Friday, October 31, 2014

Ngomongin Kesetaraan

       Comments   

Berbicara tentang kesetaraan gender. Menurut gue, jikalau ingin perempuan setara dengan laki-laki yang harus dilakukan adalah menghapuskan peraturan yang sifatnya boomerang bagi kesetaraan itu sendiri, seperti “Ladies Parking”. Gue pribadi enggak setuju sih ada peraturan ini, seperti mengisyaratkan bahwa perempuan adalah makhluk lemah yang harus parkir dekat dengan pintu masuk mall. Gue yakin perempuan punya semangat yang sama dengan laki-laki dalam berjalan kaki. Terkecuali jika perempuan itu hamil, mungkin peraturan “Ladies Parking” diganti dengan “Pregnant Women Parking”. Lebih manusiawi. Wanita ngga harus dibukain pintunya, diambilin kursinya, atau mempersilahkannya berjalan didepan.

Masih ingat kasus dinda di path, seorang cewek jagoan yang tidak memberikan tempat duduknya ditransportasi umum untuk ibu hamil. Dia kabarnya dicariin Hammer Girl The Raid. Dinda berpikir kalau hak semua penumpang itu sama, siapa yang utama, dia yang dapet tempat duduk. Tapi kali ini gue nggak setuju dengan dinda, memang ibu hamil semestinya diprioritaskan, ingat bukan karena dia perempuan melainkan karena dia hamil. Beda kan?

Perempuan selalu berteriak, ini jaman emansipasi wanita. Harfiahnya emansipasi wanita adalah kesetaraan hak dan gender. Emansipasi wanita juga bisa diartikan sebagai suatu usaha untuk menuntut persamaan hak-hak kaum wanita terhadap hak-hak kaum pria di segala bidang kehidupan. Tapi ketika salah atau terpojokan, mereka dengan manja bilang “Kita kan cewe”. Hey ladies semakin kamu menggunakan keperempuanan mu untuk menindas, maka kamu semakin di anggap lemah. Dan itu bukan sosok yang ada dalam diri ibu kartini.

Seringkali gender menjadi senjata bagi masyarakat ignorant. Pernah waktu itu gue lagi naik bus umum perjalanan ke bandung, dalam bus tinggal nyisa satu kursi, tak lama naik lagi satu penumpang, akhirnya kursi pun penuh, tak laman kemudian bus berhenti lagi, naik lagi satu penumpang perempuan, bergaya anak kuliahan, dia terpaksa berdiri, sialnya berdiri tepat disamping gue, badannya sedikit nyender dikursi gue. Beberapa menit dia tak bicara, pikir gue mungkin sabar, namun lama kelamaan sipat keperempuanan nya pun muncul, di berbisik sangat pelan, namun gue jelas denger “ihh ini cowok nggak peka amat, bediri napa” Yah gue lihat dia sehat sentosa, cantik pula, dan gue pikir dia masih mampu buat berdiri beberapa jam, kenapa musti gue yang ngalah, kalau dia hamil, atau dia bapak-bapak yang lagi sakit, atau kake nenek yang renta, baru gue berdiri dan ngasihin tempat duduk.

Perempuan pasang avatar sexi pasti banyak yang follow, cowok pasang poto sexi dikira gay, perempuan upload photo pake tangtop, jadi hot topic terus dibilang imOet, cowo upload photo pake tantop tambah tattoo, dibilang homo atau bahkan lebay, perempuan update status jorok di support, cowok updet status kasar, dicaci, perempuan di ajak tidur bilang nya buaya darat, nah kalau perempuan yang ngajak tidur, bilangnya budaya barat.

Dear perempuan.

Setara yang sperti apa yang kamu maksud?

Ciri Gebetan Ngga Tertarik Sama Kamu

       Comments   

Kepastian dan penantian berhubungan erat dengan yang namnya harapan, gue pikir mereka masih saudaraan. Sipemberi dan sipenerima, kadang tidak tau hak dan kewajiban mereka. Logikanya, yang memberi, ya bebas mau ngasih berapapun, dan sipenerima ikhlas diberi berapapun, namun yang jadi masalah disni adalah cara sipembri itu ngasih, nah itulah yang mengakibatkan para penikmat harapan palsu makin marak. Fakta yang gue lihat dilapangan sebagian orang tidak paham atau mungkin pura-pura bego dengan perhatian yang dikasih oleh sipemberi, yang hanya sebatas teman, yang pada akhirnya menanti penantian yang sebenarnya tak ada, terus apanya yang dinanti.? Atau sipenerima kadar ke GE’ERan nya tinggi, sampai disenyumin dikit aja ngiranya ngajak jadian, ahh.. kamu ini. Ciri gebetan nggak tertarik sama kamu menurut analisa yang gue temukan setelah barusan meneguk coffe.

Balas pesan mu lama. Gue yakin kamu sediri akan males jika menerima pesan dari orang yang nggak penting-penting amat dihidup mu, dia bukan teman, bukan juga sodara, atau kerabat, melainkan orang yang lagi suka sama kamu, But you don’t like. Nah buat kamu sipenerima, kalau nada sms nya sudah pasif, kamu nulis panjang lebar terus dibales cuma ‘Ya’ doang atau bakan ‘HAHA’ doang, segera kamu curiga dengan dirimu sendiri. Hanya ada dua cara, lanjut diperjuangkan yang nantinya akan memberatkan mu, atau tinggalakan dan cari yang mau.

Susah diajak jalan bareng. Kamu terus-terusan ngajak jalan, beberapa kali atur waktu buat jalan, berusaha mati-matian, namun pihak sana pun berusaha mati-matian cari alasan supaya nggak jadi jalan. Segera tinggalkan.

Membicarakan orang yang dia mau. Komunikasi yang kamu lakukan bukannya membahas tentang kalian berdua, melainkan ngomongin orang lain, bahkan membahas dan memuji orang lain depan kamu. Yang sabar ya, tinggalin aja.

Yah, yang namanya rasa, enak nggak enak individu itu sendiri yang tau, setampan atau secantik apapun kamu, jika dia memang nggak nyaman sama kamu, jangan dipaksain, karena pengemis cinta sampai kapanpun akan menderita, cari yang ikhlas sajalah. Memang benar jika dicintai itu menyenangkan dari pada mencintai, tapi saling mencintai itu lebih membahagiakan loh.

Sepakbola Bukan Keyakinan

       Comments   

Sepakbola selalu dibilang sebagai arena pemersatu. Kemeriahan sepakbola dirasakan semua kalangan, apalagi jika datangnya piala dunia, orang yang sebenarnya nggak tau bola ikut-ikutan teriak, saat ditanya siapa yang ngegoll-in semalem, dia langsung googling, dan kebetulan orang itu adalah gue. Ya, gue tidak terlalu suka dengan sepakbola, juga nggak punya team pavorit, jikalau pun ada pertandingan, gue nonton hanya untuk sekedar seru-seruan, dan pas hadir momentum akbar seperti piala dunia, gue paling seneng ngedeketetin orang yang fanitik pada satu team, karena apa? Mereka yang fanatic akan berani bayar taruhan walau pun team pavoritnya jelas-jelas lagi ngedrop. Hayo siapa yg bego?

Memang benar sepakbola sebuah pemersatu, dari pemain, pelatih sampai supporter, namun gue ngeri melihat fakta yang terjadi, sepakbola yang harus nya jadi sebuah arena pemersatu, bergandengan tangan, bernyanyi bersama, kini jadi sebuah kelompok yang saling membenarkan sendiri, lebih ngeri dari itu, speakbola yang gue lihat jadi investasi yang bergelut dalam politik. Aksi politik dalam sepakbola kini jelas terlihat. Jika sekedar ledek-ledekan mungkin biasa, namun aktualnya kini bukan lagi mulut tapi jadi pertumpahan darah hanya gara-gara team idola. Dan yang santer terdengar, ada yang jual mobil, rumah, mungkin kelak anak dan istri bisa digade-in buat jadi tarohan.

Gue pikir, yang mereka lakukan dengan team idolanya, seperti keyakinan mereka pada tuhan. Ya mereka terlalu mentuhankan idolanya. Gue lihat semua merasa paling benar, tak tau, bahkan tak ingin tau siapa yang mulai perkelahian, yang pasti statman mereka “Team gue yang bener”. Saat team A kena sangsi, kerena memang ulah pemain/suporternya sendiri, si team A ini tetap merasa benar, dengan terus mencari cara kalau team B lah yang salah. Keyakinan mereka terhadap idola tak logis tapi nyata. Gue pernah dengar dari salah satu pemuka agama, jika terlalu fanatic mengidolakan itu haram, lebih dalam dari itu tuhan pun tak menyukai hal yang berlebihan. So ngefans sih ngefans tapi ya rasional dong bro.!!

Thursday, October 30, 2014

Perluas Pergaulan

       Comments   

Banyak teman banyak rezeki, kata siapa? Kata gue barusan. Karena makin banyak teman makin banyak pula rellasi kita, peluang-peluang baru, atau ideu-ideu cemerlang terkadang datang dari orang baru. Masih ingat dengan ungkapan “Awas jangan salah pilih teman” Di article ini gue nggak akan nyuruh lo buat pilih-pilih teman, gue akan sharing bagaimana lo dipilih oleh teman.

Di kota Purwakarta, tempat tinggal gue sekarang, gue adalah orang baru. Ya, gue anak perantauan, alhamdulillah tak butuh waktu lama untuk gue kenal semua orang disini, bahkan gue sudah merasa kalau gue asli anak sini, tak cukup puas sampai disitu, beberapa bulan kebelakang gue memutuskan nyari kerja diluar kota, tiap hari pulang pergi lintas kota, tempat kerja, main, dan kuliah semua beda kota, biara apa? Biar cape. Yang pasti biar jaringan pertemana gue nggak LoLa ( Lo lagi lo lagi ).

Jadi orang nyaman itu ngga sulit, tapi nggak mudah juga, gue pernah digebugin anak-anak sekitar, dikejar-kejar RT, dan hal konyol lainnya, namun itu ngga membuat gue kapok untuk hidup sendiri, melainkan membuat gue tau dan paham yang dinginkan sekaligus yang dibenci orang pada diri gue sendiri. Oke ini beberapa tips bergaul yang sehat menurut versi gue.

Attitude.

Sebelum kamu mau memperluas pergaulan, hidup di antara orang-orang baru, pertama kamu harus benerin attitude kamu sendiri, jangan rese, jangan songong, kamu posisikan diri mu sebagai orang baru yang ingin kenal dengan mereka. Ngga lucu juga kenalan banyak, tapi semuanya membeci. Dan kamu nggak boleh jadi pribadi yang pelit, sombong, sotoy, menyebalkan, dll.

Pinter.

Orang pinter itu disukai semua kalangan loh, lebih bisa diandalkan, yang pasti orang pinter lebih dibutuhkan dari pada orang tajir, dan orang pinter tau kapasitas. Dia ngomong sama siapa aja nyambung, dan saat yang ngajak ngomong udah ngerasa nyaman sama kamu, disitulah titik dimana kamu mulai diperhatikan dan dihargai.

Open minded.

Jika jika jaringan pertemanan sudah banyak, pergaulan makin meluas, tugas kamu sekarang terbuka. Ya, kamu nggak boleh menutup diri, wellcome dengan semua pendapat orang, jika tidak sepeham, bicarakan baik-baik.

Nah itu tips dari gue, so perluas jaringan pertemanan kamu, dan gue yakin proses move-on pun akan berhasil, lalu pacar baru pun datang dari orang-orang baru, Loh ko ke situ ri..? Entah, ah.

Yowis, semoga bermanfaat.!!

Friday, October 3, 2014

Mereka Yang Selalu Ada Dan Pernah Ada

       Comments   
Gue buat article ini terinspirasi dari halaman kata pengantar di buku Relitionshit-nya Alit Susanto. Gue nulis ini untuk mereka yang kelasnya sama dengan gue. Mereka yang selalu dikategorikan susah, sulit, madesu dan bahasa menjijikan lainnya.

Sering sekali kita dengar istilah kalau dunia ini berputar. Tentunya beberapa perubahan telah dilakukan, seiring rotasi bumi dengan jutaan dimensi dari malaikat-malaikatnya allah, ada yang tak sadar kalau itu adalah sebuah perubahan, ada pula yang berusaha ingin berubah, namun ada juga yang stuck terdiam ditempat yang sama, mungkin bukan karena tidak mau berubah, hanya saja belum menemukan celah. Dan gue telah merasakan perubahan itu, dari fase lucu-lucunya, ke fase yang menyebalkan yang disebut remaja, dan ke tahap pembenahan seperti sekarang, gue ngga mau sebut fase pendewasaan, karena apa yang gue lakuin masih jauh dari kata dewasa. Pastinya gue melalui itu tidak sendirian, sadar atau tidak peran mereka berpengaruh dalam tahap metamorfosa hidup. Siapa Mereka?
  • Keluarga
  • Teman
  • Temannya teman
  • Orang baru
  • Pacar
  • Mantan pacar
  • Dan bahkan mantan gebetan yang pergi tanpa sempat dimiliki.
Ada yang bertugas sebagai penyemangat, ada pula yang fungsinya sebagai pembenci, bahkan ada juga yang dekat namun tak pernah peduli. Ketika hati tak mampu menerima keberadaan para pembenci, kita sering menyerah karena yang mereka katakan selalu mematahkan apa yang sedang kita lakukan. Kecemburuan social menjadi pemicu amarah kita naik turun, namun bukankah kita bisa menjadikan itu sebuah kecemburuan positive, katakan “Ya gue bisa melakukan itu, Gue mampu membeli ini itu, Gue bisa lebih dari dia/mereka. Jangan pernah malu saat semua tidak tercapai, karena untuk bisa bermimpi dan selalu berusaha saja kita sudah dikategorikan mahluk bernyawa dan berakal, jika itu semua tercapai kita naik ke greet manusia hebat.

Mengeluh itu manusiawi, karena pada dasarnya kita dicipkatan dilengkapi rasa, namun yang salah ketika mengeluh lalu kembali pulang kebelakang. Kita lihat orang gila yang tak pernah mengeluh dirinya sakit jiwa, buktikan kalau kita bukanlah orang gila. Kita patahkan pernyataan yang mengatakan orang kaya semakin kaya, orang miskin semakin miskin. Teriakan kalau kita adalah orang susah yang ingin berubah, bukan yang bisa merengek manja dan meminta, stop berpangku tangan pada orang lain, biarkan mereka ada untuk diameter kita mencapai semua.

Kamu yang saat ini baru bisa membeli sepatu hasil kerja keras mu jadi tukang parkir, kamu yang sekarang bisa beli smartphone hasil jagain toilet SPBU, atau bahkan kamu yang baru bisa makan sama ayam goreng hasil ngamen semalam. Percayalah kamu lebih hebat dari mereka yang punya Alpard hasil minta dari bokap, atau mereka yang pake iphone bermerk Apple hasil kabur-kaburan dari rumah, atau bahkan hasil memberontak mecahin kaca rumah. Tak perlu minder tinggal tunggu saja keluaga mereka mati satu persatu. *Ehh

Style, tahta, harta, tak akan bisa melambatkan atau mempercepat detik yang sedang bejalan. Pertanyaannya sampai dimana perubahan yang sudah kita lakukan. Mari ucapkan terimakasih pada mereka yang telah mendampingi atau membaci. Mereka yang selalu ada dan pernah ada dalam tahap perubahan hidup kita.

Dan sampai sejauh ini gue ingin mengucapkan terimakasih buat Tuhan YME sang penguasa alam fana telah mengkaruniai hidup yang jauh dari kata sempurna, hingga setiap proses perjuangan dalam cerita hidup bisa gue nikmati dan syukuri, buat mamah, dan adik gue, yang selalu memanjatkan do’a dalam diam untuk gue, semua teman yang jadi penyemangat bahkan yang jadi pembenci, gebetan dan barisan para mantan yang sudah membuat gue patah hati, Terimakasih, karena bagi gue, patah hati selalu jadi inspirasi yang berujung royalti. Hehe..

Silahkan tulis dikolom komentar apa yang kamu punya hasil kerja keras kamu sendiri. Dan tetap semangat untuk menjadikan hidup ini lebih hidup.

© Fahri Prahira - All Right Reserved