Saturday, January 31, 2015

Tanda sederhana kalau ternyata lo telah move on

       Comments   
Move on bukan berarti telah lupa, atau berhasil melupakan. Karena sebuah kenangan, yang gue sendiri lebih suka menyebutnya sebagai sejarah, tak akan hilang begitu saja, setiap cerita punya sensasinya sendiri. Membiarkannya tetap ada, bukan berarti tetap merenung dan tak berlalu.

Dengan terus menerima berjalan semestinya, tak sadar kalau lo sudah berhasil menguasai sesuatu yang sederhana yaitu ikhlas. Dan ada beberapa tanda sederhana kalau ternyata lo telah berhasil move on.

Mengingatnya bukan berarti merindukannya atau ingin kembali padanya. 

Sebuah kenangan akan terus ada dikepala, namun alangkah baiknya jika mengucap syukur pada tuhan yang telah memberi memori ingat tak berkapasitas yang ditempel dikepala kita. Saat memori itu memutar kembali kejadian-kejadian sederhana dibelakang, lo tak lagi merindu ingin bertemu atau bahkan ingin kembali. Semua terasa biasa saja, seperti halnya kemarin lo beli bakso kepedesan bikin mencret, namun hari ini pedas itu sudah hilang, yang pastinya menyisakan cerita, sampai lo nggak mau beli bakso itu lagi. Tak harus disebut trauma, mungkin lebih baik kalau anggap itu pembelajaran. Karena trauma hanya akan membawa pada keadaan dimana lo enggan merasakan bakso-bakso yang lain, yang ternyata jauh lebih nikmat.

Sebagai manusia yang punya hati, lo tentu berharap dia baik-baik saja, namun sudah tak ada lagi impuls, untuk rutin mencari tahu tentangnya. 

Ketika awal-awal perpisahan, kamu tak henti memantau kabarnya lewat social media, atau teman sepermainannya, yang kadang membuat lo sakit.
Namun dengan berjalanannya waktu, merasa bosan dengan kegiatan konyol itu. Karena hal yang special jika terlalu sering dilakukan akan menghilangkan arti special itu sendiri. Lambat laun lo sudah tak pernah lagi melakukannya. Saat mengingatnya lo hanya berdo’a dia baik-baik saja, tapi bukan do’a karena rindu, melainkan ke hal yang lebih manusiawi. Dan karena lo mengerti betapa sia-sianya menyimpan dendam, toh jika berhubungan kembali, lo akan siap menjadi seorang rekan.

Menikmati apa yang lo lakukan saat ini, kumpul bareng teman, atau menggeluti hoby saat mengisi hari-hari kosong. 

Kini yang jadi topic pembicaraan dengan teman bukan lagi dia, seakan lo selalu punya cerita lain yang pantas dibagikan. Lo berani melangkah kemana pun dengan sesuka hati, bahkan ke tempat yang sering lo kunjungi dengannya, lo nggak takut untuk sedih, karena lo yang telah menggap semuanya biasa saja. Ya, biasa. Yang pasti semua yang lo lakuin, dengan dasar menyenangkan dan menikmatinya, bukan untuk sebuah pelarian. Jelas beda bukan.

Move on bukan berarti harus punya pacar baru, tapi karena sipat terbuka dan ikhlas yang lo jalanin, membuat dunia melirik, dan banyak yang tertarik. Tak menutup kemungkinan, lo jatuh cinta kembali, dengan kata lain, akan merasakan rasa dari bakso yang baru. Tidak mencari persamaan atau membandingkan dengan dia yang sudah berlalu, melainkan sibuk mencari jejak kebahagian dengan cerita baru, yang tentunya lebih pasti.

Nah itu pengamatan random gue mengenai mereka yang katanya, Life must go on, let the past be the past…!!!

Friday, January 23, 2015

Baru

       Comments   
Segala hal baru biasanya menyenangkan, mengharukan, menghanyutkan dan cenderung membuat lupa. Terutama kalau yang baru itu adalah hal yang sudah lama kita idam-idamkan. Sepatu baru, baju baru, gadget baru atau pacar baru… *Nahloh.

Apalagi dengan banyaknya pilihan yang juga mempercepat siklus pergantiannya. Yang kerap terjadi, belum saja kelar ngulik satu hal, sudah kepincut dengan hal lain yang saat dibayangkan lebih menjanjikan. Wajar saja kalau kemudian generasi kita sering dituduh pembosan yang nggak loyal. Biarlah. Toh yang kerap menuduh pun belum tentu bisa menahan diri jika disajikan atau dikasih sesuatu yang baru. Ya ga?

Yang mesti dilihat lagi, apakah kesenangan terhadap hal-hal baru ini juga berlaku untuk situasi dan kondisi baru yang diluar keinginan kita? Katakanlah, misalnya pacar dengan tiba-tiba mutusin kamu, atau orang terdekat meninggalkan mu selamanya, saat kita lagi senang-senengnya bersama.

Semua kembali lagi pada rumus hidup yang pernah gue tulis sebelumnya, jika kehilangan adalah hukum alam yang pasti akan terjadi. Nggak banyak orang bisa melihat atau menerima hal-hal yang nggak sesuai dengan keinginannya itu sebagai sebuah hal yang baru.

Mengacu kesitu, mungkin nggak ada salahnya juga kalau saban kali sebelum memutuskan buat beralih ke sesuatu yang baru kita berpikir sedikit lebih panjang. Menimbang baik atau buruk, untung atau rugi, positif-negatif dan sebagainya. Nggak rumit ko. Tetap spontan tapi nggak asal-asalan. Biar kita nggak selamanya disebut kaum latah yang serba iku-ikutan.

Ngomongin hal baru. Gue jadi ingat belakangan ini banyak sekali hal-hal baru di hidup gue dalam kategori yang tak terduga, tak begitu juga gue inginkan, namun ternyata gue butuhkan. Tuhan memang maha tahu. Dari mulai benda mati, sampai benda hidup yang bernyawa, sebut saja pacar baru yang berujung jadi mantan baru dan sederet tema-teman baru.
Itu semua hal baru yang nggak pernah gue bayangkan sebelumnya, namun allah kasih karena ternyata gue butuh. Mereka hadir dengan kapasitas sewajarnya, beragam karakter unik yang cukup membuat gue lebih berwarna. Mereka asik, yang pasti mereka konyol dan random seperti semua tulisan gue di blog ini, selalu nggak jelas, namun sejenak menghilagkan kepenatan aktipitas day to day yang super flat di hidup gue.

Ah, sudahlah gue rasa nggak akan ada habisanya jika gue tulis bagaimana rasanya dengan orang-orang baru seperti mereka. Lagian nggak penting pula bahas mereka. Terimakasih gue ucapkan dalam diam untuk semuanya.

Saturday, January 17, 2015

Cewek dan statmen agak gendutan

       Comments   
Cewek itu manja, ribet, sensitif, gengsian, penasaran, dan cengeng. Tapi tidak semua cewek seperti itu, ada sebagian cewek yang berpura-pura tangguh dibalik sipatnya yang manja, ribet, sensitive, gengsian, penasaran, dan cengeng.

*Mikir sejenak*

Itu berarti semua bego.!!

Oke sory. Kukira kalian sama bodohnya.

Tapi apapun profesinya, kasih sayang dan sipat ke ibuan pasti ada. Gue pastikan ada, terkecuali yang trans gender, gue nggak tau untuk kalangan yang itu.

Menurut statmen ibu negara (emak gue) kalau cewek nggak manja, ribet dan cengeng pangkatnya sebagai cewek sedikit bermasalah. Bahkan yang lebih ngeri dari itu, katanya, kalau cewek nggak matre, itu jelas bukan cewek. Tapi matre disni lebih mengarah ke hal positive. Sipat matrealistis nya, digunakan untuk mengatur keluar dan masuknya keuangan. Meskipun mereka selalu disebut sebagai diskon maniac, itu karena mereka tau mana yang pantas dibeli dengan uang seminim mungkin, namun life style tetap terjaga. Mereka tau mana yang harus diprioritaskan mana yang tidak, mana yang butuh banget mana yang hanya pelengkap.

Gue sering diajak ke ondangan sama teman cewek, yang jelas cewek orang. Entah mengapa nggak cowoknya yang di ajak ke kondangan. Pertanyaannya, ko gue mau? Gue juga bingung kenapa gue mau. Apa memang karena muka gue muka abang-abang paket kondangan, atau karena gue terlalu baik lantas jadi terlihat tolol buat di tipu, yang jelas tiap gue di ajak cewek buat nganter kondangan gue nggak bisa nolak. Maksudnya nggak bisa nolak ajakan cewek. Apa lagi kalau di ajak ngebagiin surat undangan. Ya, undangan kita. *Azzzz… ngok!!

Nah gue nemuin beberapa hal unik tentang cewek, yang cukup mengundang reaksi alis mata gue buat mengkerut.

Cewek itu ribet.? Ya, itu terbukti saat gue nunggu cewek berdandan. Gue nunggu di rumahnya. Sebagai seorang cowok jelas dong mesti berani beriteraksi dengan keluarganya, yang pedih itu saat adeknya nanya kaya gini. “Kaka pacar barunya ya? Dan supaya tidak terjadi sebuah pembodohan pada anak, gue mesti jawab sejujur mungkin, “Bukan ko cuma temen”.

Nah sudah pake baju, bahkan nanya dulu, cocoknya pake baju apa. Sipat labil seorang cewek datang, ketika sudah mau berangkat, adek nya nyeletuk “Teteh warna bajunya rame amat, kaya mau ke festival“ Tengok dirinya sendiri lalu direnungkan, akhirnya keberangkatan pun dibatalkan, dia ganti baju lagi. Sampai sepuluh kali gue sumpal mulut adeknya.

Setelah berangkat, dan sampai ke tempat yang dituju, otomatis si cewek bertemu dengan spesies yang sama. Disitulah situasi dimana seorang cowok menjadi tak berguna. Namun menjadi tempat paling oke buat dieksekusi saat sicewek mendapat komentar dari semua temannya. Seperti:

“ Ehh, kamu kemana aja jarang keliatan.

“ Sekarang kerja apa kuliah,

“ Ihh kamu agak gendutan ya sekarang.

Dia jawab pertanyaan teman-temannya sebijaksana mungkin, setelah temannya pergi, langsung menoleh ke arah cowoknya, dan bertanya.

Cewek: “ Sayang, sayang, emang aku gendutan ya? ”

Cowok: “ Nggak ko sayang, kamu itu lucu “

Cewek: “ Aku nanya, aku gendut nggak, bukan lucu? “

Cowok: “ Enggakkkkkkkkkkkkk yang“

Cewek: “Itu kata teman-teman ku tadi.

Cowok: “ Mungkin mereka iri sayang “

Cewek: “ Masa sih “

Cowok: “ Iya “

Keadaan pertama teratasi, munculah keadaan kedua dimana dia nggak percaya dengan apa yang diucapkan cowoknya. Dia ngaca, karena perkataan temannya sudah menempel dikepala, lalu menjadi sebuah sugesti dan membenarkan.

Cewek: “ Iya yang, aku gendutan ihh “

Cowok: “ Perasaan kamu saja yang “

Cewek: “ bener yang, ini baju dulu pas banget, sekarang agak sempitan “

Siciwok pun lelah, dan bunuh diri-___-“

Sebegitu takut kah cewek akan kalimat “Agak gendutan ya“ Padahal itu masih memakai awalan “Agak” Kalau lo gendut beneran yang mengarah ke obesitas baru panic. So terlepas dari semua asumsi orang, kamu tetap yang terbaik dimata orang yang kamu pedulikan.

Tuesday, January 13, 2015

Problema Patah Hati

       Comments   
Aneh. Ya, gue pikir semua berawal dari situasi atau rasa yang aneh. Jatuh hati sampai patah hati berawal dari ke abu-abuan, ketidak jelasan lalu menjadi jelas atau sesuatu yang pasti. Baik kepastian bahagia saat aroma jatuh hati, atau kepastian kecewa saat problema patah hati. Untuk jatuh hati gue pernah menulisnya disini, sekarang tinggal patah hatinya. Loh harus ya dibahas? Tentu.

Mengutip dari lirik lagu yang pernah gue dengar, entah lagu siapa, namun gue langsung suka dengan liriknya, kalau tidak salah seperti ini “ Kenapa ada hitam bila putih menyenangkan”. Ya, itulah kenyataan yang suka tidak suka harus ditelan. Tak ubahnya dengan jatuh hati, tentu dengan patah hatinya. Mau tidak mau itu sudah menjadi paket kombo ( kalau kata KFC ) dari ruang lingkup yang disebut asmara. Berani mencinta harus siap pula kecewa.

Dimulai dari sikap yang sedikit beda, dilanjutkan dengan cara komunikasi yang tak biasa, lalu nada pesan singkat terasa garing. Dan hanya ada dua kemungkinan negative yang ada dikepala, antara bosan atau ada perasaan baru yang lebih diprioritaskan. Kenapa gue bilang kemungkinan negative, karena gue yakin yang lahir dari kecurigaan jarang mendatangkan pikiran positive.

Sebisa mungking kamu mencoba mengembalikan keadaan, namun sayang kekuatannya kini tak setangguh kekuatan rasa mu, semua tak lain karena dia yang sudah melemah dengan dua kemungkinan yang tadi.

Sedikit mempertanyakan pada dirinya, pada keadaan, atau bahkan pada dirimu sendiri. Bukan jawaban yang didapat, hanya ketidak jelasan yang terus membuat hambar dan sakit. Seiring berjalannya waktu keabu-abuan itu sedikit memberi warna, namun warna yang bukan kamu inginkan, saat kecurigaan yang berujung sebuah fakta dan kedaan yang tak bisa lagi mengelak.

Kamu mencoba untuk berontak, tapi apadaya kepeduliannya untuk mu sudah memudar. Itu sama halnya dengan meminta sinar mentari pada sang malam, kalau pun terjadi itu hanya sebuah bencana, dengan kata lain sebuah keputusan kalau kamu harus diputusin.

Sampailah pada keadaan dimana kamu harus mengalah dan berani melepaskan. Gue suka dengan satu ungkapan dari Darwis Tere Lye jika daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia merelakan dirinya jatuh begitu saja, namun hanya sedikit yang bisa belajar dari kata rela itu sendiri. Sekarang di sadari atau tidak kamu berada di tahap dimana kamu harus belajar dari kesendirian lebih menyakitkan dari itu adalah kesepian, untuk selajutnya move on membuka hati dan kembali berdiri. Tak mudah, gue yakin itu tidak mudah, namun lebih baik gue bilang tidak mudah, daripada gue katakan mustahil. Karena ketidak mudahan masih bisa diusahakan.

Oke sekian pengamatan sesat gue tentang tahap-tahap orang yang akan atau udah patah hati. Kamu berada ditahap yang mana? Semoga baik-baik saja ya.

Friday, January 2, 2015

Tentang kesendirian

       Comments   
Kadang kita butuh waktu untuk sendiri, contoh konyol saat lo boker, masa iya lo mau boker barengan, bukan ee nya yang jiji tapi lihat raut mukanya saat boker. Ahhh pokonya paras hulk juga kalah deh.

Banyak orang yang mengeluhkan kesendirian, termasuk gue sendiri. Menurut gue sendiri bukan keterpurukan sebuah nasib, itu hanya bagaimana cara kita memaknainya. Seperti halnya selembar kertas yang tergeletak didepan gue, tentunya baragam cara ada diotak gue untuk sebuah kertas itu, baik cara hebat ataupun cara buruk. Jika gue pilih cara buruk ya gue terus membiarkan kertas itu kosong sampai waktu membuangya tanpa arti. Dan jika gue pilih cara hebat, gue bisa menulis menggambar sampai akhirnya jadi sebuah karya yang bermakna walaupun untuk diri gue sendiri.

Begitupun dengan kesendirian. Jika gue hanya menggunakan kesendirian ini dengan diam, tidur, melamun atau bahkan menyesalkan yang udah terjadi dibelakang, mungkin jika jam dinding mampu berbicara, dia enggan menemani dan tergantung di dinding rumah gue, karena detik yang dia lajukan seolah tak ada artinya.

Tapi jika gue gunakan kesendirian ini dengan langkah hebat. Contoh kecil gue bangun pagi, lari pagi, lalu bertemu orang-orang diluar melebarkan senyum indah pada mereka, saat itulah titik dimana gue merasa ada dan berguna.

Nah jika sendiri saja mampu membuat gue bahagia, kenapa harus memaksakan berdua hanya demi ingin terlihat tidak sendiri.

Sendiri itu tak berarti selalu kesepian, karena bersama itu hanya masalah kecocokan. Apa lo pernah melihat ilalang tumbuh sendiri.? Atau melihat orang menyapu dengan satu batang lidi.?

Ilalang menjadi indah karena mereka bersama dan cocok, sapulidi menjadi kuat karena mereka baresama dan cocok. Sekarang lo bayangin bagaimana jika ilalang tumbuh bersama sapu lidi, atau sebaliknya. Apa bakal indah? Apa bakal kuat? Gue pastikan ‘Tidak’. Nah begitupun dengan sebuah kebersamaan.

Karena kesepian yang paling menyakitkan adalah saat ada banyak orang disekitar namun tak ada satu pun yang mengerti dan sejalan.

Thursday, January 1, 2015

Wara Wiri Di Awal Januari

       Comments   
Sebelum menyesal gue tekankan, kalau yang nggak doyan banget baca, atau sekedar iseng datang keblog ini mending cepet exit, karena tulisan ini nggak penting banget, panjang lagi, tapi seru ko. Insyaallah sih.

Biar sedikit keren saat baca pake backsound ‘My heart will go dari celine dion’ Oke gue mulai.

*Iket rambut*

Lima orang remaja labil, ababil yang belum stabil berniat berlibur ke Jakarta pake kereta api tut.. tut.. tut.. siapa nggak ikut ke Bandung Surabaya. Loh loh…!!! Baiklah kita sebut namanya Jono, Karyo, Ningsih, Mimin dan Marni.

Karena rumah mereka berjauhan jadi mereka janjian distasiun kereta. Jono, Ningsih, Mimin dan Marni, sampai distasiun tepat waktu, sedangkan Karyo belum datang, mungkin jam tangan Karyo dibeli di Tokyo, jadi beda waktunya.

Mereka bergegas membeli tiket, termasuk tiket untuk Karyo, namun tiket untuk ke Jakarta kota habis, lantas mereka dikasih tiket jurusan lemah abang. Awalnya mereka tak begitu mempedulikan, sing penting udah pegang tiket.

Waktu keberangkatan sebentar lagi, namun Karyo tak juga datang. Pikir Ningsih mungkin Karyo lagi dijalan, coba di sms, tepat katanya lagi jalan, motornya mogok.

“ Ningsih aku sama Marni naik duluan ya, ditunggu didalem “ Ucap Mimin.

“ Oh iya, aku sama Jono nunggu Karyo dulu “ Jawab Ningsih tenang.

Beberapa menit kemudian, muka Jono berubah dramatis, sikapnya tak jelas seperti anak perawan yang tiba-tiba telat datang bulan.

“ Kamu kenapa Jon? “ Tanya Ningsih.

“ Gue belum sarapan, kedinginan, dan berujung perut melilit pengen boker “ Jawab Jono.

“ Yaudah minum obat dulu “ Ujar Ningsih.

“ Iya “ Jawabnya, lalu minum obat, dan akhirnya belum sembuh malah makin melilit.

Waktu keberangkatan tinggal beberapa menit lagi, sedangkan kereta itu bukan wanita, yang mau disuruh nunggu. Ningsih terus menghubungi Karyo melalui sms.

“ Karyo lo masih dimana? “

“ Dijalan, kan motor mogok “

“ Yaudah naik angkot aja sih “ Tanya Ningsih kesel.

“ Iya “ Jawabnya simple.

“ Buruan kereta udah mau berangkat “

“ Iya “

Ninggsih kesel kepanikan nya cuma berbalas ‘Iya’. Jono sudah nggak mungkin diajak panik, untuk menahan perutnya saja dia sudah lelah. Jono mulai tergulai lemas di kursi stasiun.

“ Stasiun macam apa ini, nggak ada toilet, apa karyawan disini pada nggak punya anus, nggak pernah boker. “ Ucap jono mengungkapkan kekesalan nya bicara dengan kursi.

Ningsih berdiri didepan pintu sambil terus sms Karyo, makin kesel karena pesan nggak dibalas dan gelisah karena waktu yang terus berjalan dihabiskan dengan rasa panik. Ningsih telepon karyo, namun Ahhhhhhhhhhhhhh…..sial yang jawab malah pacarnya Karyo ‘Maaf pulsa anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini’.

Walaupun tak berbalas dengan setia ningsih terus sms Karyo.

“ Karyyoooo dimana? “

“ Karyoooo ih “

“ Karyooo buruan “

“ Karyooo………. “

“ Iya “ Jawab karyo.

“ Sory kalo nanti lo gue tinggalin “

“ Iya bentar lagi “

“ Buruan “

“ Iya, kamu tunggu depan pintu, aku malu “ Jawab Karyo polos.

“ Iya cepettt.. “

“ Emang motor boleh masuk ke satsiun“

Jawaban paling goblok yang membuat Ningsih makin kesel dan enggan membalas sms itu.

TENG……TENG…. Pertanda kalau kereta mau berangkat.

“ Udahlah tinggalin aja “ Ucap Jono merengutkan dahi.

“ Bentar Karyo sms “ Ucap Ningsih sebari cek handphone.

“ Aku udah depan stasiun ke depan atuh, aku malu “ Pesan dari karyo.

“ Anjrit itu orang lahir di desa mana sih? “ Ucap Jono sudah dipuncak rasa muak.

Ningsih lari kedepan buat jemput Karyo, sambil lari yang diperlambat ( Kaya di film-film gitu ) Ningsih berkaca-kaca, akhirnya mereka bertemu dan berpelukan, rasanya Ningsih ingin sekali memeluk Karyo erat sampai nggak bisa nafas lalu mati. Biar puas.

Masinis sudah bersiap injak gas kereta ( Emang ada? Adain aja deh, biar ceritanya seru ) Singkat cerita mereka masuk, dan nyari gerbong dimana Mimin dan Marni duduk.

Ningsih, Jono, dan karyo, duduk nyaman. Yang paling manis itu Karyo, dengan muka polos sepolos anak bayi kalau lagi digendong nyokapnya, seolah tadi tak ada apa-apa? Jono ingin sekali ngajak Karyo adu panco saat itu, lalau menggeleng-geleng tagannya.

Perut Jono makin melilit, sebagai anak gaul Jono ingin update ‘mules’ di twitter eh..handphone nya lowbet, power bank nggak punya, charger nggak bawa. Tak lama sepertinya segerombolan mahluk tak bernyawa yang sering terlihat kuning sudah diujung lubang anus, sekuat tenaga dan berbagai macam kekuatan yang dikasih dari naruto dia kerahkan, keringat bercucuran, muka merah kaya tomat mateng, Jono menahan agar tidak keluar, lalu dia memutuskan cari toilet di dalam kereta, namun konyol, semua toilet tak berpintu. Masa iya jono harus boker dengan disaksikan orang se-kereta.

Sejenak mules itu pergi, Jono tenang, beberapa menit kemudian datang lagi Jono kembali panik, pergi lagi, datang lagi. Jono berpikir ternyata kotoran dengan mantan itu punya kesamaan, sama-sama suka datang dan pergi. Dan itu sakit. ( ko curhat )

Disela kegembiraan, tertawa lepas yang kadang tak mengerti menertawakan apa? Yang jelas mereka menertawakan muka dramatis Jono yang lagi diterpa masalah toilet, perut, dan hape low.

Tertawa mereka terhenti saat mimin bicara masalah tiket. Kira-kira percakapan mereka berempat seperti ini.

“ Eh..bentar-bentar, ini tiket gimana, masa kita mau turun dilemah abang “

“ Emang lemah abang dimana? “

“ Dikarawang, eh.. cikarang “

“ Dibakasi kali lemah abang mah “

“ Lemah abang itu masih daerah jakarta ”

“ Itu Tanah abang begoo..”

“ Pokonya masih jauh “

“ Kan tujuan kita kota tua “

“ Trus gimana? “

“ Kalau ga punya tiket kita diturunin distasiun terdekat loh “

“ Aduhh gimana dong “

“ Aku sms teman aja ya “ Ucap mimin.

Jono tak ikut dalam percakapan diatas, dia masih sibuk bertarung hebat dengan yang namanya mules.

Akhirnya salah satu teman Mimin yang berada distasiun selanjutnya bersedia ikut, dan membeli lima tiket jurusan Jakarta kota dengan dirinya jadi enam tiket, dan itu artinya kita libuaran berenam.

Kereta harga 3000 itu terus melaju tenang tanpa dosa, tak peduli orang didalam sendang panik, karena perut mules, salah tiket, atau bahkan tak peduli direl ada orang berdiri yang mencoba mau bunuh diri. Pokonya tugasnya cuma satu, tut…tut…gujeg..gujeg…gujeg…!!!

Karena masalah tiket sudah terpecahkan, mereka kembali tengan dan tertawa. Tiap stasiun kereta berhenti termasuk stasiun dimana teman mimin berada. Sebut saja namanya Aliando ( duh kebagusan ) Oke sebut saja Sudin.

“ Hey.. “ Sapa Sudin yang baru masuk.

“ Hey, Hahaha.. “ Meraka berbalas tawa riang.

“ Mana tiketnya “ Tanya Minin

“ Aku cuma dapet lima tiket, kehabisan “ Ucap Sudin.

“ Hahhhh… terus gimana? Masa harus ada yang dikorbanin satu orang buat turun di lemah abang “ Jawab marni kesel.

Ningsih tak ikut berkomentar, mungkin dia sudah terlalu lelah dengan ketegangan yang dari tadi dia rasakan. Ningsih berdiri, mengacungkan tangan keangkasa, mata berkaca-kaca dan berdo’a “Ya alllah beri kami kemudahan.

Lagi-lagi mereka panik, alhasil terus membayangkan kemungkinan yang nanti bakal terjadi saat petugas mengetahui tiket mereka. Gimana kalau gini? gimana kalau gitu? kalau gini? pasti gitu? ahhhh…..!!

Laki-laki tua yang berseragam sudah mulai melakukan tugasnya, satu-persatu penumpang dicek. Mereka berharap datang kekuatan Prabu siliwangi biar bisa ngilang seketika, atau ada pintu doraemon, atau apalah, yang penting petugas nggak melihat mereka.

Sipetugas makin dekat, ketegangan sudah tak bisa gambarkan lagi, jantung sudah tak bedatak kencang lagi, tapi sudah lari keluar gerbong, mungkin karena nggak mau ikut apes bareng bersama tubuhnya.

“ Tiketnya? “ Tanya petugas

Kita memberikannya dan jalan satu-satunya hanya pasrah. Sipetugas pun mengambil tiketnya, tak dilihat langsung lipat dan entah pake alat apa, yang jelas seperti hackter. “Gut-trek” Kalau nggak salah begitulah bunyinya, setelah tiket bolong dikasihin lagi, dan dia pergi begitu saja, lalu DUARRR……!!! ketegangan mereka pecaaaahhhhh, seperti habis dibagikan Ijazah yang bertuliskan “ Lulus “

Benar kata orang, yang dibayangkan tak selamanya jadi kenyataan, namun seringkali kita menyerah hanya karena didramatisir oleh segala kemungkinan yang belum terjadi. Peracayalah pasti ada sisi phositive dalam semua hal, bahkan dalam hal buruk sekalipun.
—-TAMAT—-

Itulah cerita pendek *Misteri gerbong Mencekam*. Seru nggak? Nggak Ri.!! Yaudah jangan dibaca skip aja, Kasihan ngabisin kuota.

Sebanarnya itu kisah gue bersama lima teman baru gue, walau baru tapi mereka seru. Sengaja tokoh-tokohnya gue samarkan, biar nggak terlalu pulgar.

Kereta. Naik. Gue. Ya gue naik kereta, mamah gue naik kereta..!!!

Akhirnya setelah sekian lama keinginan gue buat naik kereta tercapai? Kasian yah.

Dari dulu gue ingin sekali naik angkutan umum yang satu ini, namun selalu gagal, selalu dan selalu ada halangan, bahkan udah didepan stasiun udah beli tiket namun ada aja masalah yang mengharuskan gue buat ngebatalin.

Sempat ada kejadian saat gue ngebatalin berangkat, beberapa jam kemudian ada berita kalau kereta yang ingin gue tumpangi kecelakaan, dan gue sangat bersyukur banget waktu itu gagal naik, walau awalnya sempet kesel juga , namun fakta kalau tuhan punya rencana hebat termasuk dalam sebuah kegagalan. Dan gue sempat berpikir, apa kalau nanti gue naik kereta bakal apes, bakal blabalabla…ahhh semua pikiran negative ramai mengisi otak gue.

Dan kemarin tepatnya tanggal satu januari 2014 eh 2015 gue liburan pake angkutan itu, sebisa mungkin gue berpikir positive tentang keberhasilan gue naik dan duduk dikursi dalam gerbong itu.

Kehidupan ini unik. Kalau saja sederet ke apesan itu nggak hadir, mungkin liburan gue akan berjalan sangat menyenangkan, namun akan terasa sangat flat. Karena kalau udah flat atau monoton apa yang harus gue tulis. Iya ga?

Ini sejarah pertama gue naik kereta, dan yang pertama ini sangat berkesan. Karena gue pulupa, lebih dari itu karena gue nggak punya apa-apa buat ditinggalin setelah gue mati selain tulisan. Makanya gue tulis.

Terimakasih dunia, terimakasih juga Puput dan Asep dengan kepolosannya yang kadang ngeselin, Tasya dan Riska yang selalu tenang padahal tegang, dan Ahwe untuk tiket dan tongsisnya. Kalian seru.

Photo diperjalanan.


Sampai dikota tua.



Lalu ke ancol.


Lalu makan dulu sebelum pulang.


Nahh, begitulah ceritanya anak-anak. Banyak banget kan photonya, sesekali bergaya bolelah, jika kamu anggap lebay, sombong atau apapun itu, terserah karena itu hak mu berkomentar, gue hanya lagi berusaha menikmati hidup yang kata orang-orang susah, tapi menurut gue lucu. Ya, lucu sekali. selucu kamu…..!!

Oke sekian dan salam sama pulsa kuota mu.

© Fahri Prahira - All Right Reserved