Wednesday, July 23, 2014

Before The Age Of 23

       Comments   

Heyyy, ketemu lagi dengan tulisan random gue.

Oke, tepat tgl 7 juli kemarin usia gue menginjak ke 23 tahun, mungkin tinggal 17 tahun lagi sisa umur gue jika dihitung dari batas normal usia manusia. 23 menurut gue awal pendewasaan, awal dimana gue harus buat rencana untuk kedepan, agar masa tua berjalan santai tenang dikursi goyang, bersama anak istri dan cucu gue, walau sampai saat ini, tulang rusuk gue masih ga tau dipinjem sama siapa, dan kapan dibalikinnya. Oh iya makasih untuk teman kerja gue yang udah bikin pesta kecil-kecilan, kalian luar biasa, Asto, Radit, bos gue sitampan tapi ngomongnya medok Pak Rudy, dan bos gue yang selalu yakinin gue, kalau gue bisa melakukan itu “Pak Irfan Alifandy si Mister X. Makasih juga untuk teman tongkrongan gue yang udah ngucapin, kalian ingat walau gue ga ngasih kode via reminder facebook, sengaja tgl lahir difacebook gue kunci gembok, lalu kuncinya gue makan, alasan utama, biar ga banyak yang minta teraktiran, alasan kedua, biar gue tau sebanyak mana orang-orang yang sayang dan perhatiin gue. Thank untuk nyokap gue yang udah bikin nasi kuning, dan atas semua do'a dan suportnya. Pokonya gue sayang kalian, dan kalian yang selalu buat gue ngerasa kalau gue ada dan berguna.

Perjalanan hidup sampai ke usia 23 tentunya banyak cerita mengagumkan, ga bakalan selesei sehari jika gue tulis, lagian ga penting juga buat gue tulis.  Ada beberapa kota yang sempat gue pijak diusia sebelumnya, maunya sih bukan kota melainkan negara, tapi yah gimana masalah budget yang kurang suport. Ada 7 hariluntang lantung di Jakarta, 2 minggu tak jelas di Bandung, 4 hari di Tangerang sampai ketemu teman SD yang dulu selalu gue bully, terus 3 hari di Jogjakarta, dan bahagia.

Sebenarnya masih ada kota-kota kecil lainya, tapi cerita nya hampir sama, daripada bete dengan kisah klise, mending jangan ditulis. Thank untuk tuhan YME, yang membuat hidup gue jauh dari kesempurnaan hingga dapat gue kenang disetiap perjuangannya.

Monday, July 14, 2014

Mending Jomblo Daripada Seperti Mereka

       Comments   

Hello guys, apa kabar, gue harap kalian sehat, ahhhh… “kalian” kesan nya banyak banget pembaca blog gue. Yah walaupun artikel gue jarang dibaca mahluk hidup, blog gue yang kurang pengunjung, setidaknya gue belajar konsisten ngepost tiap bulan. Masalah ada yang baca atau tidak itu urusan belakangan.

Heyy jomblo, kalian masih idup kan.? Kali ini gue mau bahas orang-orang yang kurang diakui bumi sebut saja jomblo, mungkin istilah bijak nya single. Gue yang addict banget dengan social media bernama “twitter” hampir tiap hari gue nongkrong di timeline, dan sering banget lihat kicauan galau ditimeline, kamu pernah ngalamin timline sepi lalu iseng kepoin timeline orang bahkan timeline mantan, alhasil nyesek karena lihat dia yang terlalu enjoy dengan dunianya setelah pisah dengan mu. Trus ungkapan “Melihat mu bahagia akupun bahagia” BULSHITTT DONG.?????

Okeh kembali ke Jomblo, memang ngeri jika menyandang gelar tak bersertipikat itu, yang sebenernya tak salah dan tak berdosa. Kadangkala lelucon teman dan melihat orang gandeng pasangan sesekali membuat iman dan amarah terpancing, padahal mereka yang jomblo ( termasuk gue sih ) punya alasan sendiri mengapa memilih jomblo, misalnya ada yang,

*Fokus sekolah
*Serius ngengjar karir
*Dilarang orang tua
*Belum bias move on
*Dan yang lebih miris pedekate yang berujung jadi mantan gebetan.

Sering gue dicurhatin sama temen-teman yang udah punya pacar, dan kenyataan nya nasib mereka lebih mengerikan dari mereka yang mempertahankan status jomblonya, dari rangkaian jenis jomblo diatas ini dia beberapa tipe orang yang pacaran mengerikan.

Pacaran Dikekang

Enak ga sih kamu yang sama orang tua dibebaskan berexpresi dinegri yang udah merdeka ini, tapi di larang ngelakuin ini itu sama pasangan kamu, yang sebenarnya tak merugikan dia. Atau bahkan dilarang temenan sama teman dekat kamu, dengan alasan tak masuk akal. Pasangan ada untuk melengkapi dan support semua hal yang kita suka, bukan malah mempersempit silaturahmi. Sukseskanlah pasanganmu.

Punya Pacar Ga Perhatian

Tipe kaya gini biasanya tipe “orang yang terlalu mencintai” yahh pacaran seperti ini seperti kamu mengagumi idolamu. Memang benar Lebih baik dicintai daripada mencintai TAPI Lebih mulia saling mencintai loh, dan pastinya akan saling mengisi dan mengerti. Dan intinya tipe seperti ini kesepian nya sama seperti kesepian sijomblo.

Kasian yah.? Iyah

LDR

Gue sih benci banget dengan budaya hubungan ini, tapi banyak juga yang sukses menjalani hubungan LDR sampe meried. Penganut LDR menurut kaca mata gue yang dilihat dari atas puncak gunung evers, merupakan hubungan yang sehat, contoh sederhana menjauhkan dari jinah, secara anak sekarang cipika cipiki sama pacar udah kaya kebutuhan, padahal hasrat sexual itu cuma pelengkap, dan dikatakan wajib itu kalau udah dalam ikatan sebuah komitmen. Cieee gue ngomong opo.

Truss LDR itu salah.?? Tentu tidak, yang salah tuh udah LDR komunikasi jarang. Pernah satu kejadian teman gue namanya Supri orang israel yang punya pacar di palestina bernama siti, awal jadian masih hangat, sms, telepon, bbm masih asik, dan ketika rasa bosan dalam hubungan datang, tiba-tiba orang baru menghampiri salah satu di antara mereka, yahh singkat cerita komunikasi mulai jarang perhatian pun dingin, dan satu pihak merasa dirugikan bisa dikatakan mulai kesepian, memang tak ada yang mengerikan dari pada dijauhi tanpa alasan. Sejak sikap siti mulai berubah, jangankan ketemu, telepon pun jarang, Supri temen gue galau lalu ngunyah baigon bakar, niat mau mati ehh malah doyan, hubungan Supri pun digantung tak jelas, dia punya pacar, tapi kesepian hatinya sama seperti yang udah ngejomblo berabad-abad. Kasian yah.? Iyah.!!

Punya Pacar Yang punya Sipat aneh

Mungkin pacar seperti ini sama kaya yang pernah gue tulis disini coba baca.

Begitulah pengamatan gue, yang gue temuin waktu acara buka bersama barenga ribuan jomblo dan juta’an pria galau. See you muachh.

© Fahri Prahira - All Right Reserved