanyakan lagi, karena barusan sudah gue bilang, kalau gue lupa. Ahh sudahlah cape.

Setelah gue play ulang, seketika lahir tawa ringan dibibir, lalu terbesit satu kalimat. Memang benar, waktu terus melaju dan berlalu, namun sungguh sangat sia-sia jika semua dibuat biasa saja.
Ciptakan hal indah hari ini, untuk dikenang di hari esok.






Kalau tidak bisa dibuka, bisa langsung ke account youtube gue klik disini, kalau masih tidak bisa, itu masalah di gadget yang lo gunakan. Hahaha. Thank for read. Bye

© Fahri Prahira - All Right Reserved