Wednesday, September 17, 2014

Kekonyolan Pengguna Smartphone

       Comments   

Sebenarnya gue males buat nulis tentang Smarphone, karena gue sendiri yang sangat addict dengan benda yang satu ini. Dari pada gue ngomongin orang mending gue buat opini untuk diri gue sendiri, jika kamu pun merasa, Ya gue bersyukur berarti tujuan gue menyindir berhasil. hehe.

Sejak kecanggihan internet dan berbagai jenis smartphone masuk ke Indonesia, masyarakat semakin mengenal yang namanya technology. Tukang siomay aja pake iphone, mang udin tukang sayur pegang blackberry, terus gue masih pake hp poliphonix atau monophonix, ahhh….

Sekarang orang-orang, Oh yah, gue lupa mau bahas diri sendiri. Oke jadi sekarang tiap gue mau pergi bukannya baca do’a, tapi negtweet dulu “ On the way basway”, setelah sampai ditempat tujuan langsung photo dan update di Path, “ At bojong kenyot ” karena lapar lalu makan, tapi sebelum mengunyah selfi dulu sama ikan asin yang terkapar diatas nasi lalu upload ke facebook atau instagram. “ Menu diet ku”

Menurut penelitian gue, yang gue dapat setelah survei ke beberapa orang disuku baduy, tulang leher remaja sekarang akan patah saat usia 40 han. Loh kenapa?? Karena jika di akumulasikan dari 24 jam ada 17 jam kepala mereka menunduk liatin Smarphone. Dan menurut penelitian Cak-Lontong 7 dari sepuluh pemilik Smartphone berstatus jomblo/singel. Pertanyaan gue, mereka chatting sama siapa.? Oh gue tau, kalau ga main game mungkin sekedar nge-chek pemberitahuan ke facebook, twitter, path atau instagram, atau bahkan sekedar Buka > Menu > Lalu kembali ke tampilan Awal menu. Iya kan.??

Gue pernah mengalami nyeseknya sebagai pengguna Smartphone, bagaimana tidak uang gajih yang dikumpulkan selama satu dekade habis buat beli hape pintar bermerk..titik titik. Tapi tak lebih dari satu minggu, gadget gue rusak karena gue lempar saat stalking timeline mantan, yang update photo sama pacar barunya. Kasian yah !!

Gadget atau yang lebih dikenal dengan istilah smarphone sipatnya sama sepeti cewek yang lagi datang bulan, super manja, gampang ngambek, lalu jajan deh. Kebanting dikit ngeblank, masukin video bokep ngehank, lalu pura-pura mati, lalu diservise dan keluar duit lagi. Ngebetein kan.? Ya begitulah. Dan akhir-akhir ini gue menemukan banyak kekonyolan yang dilakukan para pengguna smartphone.

Gak Punya Lagu di iPhone Karna Gak Tahu Cara Ngisinya.

Jono: pri ngelay music dong, biar ga sepi

Supri: iphone ku ga ada lagunya.

Jono: WHAT…?? iphone ga ada lagunya.?

Supri: ga tau padahal udah gue copy-paste, tapi tetep ga bisa.

Jono: -_______-

Makanya, jangan cuma bisa beli smartphone. Pelajari juga aplikasi dan layanan pendukungnya. Supaya iPhone kamu bisa berfungsi lanyaknya jutaan iPhone lain kamu butuh Apple ID dan mengunduh iTunes.

Cuma buat Jejaring social.

Sayang sekali jika kecanggihan smartphone hanya digunakan buat bikin facebook, twitter, path, instagram dan para sekutunya. Padahal banyak kecangihan yang cukup bernafaat yang ditawarkan smatphone. Yang paling ngeri hanya dijadikan buat selfi, asal udah bawa tongsis, udah merasa aman karena berarti bisa group-selfie sama temen-temen. Tapi yang bikin tepok jidat, udah pake tongsis eeeh.. nggak tahu cara set timer di kameranya. Kasiahan kan.? 

Lini Masa Twitter Dikira Sama Kayak SMS atau Chat di Line dan Whatsapp.

Tanya apa-apa via Twitter. Gak jarang bukan pakai fitur “Reply” malah pakai “Retweet” dan bikin lini masa jadi “kotor”. Mas, Mbak permisi kalau mau nanya yang beginian lewat japri aja bisa loh.

Memberikan Smartphone Pada Anak Kecil Supaya Gak Nangis.

Kebanyakan uang? Terserah. Yang pasti ponsel pintar (dan ponsel) lain bukan buat anak kecil karena piranti ini memiliki komponen yang mudah tertelan oleh anak kecil. “Biar dia nonton Barney di YouTube biar gak nangis…”

Loh, bukannya udah tugas kamu sebagai orang tua untuk menjaga, menghibur, dan memberi dia ilmu secara kognitif dan motorik? Beberapa penelitian udah menjelaskan kalau ilmu dan pengetahuan bagi anak dibawah umur 2 tahun lebih baik disampaikan secara langsung face-to-face bukan melalui layar.

Miara Pou.

Ini yang sedikit menggelitik telinga gue. ada satu mahluk, entahlah itu bernyawa atau tidak yang pasti mahluk itu belum terdaftar dalam deretan nama hewan di kebun binatang manapun. Mahluk itu bernama Pou. Buat para pengguna smartphone mungkin tidak asing dengan mahluk masa depan itu.

Ketika jono dan supri lagi nongkrong.

Jono: Astaaaaagggaaa, “sambil menepuk jidat, wajah panik”

Supri: kenapa jon.?? “supri ikut panik”

Jono: Sipow belum dikasih makan..!! ”lalu nyalain smartphone dan buka aplikasi” tuh kan dia nangis

Supri: -_______- langsung mengepakuasi jono ke rumah sakit jiwa.


AskFM yang salah Pengguna.

Sebenernya penting ga sih Ask.Fm itu.? Setiap orang punya opini berbeda, tapi menurut gue kalau sekedar tanya jawab bukan kah media social lain juga sudah di lengkapiu pasilitas itu. Tapi yah itu hak mereka. Punya ask.fm itu ga salah, kata kak Hena Wirasetya yang salah itu Ask.Fm mu di:

Sinkron ke twitter.

Nah pengguna yang seperti itu yang ngeselin, karena timeline bakalan penuh dengan pertanyaan dan jawaban yang ga jelas munkin bisa dibilang sampah, lagian belum tentu follower twitter mu bakal pingin tau

Ngejawab Pertanyaan Ask.Fm
Ketika pengguna nggak ada yang nanya, ask.fm menyediakan pertanyaan-pertanyaan random untuk dijawab. Pengguna ini sebenernya nggak begitu membutuhkan ask.fm, tapi tetep bikin. Entah karena kepingin, ikut-ikutan, atau sengaja pingin ditanya, atau ga mau ketinngalan gaul. Entahlah.

Yang Jelas, Hal Paling Bodoh Itu Saat Ponsel Pintar Justru Menjauhkanmu Dari Orang-Orang Tersayang.

Fungsi ponsel pintar itu untuk membantu memudahkan hidupmu dengan berbagai fiturnya. Dia bukan diciptakan untuk menjauhkan kamu dari kehidupan sosial yang sesungguhnya. Bukankah saat kamu sakit teman yang nyata yang pastinya ngejenguk, dan ngelus pundak mu sambil bilang, “Sabar Ya”

Oke itulah beberpara opini absurd gue. Diakhir opini gue sering mengatakan, ambil yang baiknya, jadikan lelucon jika tidak. Kata temen gue hidup jangan dibawa penting, biar ngga cepet tua.

Friday, September 5, 2014

Ya Gue Blogger

       Comments   
Blogger, mungkin terdengar asing buat mereka yang tak kenal internet, tapi menururut pengamatan gue jika dilihat dari perkembangan jaman sekarang cuma 3 dari 10 ramaja yang tidak tau internet, dan 7 dari 10 yang hanya tau tapi tidak memahami. Begitulah pengamatan gue yang didapat setelah gue survei beberapa orang remaja di suku aborigin. Sebagian orang hanya tau Facebook, Twitter, Bbm, Whatsap, instagram, path, askfm dan si Mbah Google, mereka bilang kalau itu internetan. Memang benar, karena pada dasarnya semua itu dari internet. Gue pernah beberapa kali menerima pertanyaan para penggemar social media, seperti:

“Ri kenapa facebook ku ga bisa nge follow back,.??

“Ri ko yang ngelike status facebook ku 230 orang, padahal teman aku baru 105, sisanya siapa.??
 

“Ri kenapa twitter aku ko followernya dikit.??
 

“Ri AskFm itu saluran radio mana sih, ko nanya mulu.??
 

“Ri kenapa instagram ku ga bisa kebuka.??

Dan yang paling ngeselin ketika mereka nanya, terus gue tanya balik buat coba benerin “mana alamat email sama paswordnya.?? Yang mereka kasih hanya alamat email sama pasword account social medianya, bukan pasword email. Saat gue tanya lagi siapa yang buat facebooknya, mereka jawab dengan polos, “tukang warnet ri”. Oke sebelum membahas para blogger yang kece, gue mau kasih masukan buat mereka yang sering gangguin gue dengan hal-hal sepele seputar internet lebih tepatnya social media atau yang mereka bilang dunia maya, dengerin opini gue. Menurut gue pada dasarnya semua jenis social media memiliki fungsi yang sama, yaitu berinteraksi di internet, chatting, atau update, namun dengan beragam thema dan tampilan yang beda. Dan tolong jangan pandang sebelah mata email, kebanyakan dari kita, yang penting kebuka social media nya, masa bodo dengan email, dan saat si facebook,twitter,path dan sekutunya itu ada masalah, kamu tak bisa apa-apa tanpa melihat pesan yang masuk ke email. Ingat email itu bukan hanya untuk membuat facebook dan sekutunya itu. Dengan satu alamat email, kamu bisa membuat satu account apapun, karena pada dasarnya semua pake email dulu. “Ahh pake no hape juga bisa ko.!!! Untuk yang ngomong gitu gue jawab, internet bukan hanya milik facebook dan twitter, coba sedikit lebarkan bola matanya, masih banyak account-account lain yang jauh lebih penting fungsinya. Yahh sekialas penjelsan gue buat mereka yang kepalanya sering dibuat nunduk oleh gadget. Ini bukan buat kalian para blogger, so gue tau saat kamu baca penjelasan gue barusan bakal bilang “Ini info apaan sih, dari dulu juga udahh tau kelesss” hahaha..

Google yang katanya dirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin pastinya mereka yang addict dengan social media gue pastikan tidak asing dengan nama itu. Google yang siap menjawab semuanya. Namun saat gue tanya blog/blogger, gue yakin hanya segelintir orang yang tau, bahkan tidak mempedulikan pertanyaan gue itu. Padahal yang mereka cari digoogle adalah berkat kreatip dan tekunnya para blogger memposting, artikel, info, tutorial, tips atau triks, pokonya semuanya ada, dengan jutaan blogger didalamnya, walau pun terkadang sigoogle suka so’tau kalau menjawab.

Gue jadi blogger sejak zaman zahiliyah, beberapa hosting blog gratis pernah dicoba, wordpress, blogdetik, kaskus, dan tentunya blogcepot atau blogspot. Untuk blogspot saja, mungkin sudah buat lebih dari 10 link blog. Gue harap blog ini adalah blog terakhir yang gue buat. Dulu gue adalah blogger labil yang bisa dikatakan sangat bodoh. Gue tersesat dalam hoby ngeblog karena ketidak sengajaan, gue yang sering googling, lalu bertanya pada diri sendiri. Ko di google semuanya ada.?? Apa iya yang si Larry Page dan Sergey Brin yang buat google secerdas ini. Gue cari tau pada mahluk yang nyata, gue tanya ke teman yang kuliah dibandung, dia jawab kalau itu adalah ulahnya para blogger.!! Gue cari tau seputar blogger. Singkat cerita gue buat deh satu link blog, kalau ga salah blog pertama gue berjudul “My Blog Is My Freedom". Namun saat itu gue belum mengerti jauh seputar blog, jarang posting, tiap hari gue ngedit template, padahal gue ga paham dengan HTML, CSS, PHP, dan kode-kode nakal lainnya. Waktu buka twitter, gue lihat Pak Mario Teguh ngetwit blogger tebaik yang di hyperlink ke Benablog.com, jujur gue takjub dengan blog itu, karena gue rasakan sendiri kalau mempercntik template itu super sulit. Gue semakin kecanduan ngeblog alasan nya, ya ngedit template, ngepost paling sebulan sekali, itupun kalau mood lagi bagus atau lagi ada yang mau dibahas. Tak lama gue baru sadar, hal utama dalam blog adalah postingan, dan gue sering dibuat bete dengan postingan yang tak ada komentar dari satu mahluk pun. Karena pemahaman gue belum luas masalah blog, gue dibuat nyerah, gue mutusin ga akan ngurusin blog lagi, ketika tangan mau buka laptop buat ngeblog, gue istigfar, lalu menjauhi laptop lagi, karena saat itu gue ngerasa udah kecanduan oleh hoby aneh tapi ga ada hasilnya. Waktu gue habis buat ngeblog, tapi ilmunya disitu-situ saja, duit ludes pake beli pulsa modem, badan kurus karena sering begadang. Tapi hasilnya apa.?? Mending gue facebookan update “Lapar” atau “Singel Freedom” pasti banyak yang ngelik dan komentar. Gue bener-bener dibuat galau sama blog, gue ingin move on, disaat remaja lain galau karena perempuan gue harus menerima kelainan, kalau gue galau oleh blog.

Lalu gue ditanya sama teman yang dulu sempat gue tanya tentang blog, “Gimana udah bisa blum bikin blognya Ri” gue jawab dengan nada kesel, udahlah jangan bahas blog, ga penting, ga ada gunanya malah nguras waktu. Dia ngetawain gue, sambil bilang, “Yang susah tuh bukan buatnya tapi ngurusnya”. Hampir satu tahun gue terlepas dari kegiatan itu. Namun ketika gue nganggur, ga ada kegiatan satu pun buat ngisi hari-hari gue yang super monoton. Gue iseng search di google blog yang gue buat dulu, dan ternyata ada, tapi posisinya paling bawah, sangat bawah. Saat gue mau buka, gue lupa sama pasword gmailnya. Yasudahlah buat ngisi waktu gue buat lagi, account gmail, lalu gue buat lagi deh siblogcepot, yaitu blog yang sekarang gue pake, alhamdulillah, gue dibuat nyaman dengan blog ini. Gue dikasih pencerahan ketika blogwalking pernah baca article yang membahas “kalau blogger keren adalah blogger yang selalu konsisten. dan dengan blog ini gue belajar lagi mendesign template, bertarung dengan kode-kode nakal dalam blog, blog ini mengajarkan apa itu SEO, pentingnya Blogwalking dan trafic blog. Gue berusaha konsisten ngeposting, minimal satu postingan seminggu, Dari padatnya kegiatan, gue sisikan waktu satu jam setiap hari, buat nulis, ngedit, terus diposting, lalu blogwalking.

Dulu gue selalu sembunyi-sembunyi kalau mau ngeblog, dan tak ada satu teman pun yang tau kalau gue hobby ngeblog, mengakui kalau gue adalah blogger. Jujur gue malu dengan kegiatan ini. Disaat anak muda lain rame bermain, facebook, twitter, instagram, point blank dan sagala jenis game online, gue malah punya hoby nulis diblog lebih tepatnya sih curhat di blog, gue berpikir kesannya perempuan banget. Namun apa daya, lama-lama semua teman gue tau. Alhamdullilah mereka ngejek gue, lebay lah, so puitis lah, so sibuk lah, semua kata pahit itu terucap. Gue tetap yakin kalau yang gue lakuin adalah hal positive, tuhan pun menyambut keyakinan gue dengan memberikan rezeki dari hasil blog, dan sempat neraktir mereka yang hoby main game online, untuk membungkam mulut mereka sejenak. Pernah ko gue bahas Disini.

Sekarang gue tidak malu untuk mengakui, Ya Gue Blogger, tukang curhat diblog, tukang nulis yang tidak penting, tapi yang penting gue tidak copy paste. Si abang kambing jantan (Raditya Dika ) saja berawal dari seorang blogger ko sebelum jadi penulis lalu jadi sutradara seperti sekarang. Dan si mahasiswa abadi ( Alit susanto ) juga memulai dari blogger dulu sebelum jadi penulis novel dan sekarang jadi penulis skenario. Sesekali jadilah pembuat, bukan pengguna, dan jadilah yang dicari-cari, bukan yang nyari-yari digoogle.

Oke mungkin cukup, thank untuk semua blogger yang udah jadi guru dadakan buat gue, guru yang gak pernah minta uang spp, dan ga pernah ngasih gue tugas, hehe. Dan buat kalian yang baru kemarin bikin blog, jangan menyerah sayang, keep posting and say no to copy paste. Jadi diri sendiri, buat hidup ini menjadi lebih hidup dengan cara terus berkreative.

© Fahri Prahira - All Right Reserved