Saturday, August 30, 2014

Ciri Orang Yang Mau Menang

       Comments   
Sejak usia gue menginjak ke 23, pola pikir pun ternyata berubah dengan sendiri nya. Gue yang tadinya hobby main sana sini, begadang ga jelas nungguin apa, party, hura-hura. Namun belakangan ini gue coba merubah hal yang dirasa negativ menjadi hal positiv, dan itu tidak mudah, sungguh tidak mudah bagi gue yang hidup dilingkungan sangat keras. Gue yang ingin berubah di tengah-tengah semua teman yang masih seperti dulu, ngabisin duit ortu, party, hura-hura, mabuk-mabukan, dan semua hal yang menyenangkan dalam gemerlap malam. Kadang gue sempat berpikir, Apa gue salah bergaul.??

Tapi balik lagi ke diri gue sendiri, ini tentang niat dari diri gue sendiri, karena tak mungkin kalau gue harus pergi dan mengasingkan dari mereka, karena bagaimana pun gue mengerti solidaritas karena mereka, merasakan jika bersama itu bahagia, karena mereka, gue pernah merasakan sakitnya dipukuli, berantem lalu terluka karena mereka, gue sempat merasakan jatuh lalu bangun karena mereka, gue sempat merasakan bagaimana bertahan hidup tanpa orang tua, karena mereka, intinya gue dewasa berkat mereka, dan gue ingin berubah karena gue yang sempat mengenal mereka. Entahlah jika yang gue kenal bukan mereka, tapi deretan cowok/cewek berkacamata yang selalu bawa buku kemana-mana, yang kalau jam 8 malam sudah pada tidur, mungkin gue bakal cerdas disayang orang tua dan dibanggakan semua orang, tapi sayangnya bagi gue itu lajur hidup yang amat sangat flat.

Gue pernah baca dan mendengar beberapa latar belakang orang besar dengan kata lain orang sukses, ternyata kebanyakan dari mereka pernah merasakan jatuh yang benar-benar jatuh dari hidupnya. Menurut gue proses dari salah ingin menjadi benar itu menyenankan walau terkadang menyakitkan. Disini gue bukan mau menyuruh kamu buat salah dulu lalu benar, tapi itu lebih baik daripada kamu benar dulu lalu salah.

Belakangan ini gue coba mengatur pola hidup, jauh lebih teratur dari yang sebelumnya. Sulit ketika rayuan teman terus terngiang-ngiang ditelinga, namun cita-cita dalam kepala terus berkata “Mau dibawa kemana hidup kamu kalau terus begitu.?” Sekali lagi, menjauhi mereka bukan cara yang bijak, gue tetap nongkrong dan main dengan mereka namun sekarang lebih tau waktu, kapan waktu buat nongkrong, jatah buat mata terpejam, waktu buat bareng keluarga, waktu buat belajar, dan waktu buat kerja. Untuk merubah semua itu gue butuh proses yang luar biasa. Kembali lagi ini tentang niat yang sudah gue bangun. Di article ini gue mau bahas ciri orang yang siap untuk berubah dan menang.

Punya Rencana positiv. Seperti slogan gue ‘Shitty boy with an awesome plan’. Bagaimanapun keadaan kita, mau kaya atau miskin, kita harus punya rencana positive. Orang calon kaya berani bermimpi besar sedangkan orang yang siap miskin cuma omong besar.
Kamu pernah dengar kalau Albert Einstein sempat dikatakan gila karena rencananya membuat listrik, dan Bob Sadino pengusaha yang dibilang gila karena tidak pernah sekolah sekarang mempekerjakan para sarjana.

Nyokap gue pernah bilang, jangan menunda rencana hari ini, sampai benar-benar tuhan yang membatalkannya. Gue pernah buktikan dengan hal spele. Waktu itu gue berniat/berencana, skejul besok, datang ke pernikahan teman, terus siangnya ke bengkel langganan gue buat service motor. Hari esok pun datang, gue lakukan rencana pertama, waktu terus berjalan ada pesta disana, semakin ramai, gue pun hanyut dalam pesta, gue inget dengan rencana kedua, lihat jam, udah siang menuju sore, gue pamit, apa daya semua teman gue menahan untuk tidak pulang cepat, mereka bilang masih ada hari esok, padahal hari esok sudah punya rencana nya sendiri, beragam macam halangan pun tak bisa menghentikan waktu, gue sampai bengkel jam 6 sore, saat itu semua penghuni bengkel sudah pada pulang, tinggal satu montir dan satu orang kasir yang lagi beres-beres buat tutup. Kasirnya bilang ke gue ‘Maaf mas mau tutup besok aja’ tiba-tiba simontir nyeletuk dari belakang, 'udah masukin aja biar saya yang ngerjain. Akhirnya tak harus gue ngantri sepetri sebelumnya, si Joni motor gue yang udah lemah tak berdaya sehat kembali. Dan rasanya tenang sekali saat skejul hari itu diselesaikan, dan siap dengan rencana selanjutnya.
Mending rencana sepele tapi diselesaikan, daripada rencana besar tapi terus ditunda karena hal sepele yang tidak direncanakan. 
Optimis dengan apa yang dilakukan. Orang-orang bodoh yang selalu optimis, akan mengalahkan orang pintar yang selalu pesimis. Orang yang mau merubah hidupnya selalu berani dan optimis dengan apa yang dilakukan, karena apa.?? Karena mereka tidak takut untuk salah atau jatuh, mereka sedang merasakan itu. Mau hitam atau putih optimis dan konsisten dengan apa yang dilakukan, jika hasilnya bukan yang diharapkan, mereka yang ingin menang terus berusaha menjadi benar dan mencari cara menempatkan dirinya diposisi yang dia inginkan. Ingat alasan mereka ingin berubah adalah Bosan dengan kesalahan. Mereka yang ingin berubah lebih melihat peluang ketibang hanya melihat rintangan. Pernah ada pertanyaan dari teman gue sambil telunjuknya mengarah ke Siti yang lagi duduk dikantin nyedotin gas 3kg. “Ri kenapa dia ga sukses yah, padahal kan, cantik, smart, punya kemapuan yang patut dijual.?? Gue jawab sambil pasang kuda-kuda, “karena kemampuan yang belum bertemu dengan kesempatan dan keberuntungan” punya kemampuan tapi tak ada kesempatan buat nunjukinnya, hampa! Punya kemampuan dan diperlihatkan di satu kesempatan misalnya audisi, namun saat tuhan mengujinya dengan tidak cepat mensukseskannya. Intinya menjadikan diri kita sebagai peran utama dalam hidup , yang pastinya akan mendapatkan beberapa rintangan dulu untuk bisa menang, merasakan jatuh atau betapa sakitnya saat kalah.
Tapi percayalah kalau peran utama tidak akan mati sebelum benar-benar menang.

Friday, August 8, 2014

Alasan Susah Lupa

       Comments   

Sore ini, tepatnya sore hari dimana gue paginya selesai melaksanakan shalat id. Eh bagaimana malam takbiran kamu sama pacar kamu, lancar kan,? Ya semoga saja, dan kamu yang jomblo pasti malam takbiran dimesjid ya, jomblo kece tuhh, walau pun suasana hati selalu padat merayap atau bahkan macet. Hehe.
Apa harapan kalian setelah kembali ke fitri,? tentunya lakukan yang terbaik. Harapan gue semoga dilebaran nanti tukang jualan petasan pindah propesi jadi tukang, batagor, somay, cilok, atau apa saja lah, asal jangan jualan granat junior lagi. Gue kesel dan benci banget sama suara petasan. Dan malam takbiran gue sedikit bete karena ribuan anak tetangga mainin petasan, jadi serasa malam takbiran di jalur gaza bersama hamas.

Kenapa gue ga suka petasan, gue trauma pas waktu kecil doyan main granat, dan meledak ditangan, dan tangan gue bengkak, dan kritis seminggu, dan ada lagi, pernah keretas bekas petasan gue masukin ketelinga ade gue, ehh ini serius gue pernah lakuin itu waktu bocah, waktu belum bisa bedain mana kue mana ee, alhasil ade gue masuk RS, dan nyokap ngehukum gue ga boleh makan sampai kelas 6 SD dan gue masih kelas 2 SD, dan akhirnya gue kritis lagi, hampir mati, tapi alhamdulillah bumi masih enggan mengubur gue. Nah kejadian itu susah buat gue lupain, cukup buat gue trauma dan parno dengan benda yang disebut petasan kecuali kembang api.

Berbicara melupakan, sepertinya bukan istilah tabu, dikatakan sulit, ya. Dibilang gampang, juga bisa, tergantung apa dulu yang dilupakan, dan bagaimana cara melupakannya. Gue akan menjurus ke arah romantica, so secara garis besar dialami oleh para remaja yang lagi berexperiman dengan asmara, duka, air mata, cemburu, dan bahagia. Pastinya ada alasan mengapa kita sulit melupakan seseorang. Ini beberapa alasan versi gue yang gue temui saat meneguk coffe barusan.

Tempat

Kadang banyak main/jaln-jalan ke suatu tempat menyulitkan untuk proses melupakan. Katanya, “Tak ada tempat yang tak mengingatkan ku pada dirimu” pergi ke taman kota, ingat saat dengan nya, pergi ke mall ingat ketika kamu nganter dia shoping, mungkin bukan nganter, tp bayarin. Lihat patung ditengah kota, kaya sidia. Trus km jadi murung enggan kemana-mana. Trus gila. Trus mati. Duhh kasian km.

Tingkah Ngeselin

Tingkah dia yang ngeselin seperti manja, jutek, ngambek, cemburunya yang seringkali terus hilir mudik dikepala, dan tanpa sadar menarik senyum dibibir saat mengingat semua itu. Intinya paling sulit itu move on dari kenangan bukan dari orang nya. Tabok jidat, buat nyadarin kalau km lagi proses hidup tanpa dia. Sabar ya..

Beda dari yang lain

Sesuatu yang sulit dilupain adalah, ketika kamu terus membandingkan dia dengan yang lain, dan ternyata dia masih lebih oke dari segi sipat. Misalnya, dia baik, sofan, dll. Memang benar kata nyokap gue, yang sulit itu nyari yang lebih baik, bukan yang lebih menarik. Karena secantik / setampan apapun itu hanya masalah fisicly. Asal ada uang, tentunya sekejap mata bisa dirubah.

Terlalu Dekat dengan Keluarganya

Ketika kamu sudah percaya diri, kalau dia adalah jodoh mu, dialah yang terakhir, namun saat tuhan berkata lain tentang mu. Memang sulit merubah apa yang sudah dituliskan tuhan. Terlepas karena apa kalian berpisah, atau salah siapa kalian berpisah, tapi lebih dari itu kalau kita hanyalah wayang dari dalang yang hakiki sang penguasa alam fana. Allah.

Menurut gue kita, tak harus melupakan, karena tak baik juga jadi manusia pelupa. Mari kita kenang siapa yang sudah bermain dalam skenario hidup kita dibelakang, dan tetap jalani sesuai aturan main yang ada, yakin kalau allah punya ending cerita manis buat aku, kamu, dia, dan mereka.

© Fahri Prahira - All Right Reserved