Wednesday, December 31, 2014

Aroma Jatuh cinta

       Comments   
Berawal dari hal sederhana, menjadi biasa yang terbiasa. Tak sadar datang sebuah rasa yang entah darimana, tatapannya, raut mukanya, gayanya, atau senyumnya, ah, pokonya kamu nggak pernah tau seakan semua tak memberi alasan untuk itu, hanya mendeskripsikan kalau kamu suka.

Mulai bertanya, saat kabar tak kunjung datang. Mulai aneh dengan apa yang kamu rasakan, seolah kecanduan dengan yang terjadi belakangan ini, tentang mu, tentang dia, sebut saja tentang kita.

Mencoba untuk tak menaruh harapan sedikit pun, namun hati merindu tanpa jeda, kamu mengerti pengharapan itu abu-abu, namun semakin dimainkan malah semakin dinikmati. Yang bisa kamu lakukan hanya berterus terang pada diri sendiri jika kamu sedang merindu. Tak ada yang boleh tau kalau kamu merindu, termasuk dirinya. Bukan apa-apa hanya menjaga kesakitan yang mungkin terjadi jika kamu berkata rindu pada orang yang bukan siapa-siapa bagimu.

Kamu mencintai dalam diam, merindu dibalik senyum. Itu sakit, menggemaskan, dan mengesalkan, tapi kamu sangat suka melakukannya. Mungkin wajar saja jika semua terlihat indah, alasan paling sederhana, saat ini kamu sedang jatuh dan mencinta.

Saturday, December 27, 2014

Brave

       Comments   
Gue masih ingat ketika pergantian tahun 2013 menuju 2014, malam itu gue rayakan dirumah, hanya diam dirumah. Bukan nggak ada yang ngajak, kalau sekedar yang ngajak jalan banyak, dari teman, tante girang sampe bencong perempatan, namun gue tolak semua. Belagu banget, terserah itu asumsi mu, namun alasan gue tolak lebih ke tau diri, daripada nanti gue ngerepotin orang untuk segala dibayarin, mungkin lebih baik gue stay in home, kalau kata anak sekarang ‘Mager’

Akhir tahun 2013 menuju 2014, tahun dimana hidup gue bener-bener drop, tiarap total. Dari mulai gue nganggur karena baru dipecat dari kerjaan, tabungan abis buat poya-poya, barang yang menurut gue layak jadi duit, gue jual, tinggal nyisa blackberry hitam, dan untuk melengkapinya tuhan mengambil handphone gue dengan mendatangkan penyakit yang tak ada habisnya, service lagi, duit lagi, service lagi, duit lagi, sampai akhirnya gue kelelahan dan mendiamkan dia mati beneran. Belum berhenti sampai disana, orang yang sangat gue sayangi, ninggalin gue pergi kuliah keluar kota, nyesek dan butuh waktu lama untuk gue move-on broo, lalu disempurnakan dengan kondisi financial keluarga gue yang ikut jongkok. Seperti udah jatuh ketimpa tangga, belum sempat bagun keburu datang angin puting bliung, dan gue pun terbang bagai kapas sisa bersihin make up nya bencong.

Apa gue stress.? Tentu lah.

Disaat semua teman gue sibuk kerja, malam minggu pacaran, hari libur jalan-jalan, gue luntang-lantung nyari kerja, mungkin sudah nggak bisa dihitung berapa kali gue gagal saat tes masuk kerja, yang ada dibenak gue, “ Gue nyesel dulu pas udah dapet kerja bermalas-malasan, sampai akhirnya dipecat dan yang paling nyesel kenapa dulu waktu sekolah nggak dipergunakan dengan baik untuk belajar “ Tapi yasudahlah, nyokap gue sering bilang, nyesel hanya buang waktu, dan membuat perubahan tak pernah kenal waktu.

Tahun sudah berganti, dan di 2014 gue masih ingat dengan janji gue pada tuhan di suatu malam dimana hanya gue dan tuhan yang berkomunikasi, kalau tahun ini adalah tahun gue untuk ‘Go’. Gue yakin itu, gue buat menjadi sugesti yang terus terngiang-ngiang dikepala.

Perlahan gue putar gaya hidup, sebisa mungkin gue tinggalin hal yang sekiranya tak harus gue lakukan. Dan Alhamdulillah, kegiatan yang dikategorikan haram sedikit demi sedikit gue lepaskan. Nyokap gue tanpa henti ngasih semangat. Perempuan yang menurut gue amat demokratis, perempuan yang bisa menjelma jadi semua peran, menjadi ibu, sahabat, teman curhat, bahkan musuh yang menyeramkan yang buat gue segan.

Entah sebuah kebetulan atau bukan, namun gue lebih setuju ungkapan Darwis Tere L “ Tidak ada yang kebetulan di muka bumi ini. Bahkan sebuah kebetulan yang amat kebetulan adalah tetap rencana tuhan yang tidak pernah meleset ” Dan tepat saat motivator gue Om Mario, bikin tweet seperti ini
“@MTLovenHoney: Mario Teguh Cool Tweets - RENCANA SUKSES SEJAK MUDA, Sabtu 10 Mei 2014, 20:00 – 21:00 WIB. Love you!”

Gue favoritkan tweetnya, karena apa? Karena tepat di detik itu pula gue medapat telepon, kalau gue diterima kerja di  salah satu dari puluhan perusahaan yang gue datangi.

Jangan tanyakan bagaimana rasa bahagia gue saat itu. Seperti kemarau panjang yang tiba-tiba hujan namun tanpa petir yang membahayakan. Rintiknya seolah membasuh rindu gue, memuaskan dahaga, lantunan syair indah mana pun tak bisa mendeskripsikan. Ah pokonya rasanya nano nano.

Perlahan gue katrol keatas, dari tiarap, sedikit bagun, lalu jongkok, lalu berdiri namun belum bisa tegak, belajar berjalan, dan terus belajar dari kesalahan yang dulu sempat memporakporandakan gue.

Gue miliki kembali semua yang sudah hilang, gue tepati semua janji, contoh sederhana gue ingin kuliah, gue lakukan ditahun ini, dan beberapa janji kecil yang sampai saat ini belum mampu gue tepati, gue katakan ‘belum’ karena gue yakin kelak ‘Akan’.

Allahuakbar. Tuhan sentil gue dengan masalah, dan tak sadar membentuk gue jadi sosok baru, yang tak hanya bernyawa, dan tak hanya hidup makan dan ee.

Selamat tinggal masalah lama, dan selamat datang masalah baru, gue tunggu, dan silahkan tumbangkan gue jika mampu. *Azeek

Hello 2015, jika tahu 2014 berthema ‘Go’ tahun lo akan gue katakan waktunya gue untuk ‘Brave’

-Purwakarta, pagi hari.

Tuesday, December 23, 2014

Blogwalking

       Comments   
Dulu waktu pertama gue ngeblog, waktu bimbang ngisi postingan apa diblog, saat masih pake template standar, saat nggak ngerti apa itu kode html, css, php, new entri, tata letak, header, widget, blogwalking dan tektek bengek lainnya.

Jujur dulu sempat gue ngisi potingan hasil kopi susu, eh kopi paste, karena masih belum ngerti tujuan gue ngeblog buat apa. Jangankan tujuan ngeblog, gue tersesat di hobby ini juga masih jadi pertanyaan.?

Setelah diperdalami, ternyata kegiatan ini menyenangkan juga, yang pasti positive. Gue sering dibuat kesel saat nggak ada satu pun yang lihat blog gue, travic blog tiarap. Gue buat lagi link blog baru, sepi lagi, buat lagi, sepi lagi, dan terus seperti itu sampai akhir hayat.

Memang ramai atau tidaknya sebuah blog tergantung tujuan kita ngeblog untuk apa? Ada yang buat sekedar iseng, usaha dengan google adsense, ada juga sebagai media mempublikasikan karya. Jika blog hanya dianggap sebagai iseng tentunya ramai atau tidak itu nggak masalah, itung-itung sebagai diary dalam bentuk digital.

Nah setelah gue selidiki bareng briptu Eka, ada beberapa cara agar blog gue rame.

Pertama ikut komunitas blogger, iyalah masa kamu doyan ngeblog ikutnya komunitas Wota. Ada banyak komunitas blogger seperti, Warung blogger, Kancut keblenger, jamban blogger, dan masih banyak lagi, jangan males, googling aja sendiri okey.

Biasanya tiap komunitas ada aturan bagaimana kamu mepromosikan link blog kamu, awas jangan asal, karena semua harus ada tata caranya. Biar link blog kamu nggak di anggap sampah oleh mereka.

Kedua Blogwalking. Dulu gue bertanya-tanya, apa itu blogwalking, apa iya blog gue musti di ajak jalan-jalan, yang ada gue di bilang jomblo gila. Disaat remaja lain jalan sama cewek, masa iya gue musti bonceng lepi gue sambil ngeblog.

Setelah diraba dan diterawang, blogwalking adalah satu kegiatan diamana kamu rajin berkenjung ke blog orang, akan lebih bagus jika berkomentar di postingannya, tapi baca dulu biar komentar mu nyambung, yang pasti enggak dibilang gila lagi.

Yang harus kamu ingat, berkomentarlah dengan sopan, kritik yang membangun, biar orang yang kamu kritik lebih maju dan berkembang bukan minder, dan jangan pasang link dikomentar yang bersipat promo, karena biasanya pemilik blog kurang suka dengan hal-hal seperti itu, apalagi sampai ada kalimat “ Kunjungi balik yah kesini www.sitai.com Percayalah tanpa diminta dia pasti Feedback ko. Gue sendiri walaupun jarang balas komentar karena jenis komentar yang standar, tapi gue pastikan nama gue ada di kolom komentar yang udah mampir ke blog gue, tanpa disuruh gue pasti datang, karena nggak setiap hari juga gue nulis diblog, sesekali gue sempetin buat blogwalking. Karena fungsi blogwalking selain menambah keakraban dengan sesama blogger, juga menamabah wawasan atau ideu untuk gue nulis.

Nah itu cara sederhana yang membuat blog gue kini sedikit mainstream. Kalau mau silahkan lakukan hal-hal sederhana itu. Semoga bermanfaat, dan tetap berkarya, apapun karyanya dan caranya. Bye

Monday, December 22, 2014

Bicara bijak lebih mudah daripada berbuat bijak

       Comments   
Alhamdulillah belakangan ini blog gue ramai dengan visitor, layaknya pasar induk yang lagi buka diskon 100%, walau yang berani berkomentar hanya satu/dua orang, tak apalah sing penting tampilan statistic blog gue cantik.

Memangnya statistic bagus ngasilin duit Ri ? Ya, kalau gue mau, bisa saja, seperti dipasang iklan atau artikel berbayar, tapi bukan itu tujuan gue. Kurang lebih udah 3 tahun gue ngeblog dan nggak pernah pasang iklan, atau kerjasama dengan google adsense, selain nggak suka meramaikan blog dengan iklan, ini juga bagian dari hoby, kalau udah ngomongin hoby jangan disangkut pautkan dengan duit, ini urusan mood/passion.

Postingan ini dibuat karena ada permintaan dari salah satu teman gue yang bernama @Dechansa, dia mahasiswi UIN Bandung, dia lucu, baik pula, namun sayang dia jomblo, kalau nggak salah dia ngomong seperti ini “ Fahri ayo dong nulis lagi “ Jujur itu kalimat paling sejuk buat telinga para penulis amatir seperti gue. Entah alasan nya bener suka sama tulisan gue, atau karena dia teman dekat gue. Terlepas dari semua itu, sekarang bantu gue untuk bilang terimakasih padanya. hehe

Sebelumnya gue minta maaf jika semua tulisan atau gaya bicara gue terkesan so’bijak dan menggurui, namun percayalah gue nggak bermaksud untuk itu, semua real ulah tangan gue bergoyang di atas keyboard lepi, yang mengalir deras dari pemikiran subjektif gue.

Menurut gue berbiacara itu seperti kamu make baju. Jika berbicara tentang berbicara, duhhh ko nggak enak banget ya dengernya, baiklah langsung saja ke cerita.

Alkisah. Dug dug… dug dug….

Ada dua orang anak muda bernama supri dan jono. Supri adalah cowok baik, soleh, pinter, rajin menabung dan hemat pangkal kaya, namun dari segi penampilan dia cenderung slengean,brantakan seperti berandalan. Sedangkan Jono, cowok bandel, bodoh, idiot, boros, ah pokonya semua sipat negative ada padanya, namun dalam segi penampilan dia selalu rapih dan wangi.

Satu ketika mereka dipanggil oleh ratu dari kraton bernama Putri Ningsih untuk dipilih menjadi suaminya. Lalu mereka datang ke kraton dengan karakter mereka masing-masing.

Menurut kamu Putri Ningsih akan berpikiran phositiv kepada siapa dulu?

( silahkan kirim jawaban kamu, dengan cara mention ke twitter @Fahrihira Lalu hastag #Putriningsihmencaricinta ) Hahaha…*Apaan sih, garing Ri ?? Baiklah jika ini nggak penting jangan dibaca, skip aja ya.

Ungkapan “ Berbicara bijak lebih mudah daripada berbuat bijak “ sama dengan karakter orang yang selalu bilang “ Hidup nggak semudah kata-kata mario teguh “ Memang benar hidup tak semudah kata-kata si botak bijak itu, tapi hidup akan lebih tidak mudah jika gue jauh dari nasihat-nasihat bijak/baik. Gue yakin mereka yang kini berhasil jadi orang besar, mereka adalah para pendengar handal nasihat baik.

Logikanya orang akan lebih dulu menilai apa yang dia mampu lihat dan dengar. Makanya gue nggak percaya dengan orang yang selalu bilang. Ehh.. kamu nyari pacar yang kaya gimana? Ah aku mah yang penting hatinya aja baik, urusan cakep belakangan.!!

Hoaxxxx bro, aktualnya kita menilai apa yang pertama kita lihat dan dengar lebih dulu. Kalau kesan pertama saja sudah nggak enak, mana mungkin akan terjadi kesan-kesan yang berikutnya. Karena depinisi orang beriman pun. Ucapan selaras dengan perbuatan.Yang disebut disitu ucapan dulu baru perbuatan.
Karena ucapan adalah do’a.

Jadi kalau gue nggak bisa berbuat baik. Yah, setidaknya gue bisa berkata baik.

Friday, December 19, 2014

Orang Yang Pernah Ada

       Comments   

Jika berbicara tentang mantan memang tak ada habisnya, dengan galau yang tak pernah bertua. Gue rasa terlalu pagi jika remaja sekarang membudayakan istilah setia, yang ada di jaman romeo juliet. Entahlah itu jaman nyata atau hanya cerita fiktif belaka.

Ok, kembali ke mantan. Upps… go go move on, *Salah fokus*

Apakabar kamu yang rajin stalker di timeline mantan. Memang move on itu tidak segampang minum kopi. Sudah berjanji pada hati, bahkan sampai hati jengah mendengar janji kamu untuk nggak ngepo-in timeline si dia, namun karena rasa yang belum padam memaksa jari manis ini untuk mengetik namanya di kolom search facebook/twitter.

Kamu mengekpresikan suasana hati dengan nulis status yang hanya kamu dan tuhan yang ngerti, dan berharap pula dibaca nya. Semakin dilampiaskan di social media ternyata malah semakin abu-abu, semakin sakit, dan lambat laun kamu pun kelelahan.

Apa tidak kasihan pada perasaan sendiri yang terus dipermainkan oleh hati yang memang bukan hak mu lagi. Apa tidak sayang dengan otak yang terus dipaksa berputar di tempat yang sama. Apa nggak malu mesti cemburu ketika mantan punya pacar baru.

Apa kabar kamu yang doyan mencaci mantan di jejaring sosial, mungkin kelamaan diem di timelinenya, atau akibat mendengar kalau dia sudah punya gebetan baru sedangkan kamu masih disitu-situ saja.

Apa mencaci maki mantan di sosial media bakal membuatmu tambah cakep? Bakal membuat orang iba padamu? Akan mengakhiri kejombloanmu. Gue rasa itu hanya akan membuat imej mu semakin jelek di mata publik. Apa dengan memperlihatkan kejombloanmu di jejaring sosial, akan lebih cepat mendapat kekasih baru? Sepertinya itu malah akan memperlama kesendirianmu.
Orang ceria, mudah bergaul akan disukai banyak mata, lebih cepat mendapatkan orang baru, kenalan baru, teman baru, dan tentunya kekasih baru. Jadilah orang ramah bukan orang murah.

Satu cara yang rasional, membuang buang pikiran negatif. Jika memang kamu cuma menginginkan dia, buat dia nyaman untuk tetap berkomunikasi denganmu. Sementara relakan dia menikmati hidup dengan cinta yang lain. Jika kamu cinta dia maka percayalah. Jika kamu hanya menginginkan dia yang jadi jodoh mu. Jika yakin dia akan kembali untukmu, jaga sikapmu hari ini ketika tanpa dia, maka dia/jodohmu akan menjaga dan merawat dirinya untukmu nanti.

Semarah dan sekecewa apapun, ingatlah, setidaknya kamu pernah mencintainya, pernah dengan dasyat merindukannya, pernah melakukan hal konyol demi dia, pernah cemburu karena sikapnya, pernah merasa sangat kesal karena ulahnya. Apakah itu bukan kedekatan yang luar biasa dekat, apakah itu bukan chemystri yang hebat, lantas apa istilah untuk menyebutkan kebersamaan dulu?

Jika memang itu sudah berakhir, akhiri dengan baik dan tutup emosimu, buat cerita baru dengan peran baru di depan sana, tanpa harus melupakan cerita lama di belakangmu, karena cinta tak menyuruhmu untuk melupakan masa lalumu.

Bad Boy Or Good Boy

       Comments   

“ Dasar cowok brengsek “ Itulah salah satu kalimat yang sering terdengar saat sicewek kesel sama cowoknya, kemudian putus, selanjutnya jadian lagi dengan jenis cowok yang sama.

Mungkin itu siklus asmara yang dialami kaum perempuan, dan itu artinya populasi cowok brengsek lebih banyak ketibang cowok biasa. Untuk kebutuhan tulisan ini gue akan sebut cowok brengsek itu sebagai ‘Bad Boy’ dan cowok biasa sebagai ‘Good Boy’. Sengaja gue sebut cowok biasa, jika memakai sebutan cowok baik, soleh, bijak atau dewasa. Kebagusan bro, seperti kata radityadika karena semua cowok sama saja kalau nggak homo ya bajingan, makanya sampai kapan pun juga gue nggak sudi buat jadian sama cowok. Fix !!

Bad Boy selalu dikaitkan dengan hal-hal yang negatif tapi juga atraktif. Dilihat dari fisik kebanyakan Bad Boy cenderung dengan penampilan yang urakan, bisa berantakan, bisa juga rapih sleek-sleek tattoo-an, tapi bukan yang doyan tidur di emperan, itu anak jalanan broo. Badboy cenderung slengean, cuek, seperti sombong, jual mahal, selalu ingin yang simple nggak mau ribet. Spesies cowok seperti ini dikenal dengan bicaranya yang blak-blak-an, kalau mau sesuatu dari ceweknya nggak harus so’pemalu, nggak harus memutarkan banyak kata, belok sana belok sini, pokoknya straight to the point lah dengan caranya sendiri. Banyak yang bilang jenis cowok seperti ini nggak romantis, padahal dia sangat romantis namun dengan cara nya sendiri, beda dengan cowok pada umumnya, mereka juga selalu punya hal lucu untuk dirindukan dibalik tinggkah konyolnya. Cewek suka dengan type cowok ini karena mereka nggak gampang ketebak, selalu punya kejutan yang bisa mengusir rasa bosan sebuah hubungan. Tapi seringkali type cowo Bad Boy ini membuat cewek makan ati, makan jarum sampai peniti, mungkin karena sifatnya yang suka tebar pesona.

Good Boy, jenis mahluk ini selalu dikaitkan dengan hal positive dan imej baik. Dilihat dari fisik type Good Boy cenderung seragam, dan menurut gue sangat monoton, berpenampilan mengikuti arus yang ada, bahkan untuk makin memikat lawan jenis, memakai dasi kupu-kupu disempurnakan dengan sepatu hitam mengkilat. Cewek suka dengan sepesies cowok seperti ini hanya ingin cari aman. Karena mereka yang terkesan tidak banyak tingkah, pendiam, so cool, ngomong yang penting-penting doang, padahal diem-diem doyan mijet di warung remang-remang. Cewek juga menganggap cowok jenis ini menggemaskan, romantis, doyang ngasih bunga, ‘heran dari jaman raja nambrud belajar sepeda masih dipakai trik ngasih bunga’. Konon katanya cowok jenis ini selalu memperlakukan sicewek bak ratu kerajaan ingris, pintu dibukain, mau duduk kursinya di ambilin, pokonya seperti pacaran sama nenek jompo, dan dengan segala ke-romantisme picisan nya, padahal tujuannya sama meraih selangkangan perempuan. So shit.!!

Menjadi Good Boy tidak semenarik Bad Boy dan menjadi Bad Boy tidak seaman Good Boy. Keduanya memiliki plus minus tersendiri. Menjadi Good Boy atau Bad Boy adalah sebuah pilihan. Tipe Good Boy yang memaksakan untuk menjadi Bad Boy hanya akan terlihat menggelikan bagi cewek, karena karakter itu bisa dibuat tapi enggak bisa dibuat-buat. Seperti kata bang Gofar Hilman Jika lo Tanya gue pilih yang mana, gue memilih untuk jadi Bad Boy in a good way. Yeahahhaha.

Thursday, December 18, 2014

Ribet

       Comments   

Ceritanya peralatan kecantikan gue habis, lantas secepatnya gue lari ke alfamart terdekat, setelah sampai depan pintu alfamart, gue mengatur nafas, tarik dari hidung keluarkan dari pantat, baca do’a sebelum membuka pintu alfamart dan mempersiapkan diri untuk menerima salam sapa dan senyum mba-mba penjaga toko, karena kalau nggak dipersiapkan kondisi kejiwaan gue akan tergoncang kaget oleh senyum perempuan yang belakangan ini jarang gue temui. Sama seperti lo nahan haus nggak nemu air minum selama dua pekan, sekali nya dikasih minuman langsung minuman dingin bersoda, coba bagaimana rasanya.? Pokonya gkjhgfjhcjjhgzc… deh.

Oke lanjut. Setelah masuk dan gue muterin rak toko, biar sedikit gaya gue memasang raut muka bimbang saat memilih barang, bukan bimbang memilih merek barang, namun bimbang dengan harga barang. Setelah semua yang gue cari terkumpul, dengan agak peminim gue menenteng tempat belanjaan, padahal isinya cuma pembersih muka dan pasta gigi. Yaudahlah terserah gue, well gue adalah penganut istilah “ pembeli adalah raja “. Lalu gue menuju kasir dan antrian nya panjang banget, sialnya gue yang terakhir, didepan gue ada ibu-ibu dengan belanjaan yang sepuluh kali lipat lebih banyak dari gue, depan ibu itu ada tante-tante memakai setelan baju tidur yang sedang melakukan transaksi. Entah dia lupa ganti baju, atau memang style itu yang saat ini lagi tren, karena gue sering banget lihat baju tidur dipake buat jalan keluar oleh kalangan perempuan seusianya. Tak heran karena orang di Indonesia selalu salah menempatkan sesuatu pada tempatnya, sama halnya dengan dana subsidi bbm pada premium, yang harusnya dipake untuk kendaraan roda dua, namun sering gue lihat yang ngantri premium di SPBU kendaraan roda empat dengan jenis mobil berkelas, bahkan ber-plat nomor merah. Gue cuma bisa bilang lucu dan nggak tau malu. Mungkin itu alasan mengapa dana subsidi dinaikan, dari pada diterima oleh orang-orang yang nggak berhak, mending duitnya dikumpulin untuk bangun sekolah, jembatan, tol dll. Uppsss… tuhkan syndrome ngaco gue kumat. Oke sory pak bos sedikit nyindir boleh lah.

Setelah sitante tadi selasai melakukan pembayaran, sekarang giliran ibu-ibu depan gue, dan selanjutnya gue. Si mba kasir mulai menghitung satu persatu belanjaan ibu itu, lumayan memakan waktu karena belanjaan nya banyak. Di menit pertama gue bersikap biasa, menit berikutnya alis mata mulai mengerut, belanjaan udah terhitung semua, gue kira bakal selesai, namun ternyata tidak dia bayar pakai ATM, mulut gue mulai berbunyi, kurang lebih seperti ini bunyinya, “ ceccctt… “ kartu ATM nya digesekan, satu kali nggak kebaca, di ulangi lagi, lalu si ibu itu memsukan pin nya, jempol kaki gue mengetuk sandal, semakin resah karena gue yang kebelet kencing, entah kenapa ibu itu diminta memsukan lagi pin, dan gue mulai menggabungkan semua interaksi, dari mulai mengerutkan alis mata, mulut berbunyi dan jempol kaki gue mengetuk berulang-ulang, setelah itu alhamdulillah belum selesai juga, si ibu itu masih berdiri depan gue nunggu kuetansi belanjaannya keluar.

Akhirnya JRENGG …. selesai dan ibu itu enyah dari hadapan gue!!

Sekarang giliran gue tiba, langsung ngitung belanjaan, totalnya dua puluh tiga ribu sembilan ratus rupiah, gue hanya butuh persekian menit melakukan transaksi, gue bayar pake duit kontan sebesar dua puluh empat ribu rupiah, “ Ambil aja kembalian nya mba “ ucap gue sebari lansung beranjak.

Coba kalau ibu tadi kaya gue, mungkin gue udah nyampe rumah dan mandi dari tadi. Padahal hukum jual beli sederhana. Namun inilah jaman modern, sering sekali gue dibuat ribet oleh kecangihan teknologi yang tujuannya memudahkan, dan banyak sekali korban penipuan karena kecanggihan teknologi yang digunakan oleh orang yang belum paham.

WHAT THE FUCK…!!Oke cukup, sekali lagi jangan cari hal bermanfaat di setiap artikel gue, karena nggak bakalan ada, tapi kalau memang ada ya silahkan ambil bungkus dan bawa pulang, hehehe. Bye.

© Fahri Prahira - All Right Reserved