Wednesday, December 31, 2014

Aroma Jatuh cinta

       Comments   
Berawal dari hal sederhana, menjadi biasa yang terbiasa. Tak sadar datang sebuah rasa yang entah darimana, tatapannya, raut mukanya, gayanya, atau senyumnya, ah, pokonya kamu nggak pernah tau seakan semua tak memberi alasan untuk itu, hanya mendeskripsikan kalau kamu suka.

Mulai bertanya, saat kabar tak kunjung datang. Mulai aneh dengan apa yang kamu rasakan, seolah kecanduan dengan yang terjadi belakangan ini, tentang mu, tentang dia, sebut saja tentang kita.

Mencoba untuk tak menaruh harapan sedikit pun, namun hati merindu tanpa jeda, kamu mengerti pengharapan itu abu-abu, namun semakin dimainkan malah semakin dinikmati. Yang bisa kamu lakukan hanya berterus terang pada diri sendiri jika kamu sedang merindu. Tak ada yang boleh tau kalau kamu merindu, termasuk dirinya. Bukan apa-apa hanya menjaga kesakitan yang mungkin terjadi jika kamu berkata rindu pada orang yang bukan siapa-siapa bagimu.

Kamu mencintai dalam diam, merindu dibalik senyum. Itu sakit, menggemaskan, dan mengesalkan, tapi kamu sangat suka melakukannya. Mungkin wajar saja jika semua terlihat indah, alasan paling sederhana, saat ini kamu sedang jatuh dan mencinta.

Saturday, December 27, 2014

Brave

       Comments   
Gue masih ingat ketika pergantian tahun 2013 menuju 2014, malam itu gue rayakan dirumah, hanya diam dirumah. Bukan nggak ada yang ngajak, kalau sekedar yang ngajak jalan banyak, dari teman, tante girang sampe bencong perempatan, namun gue tolak semua. Belagu banget, terserah itu asumsi mu, namun alasan gue tolak lebih ke tau diri, daripada nanti gue ngerepotin orang untuk segala dibayarin, mungkin lebih baik gue stay in home, kalau kata anak sekarang ‘Mager’

Akhir tahun 2013 menuju 2014, tahun dimana hidup gue bener-bener drop, tiarap total. Dari mulai gue nganggur karena baru dipecat dari kerjaan, tabungan abis buat poya-poya, barang yang menurut gue layak jadi duit, gue jual, tinggal nyisa blackberry hitam, dan untuk melengkapinya tuhan mengambil handphone gue dengan mendatangkan penyakit yang tak ada habisnya, service lagi, duit lagi, service lagi, duit lagi, sampai akhirnya gue kelelahan dan mendiamkan dia mati beneran. Belum berhenti sampai disana, orang yang sangat gue sayangi, ninggalin gue pergi kuliah keluar kota, nyesek dan butuh waktu lama untuk gue move-on broo, lalu disempurnakan dengan kondisi financial keluarga gue yang ikut jongkok. Seperti udah jatuh ketimpa tangga, belum sempat bagun keburu datang angin puting bliung, dan gue pun terbang bagai kapas sisa bersihin make up nya bencong.

Apa gue stress.? Tentu lah.

Disaat semua teman gue sibuk kerja, malam minggu pacaran, hari libur jalan-jalan, gue luntang-lantung nyari kerja, mungkin sudah nggak bisa dihitung berapa kali gue gagal saat tes masuk kerja, yang ada dibenak gue, “ Gue nyesel dulu pas udah dapet kerja bermalas-malasan, sampai akhirnya dipecat dan yang paling nyesel kenapa dulu waktu sekolah nggak dipergunakan dengan baik untuk belajar “ Tapi yasudahlah, nyokap gue sering bilang, nyesel hanya buang waktu, dan membuat perubahan tak pernah kenal waktu.

Tahun sudah berganti, dan di 2014 gue masih ingat dengan janji gue pada tuhan di suatu malam dimana hanya gue dan tuhan yang berkomunikasi, kalau tahun ini adalah tahun gue untuk ‘Go’. Gue yakin itu, gue buat menjadi sugesti yang terus terngiang-ngiang dikepala.

Perlahan gue putar gaya hidup, sebisa mungkin gue tinggalin hal yang sekiranya tak harus gue lakukan. Dan Alhamdulillah, kegiatan yang dikategorikan haram sedikit demi sedikit gue lepaskan. Nyokap gue tanpa henti ngasih semangat. Perempuan yang menurut gue amat demokratis, perempuan yang bisa menjelma jadi semua peran, menjadi ibu, sahabat, teman curhat, bahkan musuh yang menyeramkan yang buat gue segan.

Entah sebuah kebetulan atau bukan, namun gue lebih setuju ungkapan Darwis Tere L “ Tidak ada yang kebetulan di muka bumi ini. Bahkan sebuah kebetulan yang amat kebetulan adalah tetap rencana tuhan yang tidak pernah meleset ” Dan tepat saat motivator gue Om Mario, bikin tweet seperti ini
“@MTLovenHoney: Mario Teguh Cool Tweets - RENCANA SUKSES SEJAK MUDA, Sabtu 10 Mei 2014, 20:00 – 21:00 WIB. Love you!”

Gue favoritkan tweetnya, karena apa? Karena tepat di detik itu pula gue medapat telepon, kalau gue diterima kerja di  salah satu dari puluhan perusahaan yang gue datangi.

Jangan tanyakan bagaimana rasa bahagia gue saat itu. Seperti kemarau panjang yang tiba-tiba hujan namun tanpa petir yang membahayakan. Rintiknya seolah membasuh rindu gue, memuaskan dahaga, lantunan syair indah mana pun tak bisa mendeskripsikan. Ah pokonya rasanya nano nano.

Perlahan gue katrol keatas, dari tiarap, sedikit bagun, lalu jongkok, lalu berdiri namun belum bisa tegak, belajar berjalan, dan terus belajar dari kesalahan yang dulu sempat memporakporandakan gue.

Gue miliki kembali semua yang sudah hilang, gue tepati semua janji, contoh sederhana gue ingin kuliah, gue lakukan ditahun ini, dan beberapa janji kecil yang sampai saat ini belum mampu gue tepati, gue katakan ‘belum’ karena gue yakin kelak ‘Akan’.

Allahuakbar. Tuhan sentil gue dengan masalah, dan tak sadar membentuk gue jadi sosok baru, yang tak hanya bernyawa, dan tak hanya hidup makan dan ee.

Selamat tinggal masalah lama, dan selamat datang masalah baru, gue tunggu, dan silahkan tumbangkan gue jika mampu. *Azeek

Hello 2015, jika tahu 2014 berthema ‘Go’ tahun lo akan gue katakan waktunya gue untuk ‘Brave’

-Purwakarta, pagi hari.

Tuesday, December 23, 2014

Blogwalking

       Comments   
Dulu waktu pertama gue ngeblog, waktu bimbang ngisi postingan apa diblog, saat masih pake template standar, saat nggak ngerti apa itu kode html, css, php, new entri, tata letak, header, widget, blogwalking dan tektek bengek lainnya.

Jujur dulu sempat gue ngisi potingan hasil kopi susu, eh kopi paste, karena masih belum ngerti tujuan gue ngeblog buat apa. Jangankan tujuan ngeblog, gue tersesat di hobby ini juga masih jadi pertanyaan.?

Setelah diperdalami, ternyata kegiatan ini menyenangkan juga, yang pasti positive. Gue sering dibuat kesel saat nggak ada satu pun yang lihat blog gue, travic blog tiarap. Gue buat lagi link blog baru, sepi lagi, buat lagi, sepi lagi, dan terus seperti itu sampai akhir hayat.

Memang ramai atau tidaknya sebuah blog tergantung tujuan kita ngeblog untuk apa? Ada yang buat sekedar iseng, usaha dengan google adsense, ada juga sebagai media mempublikasikan karya. Jika blog hanya dianggap sebagai iseng tentunya ramai atau tidak itu nggak masalah, itung-itung sebagai diary dalam bentuk digital.

Nah setelah gue selidiki bareng briptu Eka, ada beberapa cara agar blog gue rame.

Pertama ikut komunitas blogger, iyalah masa kamu doyan ngeblog ikutnya komunitas Wota. Ada banyak komunitas blogger seperti, Warung blogger, Kancut keblenger, jamban blogger, dan masih banyak lagi, jangan males, googling aja sendiri okey.

Biasanya tiap komunitas ada aturan bagaimana kamu mepromosikan link blog kamu, awas jangan asal, karena semua harus ada tata caranya. Biar link blog kamu nggak di anggap sampah oleh mereka.

Kedua Blogwalking. Dulu gue bertanya-tanya, apa itu blogwalking, apa iya blog gue musti di ajak jalan-jalan, yang ada gue di bilang jomblo gila. Disaat remaja lain jalan sama cewek, masa iya gue musti bonceng lepi gue sambil ngeblog.

Setelah diraba dan diterawang, blogwalking adalah satu kegiatan diamana kamu rajin berkenjung ke blog orang, akan lebih bagus jika berkomentar di postingannya, tapi baca dulu biar komentar mu nyambung, yang pasti enggak dibilang gila lagi.

Yang harus kamu ingat, berkomentarlah dengan sopan, kritik yang membangun, biar orang yang kamu kritik lebih maju dan berkembang bukan minder, dan jangan pasang link dikomentar yang bersipat promo, karena biasanya pemilik blog kurang suka dengan hal-hal seperti itu, apalagi sampai ada kalimat “ Kunjungi balik yah kesini www.sitai.com Percayalah tanpa diminta dia pasti Feedback ko. Gue sendiri walaupun jarang balas komentar karena jenis komentar yang standar, tapi gue pastikan nama gue ada di kolom komentar yang udah mampir ke blog gue, tanpa disuruh gue pasti datang, karena nggak setiap hari juga gue nulis diblog, sesekali gue sempetin buat blogwalking. Karena fungsi blogwalking selain menambah keakraban dengan sesama blogger, juga menamabah wawasan atau ideu untuk gue nulis.

Nah itu cara sederhana yang membuat blog gue kini sedikit mainstream. Kalau mau silahkan lakukan hal-hal sederhana itu. Semoga bermanfaat, dan tetap berkarya, apapun karyanya dan caranya. Bye

Monday, December 22, 2014

Bicara bijak lebih mudah daripada berbuat bijak

       Comments   
Alhamdulillah belakangan ini blog gue ramai dengan visitor, layaknya pasar induk yang lagi buka diskon 100%, walau yang berani berkomentar hanya satu/dua orang, tak apalah sing penting tampilan statistic blog gue cantik.

Memangnya statistic bagus ngasilin duit Ri ? Ya, kalau gue mau, bisa saja, seperti dipasang iklan atau artikel berbayar, tapi bukan itu tujuan gue. Kurang lebih udah 3 tahun gue ngeblog dan nggak pernah pasang iklan, atau kerjasama dengan google adsense, selain nggak suka meramaikan blog dengan iklan, ini juga bagian dari hoby, kalau udah ngomongin hoby jangan disangkut pautkan dengan duit, ini urusan mood/passion.

Postingan ini dibuat karena ada permintaan dari salah satu teman gue yang bernama @Dechansa, dia mahasiswi UIN Bandung, dia lucu, baik pula, namun sayang dia jomblo, kalau nggak salah dia ngomong seperti ini “ Fahri ayo dong nulis lagi “ Jujur itu kalimat paling sejuk buat telinga para penulis amatir seperti gue. Entah alasan nya bener suka sama tulisan gue, atau karena dia teman dekat gue. Terlepas dari semua itu, sekarang bantu gue untuk bilang terimakasih padanya. hehe

Sebelumnya gue minta maaf jika semua tulisan atau gaya bicara gue terkesan so’bijak dan menggurui, namun percayalah gue nggak bermaksud untuk itu, semua real ulah tangan gue bergoyang di atas keyboard lepi, yang mengalir deras dari pemikiran subjektif gue.

Menurut gue berbiacara itu seperti kamu make baju. Jika berbicara tentang berbicara, duhhh ko nggak enak banget ya dengernya, baiklah langsung saja ke cerita.

Alkisah. Dug dug… dug dug….

Ada dua orang anak muda bernama supri dan jono. Supri adalah cowok baik, soleh, pinter, rajin menabung dan hemat pangkal kaya, namun dari segi penampilan dia cenderung slengean,brantakan seperti berandalan. Sedangkan Jono, cowok bandel, bodoh, idiot, boros, ah pokonya semua sipat negative ada padanya, namun dalam segi penampilan dia selalu rapih dan wangi.

Satu ketika mereka dipanggil oleh ratu dari kraton bernama Putri Ningsih untuk dipilih menjadi suaminya. Lalu mereka datang ke kraton dengan karakter mereka masing-masing.

Menurut kamu Putri Ningsih akan berpikiran phositiv kepada siapa dulu?

( silahkan kirim jawaban kamu, dengan cara mention ke twitter @Fahrihira Lalu hastag #Putriningsihmencaricinta ) Hahaha…*Apaan sih, garing Ri ?? Baiklah jika ini nggak penting jangan dibaca, skip aja ya.

Ungkapan “ Berbicara bijak lebih mudah daripada berbuat bijak “ sama dengan karakter orang yang selalu bilang “ Hidup nggak semudah kata-kata mario teguh “ Memang benar hidup tak semudah kata-kata si botak bijak itu, tapi hidup akan lebih tidak mudah jika gue jauh dari nasihat-nasihat bijak/baik. Gue yakin mereka yang kini berhasil jadi orang besar, mereka adalah para pendengar handal nasihat baik.

Logikanya orang akan lebih dulu menilai apa yang dia mampu lihat dan dengar. Makanya gue nggak percaya dengan orang yang selalu bilang. Ehh.. kamu nyari pacar yang kaya gimana? Ah aku mah yang penting hatinya aja baik, urusan cakep belakangan.!!

Hoaxxxx bro, aktualnya kita menilai apa yang pertama kita lihat dan dengar lebih dulu. Kalau kesan pertama saja sudah nggak enak, mana mungkin akan terjadi kesan-kesan yang berikutnya. Karena depinisi orang beriman pun. Ucapan selaras dengan perbuatan.Yang disebut disitu ucapan dulu baru perbuatan.
Karena ucapan adalah do’a.

Jadi kalau gue nggak bisa berbuat baik. Yah, setidaknya gue bisa berkata baik.

Friday, December 19, 2014

Orang Yang Pernah Ada

       Comments   

Jika berbicara tentang mantan memang tak ada habisnya, dengan galau yang tak pernah bertua. Gue rasa terlalu pagi jika remaja sekarang membudayakan istilah setia, yang ada di jaman romeo juliet. Entahlah itu jaman nyata atau hanya cerita fiktif belaka.

Ok, kembali ke mantan. Upps… go go move on, *Salah fokus*

Apakabar kamu yang rajin stalker di timeline mantan. Memang move on itu tidak segampang minum kopi. Sudah berjanji pada hati, bahkan sampai hati jengah mendengar janji kamu untuk nggak ngepo-in timeline si dia, namun karena rasa yang belum padam memaksa jari manis ini untuk mengetik namanya di kolom search facebook/twitter.

Kamu mengekpresikan suasana hati dengan nulis status yang hanya kamu dan tuhan yang ngerti, dan berharap pula dibaca nya. Semakin dilampiaskan di social media ternyata malah semakin abu-abu, semakin sakit, dan lambat laun kamu pun kelelahan.

Apa tidak kasihan pada perasaan sendiri yang terus dipermainkan oleh hati yang memang bukan hak mu lagi. Apa tidak sayang dengan otak yang terus dipaksa berputar di tempat yang sama. Apa nggak malu mesti cemburu ketika mantan punya pacar baru.

Apa kabar kamu yang doyan mencaci mantan di jejaring sosial, mungkin kelamaan diem di timelinenya, atau akibat mendengar kalau dia sudah punya gebetan baru sedangkan kamu masih disitu-situ saja.

Apa mencaci maki mantan di sosial media bakal membuatmu tambah cakep? Bakal membuat orang iba padamu? Akan mengakhiri kejombloanmu. Gue rasa itu hanya akan membuat imej mu semakin jelek di mata publik. Apa dengan memperlihatkan kejombloanmu di jejaring sosial, akan lebih cepat mendapat kekasih baru? Sepertinya itu malah akan memperlama kesendirianmu.
Orang ceria, mudah bergaul akan disukai banyak mata, lebih cepat mendapatkan orang baru, kenalan baru, teman baru, dan tentunya kekasih baru. Jadilah orang ramah bukan orang murah.

Satu cara yang rasional, membuang buang pikiran negatif. Jika memang kamu cuma menginginkan dia, buat dia nyaman untuk tetap berkomunikasi denganmu. Sementara relakan dia menikmati hidup dengan cinta yang lain. Jika kamu cinta dia maka percayalah. Jika kamu hanya menginginkan dia yang jadi jodoh mu. Jika yakin dia akan kembali untukmu, jaga sikapmu hari ini ketika tanpa dia, maka dia/jodohmu akan menjaga dan merawat dirinya untukmu nanti.

Semarah dan sekecewa apapun, ingatlah, setidaknya kamu pernah mencintainya, pernah dengan dasyat merindukannya, pernah melakukan hal konyol demi dia, pernah cemburu karena sikapnya, pernah merasa sangat kesal karena ulahnya. Apakah itu bukan kedekatan yang luar biasa dekat, apakah itu bukan chemystri yang hebat, lantas apa istilah untuk menyebutkan kebersamaan dulu?

Jika memang itu sudah berakhir, akhiri dengan baik dan tutup emosimu, buat cerita baru dengan peran baru di depan sana, tanpa harus melupakan cerita lama di belakangmu, karena cinta tak menyuruhmu untuk melupakan masa lalumu.

Bad Boy Or Good Boy

       Comments   

“ Dasar cowok brengsek “ Itulah salah satu kalimat yang sering terdengar saat sicewek kesel sama cowoknya, kemudian putus, selanjutnya jadian lagi dengan jenis cowok yang sama.

Mungkin itu siklus asmara yang dialami kaum perempuan, dan itu artinya populasi cowok brengsek lebih banyak ketibang cowok biasa. Untuk kebutuhan tulisan ini gue akan sebut cowok brengsek itu sebagai ‘Bad Boy’ dan cowok biasa sebagai ‘Good Boy’. Sengaja gue sebut cowok biasa, jika memakai sebutan cowok baik, soleh, bijak atau dewasa. Kebagusan bro, seperti kata radityadika karena semua cowok sama saja kalau nggak homo ya bajingan, makanya sampai kapan pun juga gue nggak sudi buat jadian sama cowok. Fix !!

Bad Boy selalu dikaitkan dengan hal-hal yang negatif tapi juga atraktif. Dilihat dari fisik kebanyakan Bad Boy cenderung dengan penampilan yang urakan, bisa berantakan, bisa juga rapih sleek-sleek tattoo-an, tapi bukan yang doyan tidur di emperan, itu anak jalanan broo. Badboy cenderung slengean, cuek, seperti sombong, jual mahal, selalu ingin yang simple nggak mau ribet. Spesies cowok seperti ini dikenal dengan bicaranya yang blak-blak-an, kalau mau sesuatu dari ceweknya nggak harus so’pemalu, nggak harus memutarkan banyak kata, belok sana belok sini, pokoknya straight to the point lah dengan caranya sendiri. Banyak yang bilang jenis cowok seperti ini nggak romantis, padahal dia sangat romantis namun dengan cara nya sendiri, beda dengan cowok pada umumnya, mereka juga selalu punya hal lucu untuk dirindukan dibalik tinggkah konyolnya. Cewek suka dengan type cowok ini karena mereka nggak gampang ketebak, selalu punya kejutan yang bisa mengusir rasa bosan sebuah hubungan. Tapi seringkali type cowo Bad Boy ini membuat cewek makan ati, makan jarum sampai peniti, mungkin karena sifatnya yang suka tebar pesona.

Good Boy, jenis mahluk ini selalu dikaitkan dengan hal positive dan imej baik. Dilihat dari fisik type Good Boy cenderung seragam, dan menurut gue sangat monoton, berpenampilan mengikuti arus yang ada, bahkan untuk makin memikat lawan jenis, memakai dasi kupu-kupu disempurnakan dengan sepatu hitam mengkilat. Cewek suka dengan sepesies cowok seperti ini hanya ingin cari aman. Karena mereka yang terkesan tidak banyak tingkah, pendiam, so cool, ngomong yang penting-penting doang, padahal diem-diem doyan mijet di warung remang-remang. Cewek juga menganggap cowok jenis ini menggemaskan, romantis, doyang ngasih bunga, ‘heran dari jaman raja nambrud belajar sepeda masih dipakai trik ngasih bunga’. Konon katanya cowok jenis ini selalu memperlakukan sicewek bak ratu kerajaan ingris, pintu dibukain, mau duduk kursinya di ambilin, pokonya seperti pacaran sama nenek jompo, dan dengan segala ke-romantisme picisan nya, padahal tujuannya sama meraih selangkangan perempuan. So shit.!!

Menjadi Good Boy tidak semenarik Bad Boy dan menjadi Bad Boy tidak seaman Good Boy. Keduanya memiliki plus minus tersendiri. Menjadi Good Boy atau Bad Boy adalah sebuah pilihan. Tipe Good Boy yang memaksakan untuk menjadi Bad Boy hanya akan terlihat menggelikan bagi cewek, karena karakter itu bisa dibuat tapi enggak bisa dibuat-buat. Seperti kata bang Gofar Hilman Jika lo Tanya gue pilih yang mana, gue memilih untuk jadi Bad Boy in a good way. Yeahahhaha.

Thursday, December 18, 2014

Ribet

       Comments   

Ceritanya peralatan kecantikan gue habis, lantas secepatnya gue lari ke alfamart terdekat, setelah sampai depan pintu alfamart, gue mengatur nafas, tarik dari hidung keluarkan dari pantat, baca do’a sebelum membuka pintu alfamart dan mempersiapkan diri untuk menerima salam sapa dan senyum mba-mba penjaga toko, karena kalau nggak dipersiapkan kondisi kejiwaan gue akan tergoncang kaget oleh senyum perempuan yang belakangan ini jarang gue temui. Sama seperti lo nahan haus nggak nemu air minum selama dua pekan, sekali nya dikasih minuman langsung minuman dingin bersoda, coba bagaimana rasanya.? Pokonya gkjhgfjhcjjhgzc… deh.

Oke lanjut. Setelah masuk dan gue muterin rak toko, biar sedikit gaya gue memasang raut muka bimbang saat memilih barang, bukan bimbang memilih merek barang, namun bimbang dengan harga barang. Setelah semua yang gue cari terkumpul, dengan agak peminim gue menenteng tempat belanjaan, padahal isinya cuma pembersih muka dan pasta gigi. Yaudahlah terserah gue, well gue adalah penganut istilah “ pembeli adalah raja “. Lalu gue menuju kasir dan antrian nya panjang banget, sialnya gue yang terakhir, didepan gue ada ibu-ibu dengan belanjaan yang sepuluh kali lipat lebih banyak dari gue, depan ibu itu ada tante-tante memakai setelan baju tidur yang sedang melakukan transaksi. Entah dia lupa ganti baju, atau memang style itu yang saat ini lagi tren, karena gue sering banget lihat baju tidur dipake buat jalan keluar oleh kalangan perempuan seusianya. Tak heran karena orang di Indonesia selalu salah menempatkan sesuatu pada tempatnya, sama halnya dengan dana subsidi bbm pada premium, yang harusnya dipake untuk kendaraan roda dua, namun sering gue lihat yang ngantri premium di SPBU kendaraan roda empat dengan jenis mobil berkelas, bahkan ber-plat nomor merah. Gue cuma bisa bilang lucu dan nggak tau malu. Mungkin itu alasan mengapa dana subsidi dinaikan, dari pada diterima oleh orang-orang yang nggak berhak, mending duitnya dikumpulin untuk bangun sekolah, jembatan, tol dll. Uppsss… tuhkan syndrome ngaco gue kumat. Oke sory pak bos sedikit nyindir boleh lah.

Setelah sitante tadi selasai melakukan pembayaran, sekarang giliran ibu-ibu depan gue, dan selanjutnya gue. Si mba kasir mulai menghitung satu persatu belanjaan ibu itu, lumayan memakan waktu karena belanjaan nya banyak. Di menit pertama gue bersikap biasa, menit berikutnya alis mata mulai mengerut, belanjaan udah terhitung semua, gue kira bakal selesai, namun ternyata tidak dia bayar pakai ATM, mulut gue mulai berbunyi, kurang lebih seperti ini bunyinya, “ ceccctt… “ kartu ATM nya digesekan, satu kali nggak kebaca, di ulangi lagi, lalu si ibu itu memsukan pin nya, jempol kaki gue mengetuk sandal, semakin resah karena gue yang kebelet kencing, entah kenapa ibu itu diminta memsukan lagi pin, dan gue mulai menggabungkan semua interaksi, dari mulai mengerutkan alis mata, mulut berbunyi dan jempol kaki gue mengetuk berulang-ulang, setelah itu alhamdulillah belum selesai juga, si ibu itu masih berdiri depan gue nunggu kuetansi belanjaannya keluar.

Akhirnya JRENGG …. selesai dan ibu itu enyah dari hadapan gue!!

Sekarang giliran gue tiba, langsung ngitung belanjaan, totalnya dua puluh tiga ribu sembilan ratus rupiah, gue hanya butuh persekian menit melakukan transaksi, gue bayar pake duit kontan sebesar dua puluh empat ribu rupiah, “ Ambil aja kembalian nya mba “ ucap gue sebari lansung beranjak.

Coba kalau ibu tadi kaya gue, mungkin gue udah nyampe rumah dan mandi dari tadi. Padahal hukum jual beli sederhana. Namun inilah jaman modern, sering sekali gue dibuat ribet oleh kecangihan teknologi yang tujuannya memudahkan, dan banyak sekali korban penipuan karena kecanggihan teknologi yang digunakan oleh orang yang belum paham.

WHAT THE FUCK…!!Oke cukup, sekali lagi jangan cari hal bermanfaat di setiap artikel gue, karena nggak bakalan ada, tapi kalau memang ada ya silahkan ambil bungkus dan bawa pulang, hehehe. Bye.

Thursday, November 20, 2014

What BBM Naik.?? Loh Siapa Takut.!!

       Comments   

Tadi pagi gue nonton berita, tentang mahasiswa yang demo kenaikan harga BBM, bukan demo nya yang bikin gue mengerutkan dahi, tapi bentrok yang menelan korban. Kebetulan gue nonton bareng nyokap dan adik gue, respon pertama nyokap gue sangat negative ke mereka, alhasil gue pun kena imbasnya, karena gue yang masih kuliah.

“ Kamu jangan kaya gitu, awas kalau sampe mamah lihat kamu demo seperti itu “ Konyolnya adik gue malah doyan lihat orang yang tauran, dia yang masih duduk dibangku SMK yang terkenal urakan. Nyokap gue pun mengeluarkan kalimat saktinya untuk adik gue. Ya begitulah beratnya jadi seorang ibu dari dua orang anak laki-laki. I love you so much mamah.

Balik lagi ke BBM. Oh iya kalau ada yang nggak kebagian BBM semalam bilang ke gue nanti gue broadcast deh. *Lucu Ga? Nggak.!! Oke makasih.

Pro dan kontra tentang kenaikan BBM, dengan berbagai macam opini, ada yang bilang dana APBN lah, atau menyebut-nyebut alasan rakyat kecil, dan masih banyak lagi, dari mulai opini sederhana sampai ke opini yang berkelas hingga gue nggak paham mereka ngomong apa. Tapi disini gue mau bicara dari kaca mata manusia biasa, rakyat kecil yang tidak punya ilmu apa-apa, tidak paham dengan dana subsidi, APBN, aset Negara, dan blablabla…. yang lainya.

Boleh saja kita mengeluhkan kenaikan harga BBM, so itu berdampak pada harga sandang pangan yang akan melonjak. Bolehlah kita kecewa atas kinerja presiden kita Bapak Jokowi, dan jajarannya. Tapi ini baru permulaan, masih banyak kejutan yang lainnya, siap-siap saja.

Oke gue akan ngajak kamu berpikir realistis. Sejak gue dilahirkan kebumi yang indah ini, gue udah beberapa kali mengalami kenaikan harga BBM, lalu demo, naik lagi, demo lagi, naik lagi, dan seterusnya seperti itu. Pertanyaannya, apa keputusan pemerintah labil, takut sama pendemo, lalu mengurungkan niatnya menaikan harga BBM. Nggak kan.? Malah korban dari aksi demo bergeletakan nggak jelas. Toh beberapa kali mengalami kenaikan harga BBM, gue masih bisa makan, minum, malah semakin berkembang yang dulu gue nggak bisa beli ini itu, sekarang bisa gue beli. Bukan karena harga BBM naik, atau harga beli nya lagi turun, tapi karena gue mau kerja keras untuk apa yang gue inginkan. Logikanya semua tergantung pada diri sendiri. Terlepas dari gue memihak Pak jokowi atau tidak yang pasti disini gue mau ngajak kamu buat mikir yang simple-simpel saja. Kalau kata nyokap gue “ Hidup ini perjuangan, yang gratisan itu nggak enak ” Nyokap gue bilang seperti itu bukan karena dia banyak duit, punya warisan melimpah, jet pribadi, atau doyan ee diparis cebok di ingris. Tidak !! justru kami hidup dibawah standar, rumah ngontrak, kerja serabutan, jangankan makan, boker aja kita mesti bayar broo. Tidak peduli dengan apa yang mau pemerintah lakukan, karena siapapun presidennya, yang namanya kebijakan sama saja.

Lucu ketika gue lihat beberpa orang yang mengeluhkan harga BBM adalah mereka yang mampu membeli motor gede, FU, Ninja, punya rumah mewah, digarasi mobil tiga biji, status karyawan. BBM cuma naik 2000 berkoar-koarnya lebay banget. Gue yang punya motor butut, musti keluar keringat buat bayar kuliah, buat memenuhin kebutuhan sebagai remaja yang masih hoby main, tapi biasa ajasih. Mereka selalu beralasan mengatasnamakan wong cilik. Sederhana saja jika kamu kasihan sama wong cilik, ya bayar pajak yang benar, jakat yang rajin, buat mereka. Bukan cuma korban suara digedung merdeka.

Seharusnya yang namnya mahasiswa harus berpikir akademis, dan lebih bertingkah terpelajar, dari kita rakyat kecil yang berpendidikan standar, cari solusi dengan otak dingin, bukan dengan kekerasan. Setau gue, sebuah keputusan yang lahir dari jiwa yang sedang emosi, pengadilan manapun nggak akan bisa mengesahkan keputusan itu.

Tak ada salahnya jika kita protes, tapi tidak harus keluar dari norma kita sebagai manusia yang diberi akal sehat. Dan gue pikir semakin dieluh-eluhkan, kita semakin tidak percaya dengan keberadaan tuhan, pastinya kamu sering mendengar kalimat kalau tuhan itu nggak tidur, dan tuhan memberikan penyakit dengan obatnya. Tak ada salahnya kalau kenaikan harga BBM ini kita jadikan semangat untuk lebih giat kerja keras, daripada cuma teriak-teriak dimonas. Tak usah takut dengan pemerintah, mereka hanya peran dari scenario tuhan. Berapapun naiknya asal kita dikasih rezeki buat membelinya kenapa tidak.? Ingat Tuhan bersama kita, lebih dalam dari itu tuhan bersama orang yang mau bekerja keras, bukan bersama para ormas.

Sepertinya cukup. Ini hanya opini subjektif gue, jadi mohon maaf jika tulisan gue nggak kamu sukai. Yaudah sih terserah gue, ini website gue, tempat gue menulis apa yang mau gue tulis, bukan yang mau kamu baca. Thank.

Friday, November 14, 2014

Akibat #TerlaluCinta

       Comments   

Apapun yang disebut terlalu memang selalu ada sisi negativenya. Sesuatu yang berlebihan cenderung mengarah ke sipat sombong, dan kini para anak gaul punya istilah lain untuk menyebutnya yaitu “Lebay” Gue sendiri nggak pernah tau asal muasal kalimat itu, namun sepengetahuan gue dalam kamu besar bahasa Indonesia, kalimat itu nggak pernah ada, atau mungkin gue yang salah baca kamus. Ah Entahlah.!! Kepikiran buat searching di google, tapi dipikir lagi apa manfaatnya.? Yowis lanjut.

Sering sekali kita dirugikan oleh sikap keterlaluan kita sendiri, contoh sederhana, makan terlalu kebanyakan efeknya mau ngapain aja jadi nggak enak, atau karena terlalu berharap lalu aktualnya nggak seperti yang diharapkan, galau, stres, kegiatan terbengkalai, kamu hancur dan dia ketawa. Kasian kan??, Yang sabar ya.!!

Gue pernah dicurhatin teman cewek yang kayanya udah yakin banget kalau cowoknya itu adalah jodohnya. Tapi ketika gue lihat dari pihak sicowoknya, dia bersikap normal dan wajar sewajar-wajarnya, gue mau bilang ke temen gue itu, tapi yahh apadaya cinta membutakan mata brohhh. Kalau kata nyokap gue semua akibat #TerlaluCinta, sampai ada pernyataan “kamu bohongpun aku percaya ko”. So Shitt brohh, cinta itu suci jangan dikotori sama kecerobohan yang kamu buat sendiri.

Akibat #TerlaluCinta, kamu akan dibentuk menjadi manusia penakut, takut kalau dia marah, sedih, atau kecewa atas pendapatmu, lebih dari itu, kamu menjadi pihak yang selalu dirugikan, baik masalah materi, waktu, bahkan perasaan, kamu seolah menyekap perasaan kamu sendiri. Alhasil kamu tidak menyayangi dirimu sendiri, badan kurus kaya pemake, wajah pucat, ah pokonya aneh deh.

Kamu yang selalu berusaha membuat suasana senyaman mungkin, membuat semuanya bertahan, dan kamu jadi pihak yang selalu mengalah. Sekecewa apapun kamu tetap bilang ‘nggak apa-apa ko, hanya agar tidak mau meperpanjang masalah, padahal itu bukan menghilangkan masalah, tapi mengumpulkan masalah sampai terus menumpuk dan memecahkan isi kepala mu kelak.

Akibat terlalu cinta, kamu tidak bisa memerdekakan ideology mu sendiri. Sekarang coba diam, keluarkan air mata mu, jangan sampai dia tau kamu menangis, kamu hanya butuh sendiri, dan tanya pada diri sendiri, “Cinta macam apa ini?” saat kamu sudah tau jawaban nya, paham apa yang harus kamu lakukan. Lakukan sekarang, karena cinta tak pernah menyuruh mu bertindak bodoh, seperti yang pernah gue baca di halaman pertama buku pidibaiq ‘Cinta itu indah, jika bagimu tidak, mungkin kau salah pasangan’.

Monday, November 3, 2014

Realita Anak Tongkrongan

       Comments   

Berkumpul, bicara, bercanda, sampai kita berkelahi, adalah hal yg paling menyenangkan. Memutarkan lagu diruangan sempit, sampai kita semua tertidur, namun entah ulah siapa, ketika bangun kaki udah terikat, muka dicoret coret, atau smartphone dibajak, sering kesal bahkan murka, namun itu tak berlangsung lama, dan kembali tertawa.

Rokok, coffe dengan gelas kusam bukti kalau kita ada, nge-Beer satu botol diteguk rame-rame, sampai salah satu dari kita tak sadar kalau dia mabuk, ngomongin orang sampai lupa kalau waktu udah malam, berandai-andai di ruang imajinasi yang paling tinggi untuk berandai-andai, kadang terselip mimpi dan cita-cita, yang kalau dipikir nggak mungkin juga, tapi yang terpenting satu, kita bebas. Ya, kita medapatkan kebebasan dengan kadar tak terhingga. Siapapun yang menghalangi, kita selalu pastikan esok orang itu tak bernafas lagi, kita keras kepala, kita egois, sesekali bertingkah tak waras, ya itulah kita, kalau dia atau mereka nggak suka, bunuh sekarang juga, tapi gue mau katakan kalau itu juga dulu, dahulu sekali, sebelum keterasingan mengenalkan ruangnya pada kita.

Kadang gue marah, ko jadi gini,? Apa kita nggak bisa berusaha cari waktu untuk kembali bersama. Tak lama gue tampar lamunan, dan baru sadar kalau gue sendang berjalan dalam durasi yang disebut hidup, rentetan skenario telah kita mainkan.

Kita dijauhkan oleh prioritas yang kadang nggak ngerti prioritas macam apa. Dan waktu seakan menyuruh kita untuk tak terlena ditempat yang sama, seolah memaksa kita berlari. Ya berlari sendirian. Karena pada dasarnya kita satu keyakinan, yakin akan pergi, dan yakin akan kembali, dan pulang saat detik mulai melemah dan mengingatkan kita untuk berhenti dan beristirahat, dan saat itu kita akan benostalgia dengan irama yang dahulu sempat kita mainkan. Goodluck.

Friday, October 31, 2014

Ngomongin Kesetaraan

       Comments   

Berbicara tentang kesetaraan gender. Menurut gue, jikalau ingin perempuan setara dengan laki-laki yang harus dilakukan adalah menghapuskan peraturan yang sifatnya boomerang bagi kesetaraan itu sendiri, seperti “Ladies Parking”. Gue pribadi enggak setuju sih ada peraturan ini, seperti mengisyaratkan bahwa perempuan adalah makhluk lemah yang harus parkir dekat dengan pintu masuk mall. Gue yakin perempuan punya semangat yang sama dengan laki-laki dalam berjalan kaki. Terkecuali jika perempuan itu hamil, mungkin peraturan “Ladies Parking” diganti dengan “Pregnant Women Parking”. Lebih manusiawi. Wanita ngga harus dibukain pintunya, diambilin kursinya, atau mempersilahkannya berjalan didepan.

Masih ingat kasus dinda di path, seorang cewek jagoan yang tidak memberikan tempat duduknya ditransportasi umum untuk ibu hamil. Dia kabarnya dicariin Hammer Girl The Raid. Dinda berpikir kalau hak semua penumpang itu sama, siapa yang utama, dia yang dapet tempat duduk. Tapi kali ini gue nggak setuju dengan dinda, memang ibu hamil semestinya diprioritaskan, ingat bukan karena dia perempuan melainkan karena dia hamil. Beda kan?

Perempuan selalu berteriak, ini jaman emansipasi wanita. Harfiahnya emansipasi wanita adalah kesetaraan hak dan gender. Emansipasi wanita juga bisa diartikan sebagai suatu usaha untuk menuntut persamaan hak-hak kaum wanita terhadap hak-hak kaum pria di segala bidang kehidupan. Tapi ketika salah atau terpojokan, mereka dengan manja bilang “Kita kan cewe”. Hey ladies semakin kamu menggunakan keperempuanan mu untuk menindas, maka kamu semakin di anggap lemah. Dan itu bukan sosok yang ada dalam diri ibu kartini.

Seringkali gender menjadi senjata bagi masyarakat ignorant. Pernah waktu itu gue lagi naik bus umum perjalanan ke bandung, dalam bus tinggal nyisa satu kursi, tak lama naik lagi satu penumpang, akhirnya kursi pun penuh, tak laman kemudian bus berhenti lagi, naik lagi satu penumpang perempuan, bergaya anak kuliahan, dia terpaksa berdiri, sialnya berdiri tepat disamping gue, badannya sedikit nyender dikursi gue. Beberapa menit dia tak bicara, pikir gue mungkin sabar, namun lama kelamaan sipat keperempuanan nya pun muncul, di berbisik sangat pelan, namun gue jelas denger “ihh ini cowok nggak peka amat, bediri napa” Yah gue lihat dia sehat sentosa, cantik pula, dan gue pikir dia masih mampu buat berdiri beberapa jam, kenapa musti gue yang ngalah, kalau dia hamil, atau dia bapak-bapak yang lagi sakit, atau kake nenek yang renta, baru gue berdiri dan ngasihin tempat duduk.

Perempuan pasang avatar sexi pasti banyak yang follow, cowok pasang poto sexi dikira gay, perempuan upload photo pake tangtop, jadi hot topic terus dibilang imOet, cowo upload photo pake tantop tambah tattoo, dibilang homo atau bahkan lebay, perempuan update status jorok di support, cowok updet status kasar, dicaci, perempuan di ajak tidur bilang nya buaya darat, nah kalau perempuan yang ngajak tidur, bilangnya budaya barat.

Dear perempuan.

Setara yang sperti apa yang kamu maksud?

Ciri Gebetan Ngga Tertarik Sama Kamu

       Comments   

Kepastian dan penantian berhubungan erat dengan yang namnya harapan, gue pikir mereka masih saudaraan. Sipemberi dan sipenerima, kadang tidak tau hak dan kewajiban mereka. Logikanya, yang memberi, ya bebas mau ngasih berapapun, dan sipenerima ikhlas diberi berapapun, namun yang jadi masalah disni adalah cara sipembri itu ngasih, nah itulah yang mengakibatkan para penikmat harapan palsu makin marak. Fakta yang gue lihat dilapangan sebagian orang tidak paham atau mungkin pura-pura bego dengan perhatian yang dikasih oleh sipemberi, yang hanya sebatas teman, yang pada akhirnya menanti penantian yang sebenarnya tak ada, terus apanya yang dinanti.? Atau sipenerima kadar ke GE’ERan nya tinggi, sampai disenyumin dikit aja ngiranya ngajak jadian, ahh.. kamu ini. Ciri gebetan nggak tertarik sama kamu menurut analisa yang gue temukan setelah barusan meneguk coffe.

Balas pesan mu lama. Gue yakin kamu sediri akan males jika menerima pesan dari orang yang nggak penting-penting amat dihidup mu, dia bukan teman, bukan juga sodara, atau kerabat, melainkan orang yang lagi suka sama kamu, But you don’t like. Nah buat kamu sipenerima, kalau nada sms nya sudah pasif, kamu nulis panjang lebar terus dibales cuma ‘Ya’ doang atau bakan ‘HAHA’ doang, segera kamu curiga dengan dirimu sendiri. Hanya ada dua cara, lanjut diperjuangkan yang nantinya akan memberatkan mu, atau tinggalakan dan cari yang mau.

Susah diajak jalan bareng. Kamu terus-terusan ngajak jalan, beberapa kali atur waktu buat jalan, berusaha mati-matian, namun pihak sana pun berusaha mati-matian cari alasan supaya nggak jadi jalan. Segera tinggalkan.

Membicarakan orang yang dia mau. Komunikasi yang kamu lakukan bukannya membahas tentang kalian berdua, melainkan ngomongin orang lain, bahkan membahas dan memuji orang lain depan kamu. Yang sabar ya, tinggalin aja.

Yah, yang namanya rasa, enak nggak enak individu itu sendiri yang tau, setampan atau secantik apapun kamu, jika dia memang nggak nyaman sama kamu, jangan dipaksain, karena pengemis cinta sampai kapanpun akan menderita, cari yang ikhlas sajalah. Memang benar jika dicintai itu menyenangkan dari pada mencintai, tapi saling mencintai itu lebih membahagiakan loh.

Sepakbola Bukan Keyakinan

       Comments   

Sepakbola selalu dibilang sebagai arena pemersatu. Kemeriahan sepakbola dirasakan semua kalangan, apalagi jika datangnya piala dunia, orang yang sebenarnya nggak tau bola ikut-ikutan teriak, saat ditanya siapa yang ngegoll-in semalem, dia langsung googling, dan kebetulan orang itu adalah gue. Ya, gue tidak terlalu suka dengan sepakbola, juga nggak punya team pavorit, jikalau pun ada pertandingan, gue nonton hanya untuk sekedar seru-seruan, dan pas hadir momentum akbar seperti piala dunia, gue paling seneng ngedeketetin orang yang fanitik pada satu team, karena apa? Mereka yang fanatic akan berani bayar taruhan walau pun team pavoritnya jelas-jelas lagi ngedrop. Hayo siapa yg bego?

Memang benar sepakbola sebuah pemersatu, dari pemain, pelatih sampai supporter, namun gue ngeri melihat fakta yang terjadi, sepakbola yang harus nya jadi sebuah arena pemersatu, bergandengan tangan, bernyanyi bersama, kini jadi sebuah kelompok yang saling membenarkan sendiri, lebih ngeri dari itu, speakbola yang gue lihat jadi investasi yang bergelut dalam politik. Aksi politik dalam sepakbola kini jelas terlihat. Jika sekedar ledek-ledekan mungkin biasa, namun aktualnya kini bukan lagi mulut tapi jadi pertumpahan darah hanya gara-gara team idola. Dan yang santer terdengar, ada yang jual mobil, rumah, mungkin kelak anak dan istri bisa digade-in buat jadi tarohan.

Gue pikir, yang mereka lakukan dengan team idolanya, seperti keyakinan mereka pada tuhan. Ya mereka terlalu mentuhankan idolanya. Gue lihat semua merasa paling benar, tak tau, bahkan tak ingin tau siapa yang mulai perkelahian, yang pasti statman mereka “Team gue yang bener”. Saat team A kena sangsi, kerena memang ulah pemain/suporternya sendiri, si team A ini tetap merasa benar, dengan terus mencari cara kalau team B lah yang salah. Keyakinan mereka terhadap idola tak logis tapi nyata. Gue pernah dengar dari salah satu pemuka agama, jika terlalu fanatic mengidolakan itu haram, lebih dalam dari itu tuhan pun tak menyukai hal yang berlebihan. So ngefans sih ngefans tapi ya rasional dong bro.!!

Thursday, October 30, 2014

Perluas Pergaulan

       Comments   

Banyak teman banyak rezeki, kata siapa? Kata gue barusan. Karena makin banyak teman makin banyak pula rellasi kita, peluang-peluang baru, atau ideu-ideu cemerlang terkadang datang dari orang baru. Masih ingat dengan ungkapan “Awas jangan salah pilih teman” Di article ini gue nggak akan nyuruh lo buat pilih-pilih teman, gue akan sharing bagaimana lo dipilih oleh teman.

Di kota Purwakarta, tempat tinggal gue sekarang, gue adalah orang baru. Ya, gue anak perantauan, alhamdulillah tak butuh waktu lama untuk gue kenal semua orang disini, bahkan gue sudah merasa kalau gue asli anak sini, tak cukup puas sampai disitu, beberapa bulan kebelakang gue memutuskan nyari kerja diluar kota, tiap hari pulang pergi lintas kota, tempat kerja, main, dan kuliah semua beda kota, biara apa? Biar cape. Yang pasti biar jaringan pertemana gue nggak LoLa ( Lo lagi lo lagi ).

Jadi orang nyaman itu ngga sulit, tapi nggak mudah juga, gue pernah digebugin anak-anak sekitar, dikejar-kejar RT, dan hal konyol lainnya, namun itu ngga membuat gue kapok untuk hidup sendiri, melainkan membuat gue tau dan paham yang dinginkan sekaligus yang dibenci orang pada diri gue sendiri. Oke ini beberapa tips bergaul yang sehat menurut versi gue.

Attitude.

Sebelum kamu mau memperluas pergaulan, hidup di antara orang-orang baru, pertama kamu harus benerin attitude kamu sendiri, jangan rese, jangan songong, kamu posisikan diri mu sebagai orang baru yang ingin kenal dengan mereka. Ngga lucu juga kenalan banyak, tapi semuanya membeci. Dan kamu nggak boleh jadi pribadi yang pelit, sombong, sotoy, menyebalkan, dll.

Pinter.

Orang pinter itu disukai semua kalangan loh, lebih bisa diandalkan, yang pasti orang pinter lebih dibutuhkan dari pada orang tajir, dan orang pinter tau kapasitas. Dia ngomong sama siapa aja nyambung, dan saat yang ngajak ngomong udah ngerasa nyaman sama kamu, disitulah titik dimana kamu mulai diperhatikan dan dihargai.

Open minded.

Jika jika jaringan pertemanan sudah banyak, pergaulan makin meluas, tugas kamu sekarang terbuka. Ya, kamu nggak boleh menutup diri, wellcome dengan semua pendapat orang, jika tidak sepeham, bicarakan baik-baik.

Nah itu tips dari gue, so perluas jaringan pertemanan kamu, dan gue yakin proses move-on pun akan berhasil, lalu pacar baru pun datang dari orang-orang baru, Loh ko ke situ ri..? Entah, ah.

Yowis, semoga bermanfaat.!!

Friday, October 3, 2014

Mereka Yang Selalu Ada Dan Pernah Ada

       Comments   
Gue buat article ini terinspirasi dari halaman kata pengantar di buku Relitionshit-nya Alit Susanto. Gue nulis ini untuk mereka yang kelasnya sama dengan gue. Mereka yang selalu dikategorikan susah, sulit, madesu dan bahasa menjijikan lainnya.

Sering sekali kita dengar istilah kalau dunia ini berputar. Tentunya beberapa perubahan telah dilakukan, seiring rotasi bumi dengan jutaan dimensi dari malaikat-malaikatnya allah, ada yang tak sadar kalau itu adalah sebuah perubahan, ada pula yang berusaha ingin berubah, namun ada juga yang stuck terdiam ditempat yang sama, mungkin bukan karena tidak mau berubah, hanya saja belum menemukan celah. Dan gue telah merasakan perubahan itu, dari fase lucu-lucunya, ke fase yang menyebalkan yang disebut remaja, dan ke tahap pembenahan seperti sekarang, gue ngga mau sebut fase pendewasaan, karena apa yang gue lakuin masih jauh dari kata dewasa. Pastinya gue melalui itu tidak sendirian, sadar atau tidak peran mereka berpengaruh dalam tahap metamorfosa hidup. Siapa Mereka?
  • Keluarga
  • Teman
  • Temannya teman
  • Orang baru
  • Pacar
  • Mantan pacar
  • Dan bahkan mantan gebetan yang pergi tanpa sempat dimiliki.
Ada yang bertugas sebagai penyemangat, ada pula yang fungsinya sebagai pembenci, bahkan ada juga yang dekat namun tak pernah peduli. Ketika hati tak mampu menerima keberadaan para pembenci, kita sering menyerah karena yang mereka katakan selalu mematahkan apa yang sedang kita lakukan. Kecemburuan social menjadi pemicu amarah kita naik turun, namun bukankah kita bisa menjadikan itu sebuah kecemburuan positive, katakan “Ya gue bisa melakukan itu, Gue mampu membeli ini itu, Gue bisa lebih dari dia/mereka. Jangan pernah malu saat semua tidak tercapai, karena untuk bisa bermimpi dan selalu berusaha saja kita sudah dikategorikan mahluk bernyawa dan berakal, jika itu semua tercapai kita naik ke greet manusia hebat.

Mengeluh itu manusiawi, karena pada dasarnya kita dicipkatan dilengkapi rasa, namun yang salah ketika mengeluh lalu kembali pulang kebelakang. Kita lihat orang gila yang tak pernah mengeluh dirinya sakit jiwa, buktikan kalau kita bukanlah orang gila. Kita patahkan pernyataan yang mengatakan orang kaya semakin kaya, orang miskin semakin miskin. Teriakan kalau kita adalah orang susah yang ingin berubah, bukan yang bisa merengek manja dan meminta, stop berpangku tangan pada orang lain, biarkan mereka ada untuk diameter kita mencapai semua.

Kamu yang saat ini baru bisa membeli sepatu hasil kerja keras mu jadi tukang parkir, kamu yang sekarang bisa beli smartphone hasil jagain toilet SPBU, atau bahkan kamu yang baru bisa makan sama ayam goreng hasil ngamen semalam. Percayalah kamu lebih hebat dari mereka yang punya Alpard hasil minta dari bokap, atau mereka yang pake iphone bermerk Apple hasil kabur-kaburan dari rumah, atau bahkan hasil memberontak mecahin kaca rumah. Tak perlu minder tinggal tunggu saja keluaga mereka mati satu persatu. *Ehh

Style, tahta, harta, tak akan bisa melambatkan atau mempercepat detik yang sedang bejalan. Pertanyaannya sampai dimana perubahan yang sudah kita lakukan. Mari ucapkan terimakasih pada mereka yang telah mendampingi atau membaci. Mereka yang selalu ada dan pernah ada dalam tahap perubahan hidup kita.

Dan sampai sejauh ini gue ingin mengucapkan terimakasih buat Tuhan YME sang penguasa alam fana telah mengkaruniai hidup yang jauh dari kata sempurna, hingga setiap proses perjuangan dalam cerita hidup bisa gue nikmati dan syukuri, buat mamah, dan adik gue, yang selalu memanjatkan do’a dalam diam untuk gue, semua teman yang jadi penyemangat bahkan yang jadi pembenci, gebetan dan barisan para mantan yang sudah membuat gue patah hati, Terimakasih, karena bagi gue, patah hati selalu jadi inspirasi yang berujung royalti. Hehe..

Silahkan tulis dikolom komentar apa yang kamu punya hasil kerja keras kamu sendiri. Dan tetap semangat untuk menjadikan hidup ini lebih hidup.

Wednesday, September 17, 2014

Kekonyolan Pengguna Smartphone

       Comments   

Sebenarnya gue males buat nulis tentang Smarphone, karena gue sendiri yang sangat addict dengan benda yang satu ini. Dari pada gue ngomongin orang mending gue buat opini untuk diri gue sendiri, jika kamu pun merasa, Ya gue bersyukur berarti tujuan gue menyindir berhasil. hehe.

Sejak kecanggihan internet dan berbagai jenis smartphone masuk ke Indonesia, masyarakat semakin mengenal yang namanya technology. Tukang siomay aja pake iphone, mang udin tukang sayur pegang blackberry, terus gue masih pake hp poliphonix atau monophonix, ahhh….

Sekarang orang-orang, Oh yah, gue lupa mau bahas diri sendiri. Oke jadi sekarang tiap gue mau pergi bukannya baca do’a, tapi negtweet dulu “ On the way basway”, setelah sampai ditempat tujuan langsung photo dan update di Path, “ At bojong kenyot ” karena lapar lalu makan, tapi sebelum mengunyah selfi dulu sama ikan asin yang terkapar diatas nasi lalu upload ke facebook atau instagram. “ Menu diet ku”

Menurut penelitian gue, yang gue dapat setelah survei ke beberapa orang disuku baduy, tulang leher remaja sekarang akan patah saat usia 40 han. Loh kenapa?? Karena jika di akumulasikan dari 24 jam ada 17 jam kepala mereka menunduk liatin Smarphone. Dan menurut penelitian Cak-Lontong 7 dari sepuluh pemilik Smartphone berstatus jomblo/singel. Pertanyaan gue, mereka chatting sama siapa.? Oh gue tau, kalau ga main game mungkin sekedar nge-chek pemberitahuan ke facebook, twitter, path atau instagram, atau bahkan sekedar Buka > Menu > Lalu kembali ke tampilan Awal menu. Iya kan.??

Gue pernah mengalami nyeseknya sebagai pengguna Smartphone, bagaimana tidak uang gajih yang dikumpulkan selama satu dekade habis buat beli hape pintar bermerk..titik titik. Tapi tak lebih dari satu minggu, gadget gue rusak karena gue lempar saat stalking timeline mantan, yang update photo sama pacar barunya. Kasian yah !!

Gadget atau yang lebih dikenal dengan istilah smarphone sipatnya sama sepeti cewek yang lagi datang bulan, super manja, gampang ngambek, lalu jajan deh. Kebanting dikit ngeblank, masukin video bokep ngehank, lalu pura-pura mati, lalu diservise dan keluar duit lagi. Ngebetein kan.? Ya begitulah. Dan akhir-akhir ini gue menemukan banyak kekonyolan yang dilakukan para pengguna smartphone.

Gak Punya Lagu di iPhone Karna Gak Tahu Cara Ngisinya.

Jono: pri ngelay music dong, biar ga sepi

Supri: iphone ku ga ada lagunya.

Jono: WHAT…?? iphone ga ada lagunya.?

Supri: ga tau padahal udah gue copy-paste, tapi tetep ga bisa.

Jono: -_______-

Makanya, jangan cuma bisa beli smartphone. Pelajari juga aplikasi dan layanan pendukungnya. Supaya iPhone kamu bisa berfungsi lanyaknya jutaan iPhone lain kamu butuh Apple ID dan mengunduh iTunes.

Cuma buat Jejaring social.

Sayang sekali jika kecanggihan smartphone hanya digunakan buat bikin facebook, twitter, path, instagram dan para sekutunya. Padahal banyak kecangihan yang cukup bernafaat yang ditawarkan smatphone. Yang paling ngeri hanya dijadikan buat selfi, asal udah bawa tongsis, udah merasa aman karena berarti bisa group-selfie sama temen-temen. Tapi yang bikin tepok jidat, udah pake tongsis eeeh.. nggak tahu cara set timer di kameranya. Kasiahan kan.? 

Lini Masa Twitter Dikira Sama Kayak SMS atau Chat di Line dan Whatsapp.

Tanya apa-apa via Twitter. Gak jarang bukan pakai fitur “Reply” malah pakai “Retweet” dan bikin lini masa jadi “kotor”. Mas, Mbak permisi kalau mau nanya yang beginian lewat japri aja bisa loh.

Memberikan Smartphone Pada Anak Kecil Supaya Gak Nangis.

Kebanyakan uang? Terserah. Yang pasti ponsel pintar (dan ponsel) lain bukan buat anak kecil karena piranti ini memiliki komponen yang mudah tertelan oleh anak kecil. “Biar dia nonton Barney di YouTube biar gak nangis…”

Loh, bukannya udah tugas kamu sebagai orang tua untuk menjaga, menghibur, dan memberi dia ilmu secara kognitif dan motorik? Beberapa penelitian udah menjelaskan kalau ilmu dan pengetahuan bagi anak dibawah umur 2 tahun lebih baik disampaikan secara langsung face-to-face bukan melalui layar.

Miara Pou.

Ini yang sedikit menggelitik telinga gue. ada satu mahluk, entahlah itu bernyawa atau tidak yang pasti mahluk itu belum terdaftar dalam deretan nama hewan di kebun binatang manapun. Mahluk itu bernama Pou. Buat para pengguna smartphone mungkin tidak asing dengan mahluk masa depan itu.

Ketika jono dan supri lagi nongkrong.

Jono: Astaaaaagggaaa, “sambil menepuk jidat, wajah panik”

Supri: kenapa jon.?? “supri ikut panik”

Jono: Sipow belum dikasih makan..!! ”lalu nyalain smartphone dan buka aplikasi” tuh kan dia nangis

Supri: -_______- langsung mengepakuasi jono ke rumah sakit jiwa.


AskFM yang salah Pengguna.

Sebenernya penting ga sih Ask.Fm itu.? Setiap orang punya opini berbeda, tapi menurut gue kalau sekedar tanya jawab bukan kah media social lain juga sudah di lengkapiu pasilitas itu. Tapi yah itu hak mereka. Punya ask.fm itu ga salah, kata kak Hena Wirasetya yang salah itu Ask.Fm mu di:

Sinkron ke twitter.

Nah pengguna yang seperti itu yang ngeselin, karena timeline bakalan penuh dengan pertanyaan dan jawaban yang ga jelas munkin bisa dibilang sampah, lagian belum tentu follower twitter mu bakal pingin tau

Ngejawab Pertanyaan Ask.Fm
Ketika pengguna nggak ada yang nanya, ask.fm menyediakan pertanyaan-pertanyaan random untuk dijawab. Pengguna ini sebenernya nggak begitu membutuhkan ask.fm, tapi tetep bikin. Entah karena kepingin, ikut-ikutan, atau sengaja pingin ditanya, atau ga mau ketinngalan gaul. Entahlah.

Yang Jelas, Hal Paling Bodoh Itu Saat Ponsel Pintar Justru Menjauhkanmu Dari Orang-Orang Tersayang.

Fungsi ponsel pintar itu untuk membantu memudahkan hidupmu dengan berbagai fiturnya. Dia bukan diciptakan untuk menjauhkan kamu dari kehidupan sosial yang sesungguhnya. Bukankah saat kamu sakit teman yang nyata yang pastinya ngejenguk, dan ngelus pundak mu sambil bilang, “Sabar Ya”

Oke itulah beberpara opini absurd gue. Diakhir opini gue sering mengatakan, ambil yang baiknya, jadikan lelucon jika tidak. Kata temen gue hidup jangan dibawa penting, biar ngga cepet tua.

Friday, September 5, 2014

Ya Gue Blogger

       Comments   
Blogger, mungkin terdengar asing buat mereka yang tak kenal internet, tapi menururut pengamatan gue jika dilihat dari perkembangan jaman sekarang cuma 3 dari 10 ramaja yang tidak tau internet, dan 7 dari 10 yang hanya tau tapi tidak memahami. Begitulah pengamatan gue yang didapat setelah gue survei beberapa orang remaja di suku aborigin. Sebagian orang hanya tau Facebook, Twitter, Bbm, Whatsap, instagram, path, askfm dan si Mbah Google, mereka bilang kalau itu internetan. Memang benar, karena pada dasarnya semua itu dari internet. Gue pernah beberapa kali menerima pertanyaan para penggemar social media, seperti:

“Ri kenapa facebook ku ga bisa nge follow back,.??

“Ri ko yang ngelike status facebook ku 230 orang, padahal teman aku baru 105, sisanya siapa.??
 

“Ri kenapa twitter aku ko followernya dikit.??
 

“Ri AskFm itu saluran radio mana sih, ko nanya mulu.??
 

“Ri kenapa instagram ku ga bisa kebuka.??

Dan yang paling ngeselin ketika mereka nanya, terus gue tanya balik buat coba benerin “mana alamat email sama paswordnya.?? Yang mereka kasih hanya alamat email sama pasword account social medianya, bukan pasword email. Saat gue tanya lagi siapa yang buat facebooknya, mereka jawab dengan polos, “tukang warnet ri”. Oke sebelum membahas para blogger yang kece, gue mau kasih masukan buat mereka yang sering gangguin gue dengan hal-hal sepele seputar internet lebih tepatnya social media atau yang mereka bilang dunia maya, dengerin opini gue. Menurut gue pada dasarnya semua jenis social media memiliki fungsi yang sama, yaitu berinteraksi di internet, chatting, atau update, namun dengan beragam thema dan tampilan yang beda. Dan tolong jangan pandang sebelah mata email, kebanyakan dari kita, yang penting kebuka social media nya, masa bodo dengan email, dan saat si facebook,twitter,path dan sekutunya itu ada masalah, kamu tak bisa apa-apa tanpa melihat pesan yang masuk ke email. Ingat email itu bukan hanya untuk membuat facebook dan sekutunya itu. Dengan satu alamat email, kamu bisa membuat satu account apapun, karena pada dasarnya semua pake email dulu. “Ahh pake no hape juga bisa ko.!!! Untuk yang ngomong gitu gue jawab, internet bukan hanya milik facebook dan twitter, coba sedikit lebarkan bola matanya, masih banyak account-account lain yang jauh lebih penting fungsinya. Yahh sekialas penjelsan gue buat mereka yang kepalanya sering dibuat nunduk oleh gadget. Ini bukan buat kalian para blogger, so gue tau saat kamu baca penjelasan gue barusan bakal bilang “Ini info apaan sih, dari dulu juga udahh tau kelesss” hahaha..

Google yang katanya dirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin pastinya mereka yang addict dengan social media gue pastikan tidak asing dengan nama itu. Google yang siap menjawab semuanya. Namun saat gue tanya blog/blogger, gue yakin hanya segelintir orang yang tau, bahkan tidak mempedulikan pertanyaan gue itu. Padahal yang mereka cari digoogle adalah berkat kreatip dan tekunnya para blogger memposting, artikel, info, tutorial, tips atau triks, pokonya semuanya ada, dengan jutaan blogger didalamnya, walau pun terkadang sigoogle suka so’tau kalau menjawab.

Gue jadi blogger sejak zaman zahiliyah, beberapa hosting blog gratis pernah dicoba, wordpress, blogdetik, kaskus, dan tentunya blogcepot atau blogspot. Untuk blogspot saja, mungkin sudah buat lebih dari 10 link blog. Gue harap blog ini adalah blog terakhir yang gue buat. Dulu gue adalah blogger labil yang bisa dikatakan sangat bodoh. Gue tersesat dalam hoby ngeblog karena ketidak sengajaan, gue yang sering googling, lalu bertanya pada diri sendiri. Ko di google semuanya ada.?? Apa iya yang si Larry Page dan Sergey Brin yang buat google secerdas ini. Gue cari tau pada mahluk yang nyata, gue tanya ke teman yang kuliah dibandung, dia jawab kalau itu adalah ulahnya para blogger.!! Gue cari tau seputar blogger. Singkat cerita gue buat deh satu link blog, kalau ga salah blog pertama gue berjudul “My Blog Is My Freedom". Namun saat itu gue belum mengerti jauh seputar blog, jarang posting, tiap hari gue ngedit template, padahal gue ga paham dengan HTML, CSS, PHP, dan kode-kode nakal lainnya. Waktu buka twitter, gue lihat Pak Mario Teguh ngetwit blogger tebaik yang di hyperlink ke Benablog.com, jujur gue takjub dengan blog itu, karena gue rasakan sendiri kalau mempercntik template itu super sulit. Gue semakin kecanduan ngeblog alasan nya, ya ngedit template, ngepost paling sebulan sekali, itupun kalau mood lagi bagus atau lagi ada yang mau dibahas. Tak lama gue baru sadar, hal utama dalam blog adalah postingan, dan gue sering dibuat bete dengan postingan yang tak ada komentar dari satu mahluk pun. Karena pemahaman gue belum luas masalah blog, gue dibuat nyerah, gue mutusin ga akan ngurusin blog lagi, ketika tangan mau buka laptop buat ngeblog, gue istigfar, lalu menjauhi laptop lagi, karena saat itu gue ngerasa udah kecanduan oleh hoby aneh tapi ga ada hasilnya. Waktu gue habis buat ngeblog, tapi ilmunya disitu-situ saja, duit ludes pake beli pulsa modem, badan kurus karena sering begadang. Tapi hasilnya apa.?? Mending gue facebookan update “Lapar” atau “Singel Freedom” pasti banyak yang ngelik dan komentar. Gue bener-bener dibuat galau sama blog, gue ingin move on, disaat remaja lain galau karena perempuan gue harus menerima kelainan, kalau gue galau oleh blog.

Lalu gue ditanya sama teman yang dulu sempat gue tanya tentang blog, “Gimana udah bisa blum bikin blognya Ri” gue jawab dengan nada kesel, udahlah jangan bahas blog, ga penting, ga ada gunanya malah nguras waktu. Dia ngetawain gue, sambil bilang, “Yang susah tuh bukan buatnya tapi ngurusnya”. Hampir satu tahun gue terlepas dari kegiatan itu. Namun ketika gue nganggur, ga ada kegiatan satu pun buat ngisi hari-hari gue yang super monoton. Gue iseng search di google blog yang gue buat dulu, dan ternyata ada, tapi posisinya paling bawah, sangat bawah. Saat gue mau buka, gue lupa sama pasword gmailnya. Yasudahlah buat ngisi waktu gue buat lagi, account gmail, lalu gue buat lagi deh siblogcepot, yaitu blog yang sekarang gue pake, alhamdulillah, gue dibuat nyaman dengan blog ini. Gue dikasih pencerahan ketika blogwalking pernah baca article yang membahas “kalau blogger keren adalah blogger yang selalu konsisten. dan dengan blog ini gue belajar lagi mendesign template, bertarung dengan kode-kode nakal dalam blog, blog ini mengajarkan apa itu SEO, pentingnya Blogwalking dan trafic blog. Gue berusaha konsisten ngeposting, minimal satu postingan seminggu, Dari padatnya kegiatan, gue sisikan waktu satu jam setiap hari, buat nulis, ngedit, terus diposting, lalu blogwalking.

Dulu gue selalu sembunyi-sembunyi kalau mau ngeblog, dan tak ada satu teman pun yang tau kalau gue hobby ngeblog, mengakui kalau gue adalah blogger. Jujur gue malu dengan kegiatan ini. Disaat anak muda lain rame bermain, facebook, twitter, instagram, point blank dan sagala jenis game online, gue malah punya hoby nulis diblog lebih tepatnya sih curhat di blog, gue berpikir kesannya perempuan banget. Namun apa daya, lama-lama semua teman gue tau. Alhamdullilah mereka ngejek gue, lebay lah, so puitis lah, so sibuk lah, semua kata pahit itu terucap. Gue tetap yakin kalau yang gue lakuin adalah hal positive, tuhan pun menyambut keyakinan gue dengan memberikan rezeki dari hasil blog, dan sempat neraktir mereka yang hoby main game online, untuk membungkam mulut mereka sejenak. Pernah ko gue bahas Disini.

Sekarang gue tidak malu untuk mengakui, Ya Gue Blogger, tukang curhat diblog, tukang nulis yang tidak penting, tapi yang penting gue tidak copy paste. Si abang kambing jantan (Raditya Dika ) saja berawal dari seorang blogger ko sebelum jadi penulis lalu jadi sutradara seperti sekarang. Dan si mahasiswa abadi ( Alit susanto ) juga memulai dari blogger dulu sebelum jadi penulis novel dan sekarang jadi penulis skenario. Sesekali jadilah pembuat, bukan pengguna, dan jadilah yang dicari-cari, bukan yang nyari-yari digoogle.

Oke mungkin cukup, thank untuk semua blogger yang udah jadi guru dadakan buat gue, guru yang gak pernah minta uang spp, dan ga pernah ngasih gue tugas, hehe. Dan buat kalian yang baru kemarin bikin blog, jangan menyerah sayang, keep posting and say no to copy paste. Jadi diri sendiri, buat hidup ini menjadi lebih hidup dengan cara terus berkreative.

Saturday, August 30, 2014

Ciri Orang Yang Mau Menang

       Comments   
Sejak usia gue menginjak ke 23, pola pikir pun ternyata berubah dengan sendiri nya. Gue yang tadinya hobby main sana sini, begadang ga jelas nungguin apa, party, hura-hura. Namun belakangan ini gue coba merubah hal yang dirasa negativ menjadi hal positiv, dan itu tidak mudah, sungguh tidak mudah bagi gue yang hidup dilingkungan sangat keras. Gue yang ingin berubah di tengah-tengah semua teman yang masih seperti dulu, ngabisin duit ortu, party, hura-hura, mabuk-mabukan, dan semua hal yang menyenangkan dalam gemerlap malam. Kadang gue sempat berpikir, Apa gue salah bergaul.??

Tapi balik lagi ke diri gue sendiri, ini tentang niat dari diri gue sendiri, karena tak mungkin kalau gue harus pergi dan mengasingkan dari mereka, karena bagaimana pun gue mengerti solidaritas karena mereka, merasakan jika bersama itu bahagia, karena mereka, gue pernah merasakan sakitnya dipukuli, berantem lalu terluka karena mereka, gue sempat merasakan jatuh lalu bangun karena mereka, gue sempat merasakan bagaimana bertahan hidup tanpa orang tua, karena mereka, intinya gue dewasa berkat mereka, dan gue ingin berubah karena gue yang sempat mengenal mereka. Entahlah jika yang gue kenal bukan mereka, tapi deretan cowok/cewek berkacamata yang selalu bawa buku kemana-mana, yang kalau jam 8 malam sudah pada tidur, mungkin gue bakal cerdas disayang orang tua dan dibanggakan semua orang, tapi sayangnya bagi gue itu lajur hidup yang amat sangat flat.

Gue pernah baca dan mendengar beberapa latar belakang orang besar dengan kata lain orang sukses, ternyata kebanyakan dari mereka pernah merasakan jatuh yang benar-benar jatuh dari hidupnya. Menurut gue proses dari salah ingin menjadi benar itu menyenankan walau terkadang menyakitkan. Disini gue bukan mau menyuruh kamu buat salah dulu lalu benar, tapi itu lebih baik daripada kamu benar dulu lalu salah.

Belakangan ini gue coba mengatur pola hidup, jauh lebih teratur dari yang sebelumnya. Sulit ketika rayuan teman terus terngiang-ngiang ditelinga, namun cita-cita dalam kepala terus berkata “Mau dibawa kemana hidup kamu kalau terus begitu.?” Sekali lagi, menjauhi mereka bukan cara yang bijak, gue tetap nongkrong dan main dengan mereka namun sekarang lebih tau waktu, kapan waktu buat nongkrong, jatah buat mata terpejam, waktu buat bareng keluarga, waktu buat belajar, dan waktu buat kerja. Untuk merubah semua itu gue butuh proses yang luar biasa. Kembali lagi ini tentang niat yang sudah gue bangun. Di article ini gue mau bahas ciri orang yang siap untuk berubah dan menang.

Punya Rencana positiv. Seperti slogan gue ‘Shitty boy with an awesome plan’. Bagaimanapun keadaan kita, mau kaya atau miskin, kita harus punya rencana positive. Orang calon kaya berani bermimpi besar sedangkan orang yang siap miskin cuma omong besar.
Kamu pernah dengar kalau Albert Einstein sempat dikatakan gila karena rencananya membuat listrik, dan Bob Sadino pengusaha yang dibilang gila karena tidak pernah sekolah sekarang mempekerjakan para sarjana.

Nyokap gue pernah bilang, jangan menunda rencana hari ini, sampai benar-benar tuhan yang membatalkannya. Gue pernah buktikan dengan hal spele. Waktu itu gue berniat/berencana, skejul besok, datang ke pernikahan teman, terus siangnya ke bengkel langganan gue buat service motor. Hari esok pun datang, gue lakukan rencana pertama, waktu terus berjalan ada pesta disana, semakin ramai, gue pun hanyut dalam pesta, gue inget dengan rencana kedua, lihat jam, udah siang menuju sore, gue pamit, apa daya semua teman gue menahan untuk tidak pulang cepat, mereka bilang masih ada hari esok, padahal hari esok sudah punya rencana nya sendiri, beragam macam halangan pun tak bisa menghentikan waktu, gue sampai bengkel jam 6 sore, saat itu semua penghuni bengkel sudah pada pulang, tinggal satu montir dan satu orang kasir yang lagi beres-beres buat tutup. Kasirnya bilang ke gue ‘Maaf mas mau tutup besok aja’ tiba-tiba simontir nyeletuk dari belakang, 'udah masukin aja biar saya yang ngerjain. Akhirnya tak harus gue ngantri sepetri sebelumnya, si Joni motor gue yang udah lemah tak berdaya sehat kembali. Dan rasanya tenang sekali saat skejul hari itu diselesaikan, dan siap dengan rencana selanjutnya.
Mending rencana sepele tapi diselesaikan, daripada rencana besar tapi terus ditunda karena hal sepele yang tidak direncanakan. 
Optimis dengan apa yang dilakukan. Orang-orang bodoh yang selalu optimis, akan mengalahkan orang pintar yang selalu pesimis. Orang yang mau merubah hidupnya selalu berani dan optimis dengan apa yang dilakukan, karena apa.?? Karena mereka tidak takut untuk salah atau jatuh, mereka sedang merasakan itu. Mau hitam atau putih optimis dan konsisten dengan apa yang dilakukan, jika hasilnya bukan yang diharapkan, mereka yang ingin menang terus berusaha menjadi benar dan mencari cara menempatkan dirinya diposisi yang dia inginkan. Ingat alasan mereka ingin berubah adalah Bosan dengan kesalahan. Mereka yang ingin berubah lebih melihat peluang ketibang hanya melihat rintangan. Pernah ada pertanyaan dari teman gue sambil telunjuknya mengarah ke Siti yang lagi duduk dikantin nyedotin gas 3kg. “Ri kenapa dia ga sukses yah, padahal kan, cantik, smart, punya kemapuan yang patut dijual.?? Gue jawab sambil pasang kuda-kuda, “karena kemampuan yang belum bertemu dengan kesempatan dan keberuntungan” punya kemampuan tapi tak ada kesempatan buat nunjukinnya, hampa! Punya kemampuan dan diperlihatkan di satu kesempatan misalnya audisi, namun saat tuhan mengujinya dengan tidak cepat mensukseskannya. Intinya menjadikan diri kita sebagai peran utama dalam hidup , yang pastinya akan mendapatkan beberapa rintangan dulu untuk bisa menang, merasakan jatuh atau betapa sakitnya saat kalah.
Tapi percayalah kalau peran utama tidak akan mati sebelum benar-benar menang.

Friday, August 8, 2014

Alasan Susah Lupa

       Comments   

Sore ini, tepatnya sore hari dimana gue paginya selesai melaksanakan shalat id. Eh bagaimana malam takbiran kamu sama pacar kamu, lancar kan,? Ya semoga saja, dan kamu yang jomblo pasti malam takbiran dimesjid ya, jomblo kece tuhh, walau pun suasana hati selalu padat merayap atau bahkan macet. Hehe.
Apa harapan kalian setelah kembali ke fitri,? tentunya lakukan yang terbaik. Harapan gue semoga dilebaran nanti tukang jualan petasan pindah propesi jadi tukang, batagor, somay, cilok, atau apa saja lah, asal jangan jualan granat junior lagi. Gue kesel dan benci banget sama suara petasan. Dan malam takbiran gue sedikit bete karena ribuan anak tetangga mainin petasan, jadi serasa malam takbiran di jalur gaza bersama hamas.

Kenapa gue ga suka petasan, gue trauma pas waktu kecil doyan main granat, dan meledak ditangan, dan tangan gue bengkak, dan kritis seminggu, dan ada lagi, pernah keretas bekas petasan gue masukin ketelinga ade gue, ehh ini serius gue pernah lakuin itu waktu bocah, waktu belum bisa bedain mana kue mana ee, alhasil ade gue masuk RS, dan nyokap ngehukum gue ga boleh makan sampai kelas 6 SD dan gue masih kelas 2 SD, dan akhirnya gue kritis lagi, hampir mati, tapi alhamdulillah bumi masih enggan mengubur gue. Nah kejadian itu susah buat gue lupain, cukup buat gue trauma dan parno dengan benda yang disebut petasan kecuali kembang api.

Berbicara melupakan, sepertinya bukan istilah tabu, dikatakan sulit, ya. Dibilang gampang, juga bisa, tergantung apa dulu yang dilupakan, dan bagaimana cara melupakannya. Gue akan menjurus ke arah romantica, so secara garis besar dialami oleh para remaja yang lagi berexperiman dengan asmara, duka, air mata, cemburu, dan bahagia. Pastinya ada alasan mengapa kita sulit melupakan seseorang. Ini beberapa alasan versi gue yang gue temui saat meneguk coffe barusan.

Tempat

Kadang banyak main/jaln-jalan ke suatu tempat menyulitkan untuk proses melupakan. Katanya, “Tak ada tempat yang tak mengingatkan ku pada dirimu” pergi ke taman kota, ingat saat dengan nya, pergi ke mall ingat ketika kamu nganter dia shoping, mungkin bukan nganter, tp bayarin. Lihat patung ditengah kota, kaya sidia. Trus km jadi murung enggan kemana-mana. Trus gila. Trus mati. Duhh kasian km.

Tingkah Ngeselin

Tingkah dia yang ngeselin seperti manja, jutek, ngambek, cemburunya yang seringkali terus hilir mudik dikepala, dan tanpa sadar menarik senyum dibibir saat mengingat semua itu. Intinya paling sulit itu move on dari kenangan bukan dari orang nya. Tabok jidat, buat nyadarin kalau km lagi proses hidup tanpa dia. Sabar ya..

Beda dari yang lain

Sesuatu yang sulit dilupain adalah, ketika kamu terus membandingkan dia dengan yang lain, dan ternyata dia masih lebih oke dari segi sipat. Misalnya, dia baik, sofan, dll. Memang benar kata nyokap gue, yang sulit itu nyari yang lebih baik, bukan yang lebih menarik. Karena secantik / setampan apapun itu hanya masalah fisicly. Asal ada uang, tentunya sekejap mata bisa dirubah.

Terlalu Dekat dengan Keluarganya

Ketika kamu sudah percaya diri, kalau dia adalah jodoh mu, dialah yang terakhir, namun saat tuhan berkata lain tentang mu. Memang sulit merubah apa yang sudah dituliskan tuhan. Terlepas karena apa kalian berpisah, atau salah siapa kalian berpisah, tapi lebih dari itu kalau kita hanyalah wayang dari dalang yang hakiki sang penguasa alam fana. Allah.

Menurut gue kita, tak harus melupakan, karena tak baik juga jadi manusia pelupa. Mari kita kenang siapa yang sudah bermain dalam skenario hidup kita dibelakang, dan tetap jalani sesuai aturan main yang ada, yakin kalau allah punya ending cerita manis buat aku, kamu, dia, dan mereka.

Wednesday, July 23, 2014

Before The Age Of 23

       Comments   

Heyyy, ketemu lagi dengan tulisan random gue.

Oke, tepat tgl 7 juli kemarin usia gue menginjak ke 23 tahun, mungkin tinggal 17 tahun lagi sisa umur gue jika dihitung dari batas normal usia manusia. 23 menurut gue awal pendewasaan, awal dimana gue harus buat rencana untuk kedepan, agar masa tua berjalan santai tenang dikursi goyang, bersama anak istri dan cucu gue, walau sampai saat ini, tulang rusuk gue masih ga tau dipinjem sama siapa, dan kapan dibalikinnya. Oh iya makasih untuk teman kerja gue yang udah bikin pesta kecil-kecilan, kalian luar biasa, Asto, Radit, bos gue sitampan tapi ngomongnya medok Pak Rudy, dan bos gue yang selalu yakinin gue, kalau gue bisa melakukan itu “Pak Irfan Alifandy si Mister X. Makasih juga untuk teman tongkrongan gue yang udah ngucapin, kalian ingat walau gue ga ngasih kode via reminder facebook, sengaja tgl lahir difacebook gue kunci gembok, lalu kuncinya gue makan, alasan utama, biar ga banyak yang minta teraktiran, alasan kedua, biar gue tau sebanyak mana orang-orang yang sayang dan perhatiin gue. Thank untuk nyokap gue yang udah bikin nasi kuning, dan atas semua do'a dan suportnya. Pokonya gue sayang kalian, dan kalian yang selalu buat gue ngerasa kalau gue ada dan berguna.

Perjalanan hidup sampai ke usia 23 tentunya banyak cerita mengagumkan, ga bakalan selesei sehari jika gue tulis, lagian ga penting juga buat gue tulis.  Ada beberapa kota yang sempat gue pijak diusia sebelumnya, maunya sih bukan kota melainkan negara, tapi yah gimana masalah budget yang kurang suport. Ada 7 hariluntang lantung di Jakarta, 2 minggu tak jelas di Bandung, 4 hari di Tangerang sampai ketemu teman SD yang dulu selalu gue bully, terus 3 hari di Jogjakarta, dan bahagia.

Sebenarnya masih ada kota-kota kecil lainya, tapi cerita nya hampir sama, daripada bete dengan kisah klise, mending jangan ditulis. Thank untuk tuhan YME, yang membuat hidup gue jauh dari kesempurnaan hingga dapat gue kenang disetiap perjuangannya.

Monday, July 14, 2014

Mending Jomblo Daripada Seperti Mereka

       Comments   

Hello guys, apa kabar, gue harap kalian sehat, ahhhh… “kalian” kesan nya banyak banget pembaca blog gue. Yah walaupun artikel gue jarang dibaca mahluk hidup, blog gue yang kurang pengunjung, setidaknya gue belajar konsisten ngepost tiap bulan. Masalah ada yang baca atau tidak itu urusan belakangan.

Heyy jomblo, kalian masih idup kan.? Kali ini gue mau bahas orang-orang yang kurang diakui bumi sebut saja jomblo, mungkin istilah bijak nya single. Gue yang addict banget dengan social media bernama “twitter” hampir tiap hari gue nongkrong di timeline, dan sering banget lihat kicauan galau ditimeline, kamu pernah ngalamin timline sepi lalu iseng kepoin timeline orang bahkan timeline mantan, alhasil nyesek karena lihat dia yang terlalu enjoy dengan dunianya setelah pisah dengan mu. Trus ungkapan “Melihat mu bahagia akupun bahagia” BULSHITTT DONG.?????

Okeh kembali ke Jomblo, memang ngeri jika menyandang gelar tak bersertipikat itu, yang sebenernya tak salah dan tak berdosa. Kadangkala lelucon teman dan melihat orang gandeng pasangan sesekali membuat iman dan amarah terpancing, padahal mereka yang jomblo ( termasuk gue sih ) punya alasan sendiri mengapa memilih jomblo, misalnya ada yang,

*Fokus sekolah
*Serius ngengjar karir
*Dilarang orang tua
*Belum bias move on
*Dan yang lebih miris pedekate yang berujung jadi mantan gebetan.

Sering gue dicurhatin sama temen-teman yang udah punya pacar, dan kenyataan nya nasib mereka lebih mengerikan dari mereka yang mempertahankan status jomblonya, dari rangkaian jenis jomblo diatas ini dia beberapa tipe orang yang pacaran mengerikan.

Pacaran Dikekang

Enak ga sih kamu yang sama orang tua dibebaskan berexpresi dinegri yang udah merdeka ini, tapi di larang ngelakuin ini itu sama pasangan kamu, yang sebenarnya tak merugikan dia. Atau bahkan dilarang temenan sama teman dekat kamu, dengan alasan tak masuk akal. Pasangan ada untuk melengkapi dan support semua hal yang kita suka, bukan malah mempersempit silaturahmi. Sukseskanlah pasanganmu.

Punya Pacar Ga Perhatian

Tipe kaya gini biasanya tipe “orang yang terlalu mencintai” yahh pacaran seperti ini seperti kamu mengagumi idolamu. Memang benar Lebih baik dicintai daripada mencintai TAPI Lebih mulia saling mencintai loh, dan pastinya akan saling mengisi dan mengerti. Dan intinya tipe seperti ini kesepian nya sama seperti kesepian sijomblo.

Kasian yah.? Iyah

LDR

Gue sih benci banget dengan budaya hubungan ini, tapi banyak juga yang sukses menjalani hubungan LDR sampe meried. Penganut LDR menurut kaca mata gue yang dilihat dari atas puncak gunung evers, merupakan hubungan yang sehat, contoh sederhana menjauhkan dari jinah, secara anak sekarang cipika cipiki sama pacar udah kaya kebutuhan, padahal hasrat sexual itu cuma pelengkap, dan dikatakan wajib itu kalau udah dalam ikatan sebuah komitmen. Cieee gue ngomong opo.

Truss LDR itu salah.?? Tentu tidak, yang salah tuh udah LDR komunikasi jarang. Pernah satu kejadian teman gue namanya Supri orang israel yang punya pacar di palestina bernama siti, awal jadian masih hangat, sms, telepon, bbm masih asik, dan ketika rasa bosan dalam hubungan datang, tiba-tiba orang baru menghampiri salah satu di antara mereka, yahh singkat cerita komunikasi mulai jarang perhatian pun dingin, dan satu pihak merasa dirugikan bisa dikatakan mulai kesepian, memang tak ada yang mengerikan dari pada dijauhi tanpa alasan. Sejak sikap siti mulai berubah, jangankan ketemu, telepon pun jarang, Supri temen gue galau lalu ngunyah baigon bakar, niat mau mati ehh malah doyan, hubungan Supri pun digantung tak jelas, dia punya pacar, tapi kesepian hatinya sama seperti yang udah ngejomblo berabad-abad. Kasian yah.? Iyah.!!

Punya Pacar Yang punya Sipat aneh

Mungkin pacar seperti ini sama kaya yang pernah gue tulis disini coba baca.

Begitulah pengamatan gue, yang gue temuin waktu acara buka bersama barenga ribuan jomblo dan juta’an pria galau. See you muachh.

Sunday, June 15, 2014

Sipat Buruk Laki-Laki

       Comments   

Beberapa bulan kebelakang gue merencankan buat beli sendal jepit bermerk “Swallow” akhirnya tepat dihari ini keinginan gue tercapai. Naif ga sih kata-kata gue. Oke mungkin iya, namun sendal jepit ini adalah salah satu dari banyaknya keinginan atau bisa dibilang kebutuhan sederhana yang sering gue lupakan, bahkan tidak dipedulikan, jika masalah mampu atau tidak untuk ukuran sendal jepit tentunya konyol jika mengatakan tidak mampu beli. Kamu pernah punya keinganan koyol lainnya, namun sering ditunda-tunda karena kesibukan aktipitas atau terhalang oleh kegiatan yang sebenarnya kurang penting, akhirnya lupa kalau kamu mau beli ini itu, padahal itu untuk kebutuhan mu juga. Mungkin untuk orang yang punya skejul hidup yang tepat dan konsisten hal seperti itu tidak akan terjadi. Kali ini gue mau cerita yang sebenarnya ga ada hubungan nya dengan sendal baru gue, tapi sebisa mungkin akan gue sambungin ko.

Kemarin pas sabtu malam, iyah sabtu malam, jangan sebut malam minggu, so terlalu miris untuk kapasitas jomblo kaya gue, kemarin gue ditelepon sama teman cewek yang lagi nyari perhatian, dia curhat sikap cowoknya aneh bahkan bisa dibilang kaya bocah padahal udah berumur, dan udah pacaran cukup lama. Yahh Sebelum cowok itu terjerumus ke arah yang makin ga jelas mari kita bahas sikap cowok itu, mungkin sikap pacar kamu juga.

JAGA GENGSI

Pantes ga sih, kalau udah pacaran masih saling jaga gengsi, jika masih pedekate mungkin dihalalkan. Terus bagaimana kalau seorang cowok yang jaga gengsi, gengsi buat mulai sms duluan, gengsi kalau musti minta maaf duluan, atau bahkan gengsi ngajak kamu maen bareng teman-temannya memperkenalkan dengan bangga “iniloh cewek gue, namanya marni seorang model diperusahaan impor daging sapi” kalau cowok km kaya gitu jangan beri hukuman lagi, tapi secepatnya tinggalin, itu sudah memperlihatkan kalau dia tidak serius sama kamu, tidak bangga mendapatkan mu.

CUEK

Cuek menurut gue cuma boleh dilakuin sama cewek, ada sebagian cowok yang cuek, namun cuek dalam kategory Cool, karena dia yang tampan juga mapan, incaran semua perempuan, namun sebaiknya, bagaimanapun kamu, segaul dan setrendi apapun kamu, kalau cuek pada lawan jenis sepertinya kurang bagus juga, apalagi dilakuin sama seorang cowok, bales sms/bbm, simpel semaunya, ga ingat apah waktu kamu ngejar-ngejar dia beribu rayuan gombal tertulis dihandpone mu buat dikirim kedia, lantas jika sekarang udah didapat kamu biarkan dia begitu saja, jangan takut dibilang lebay, terkadang dengan cinta yang lebay sedikit menghilangkan suasana monoton dan bosan dalam hubungan, bahkan sesekali mampu menghangatkan dan membuat bulukuduk mu merinding.

GAMPANG NGAMBEK

Simpel aja sih, kalau cowok gampang ngambek, lihat jenis kelamin di KTP nya, kali aja dia bukan cowok tu.

KASAR

Nah untuk yang ini, jangankan kaum cewek, gue aja empet dengernya. Dulu waktu gue bocah gue pernah menyaksikan langsung tetangga gue yang lagi berantem dihalaman rumahnya dan silaki-laki itu menampar istrinya, tak lama gue disuruh masuk oleh nyokap gue yang udah tau dari dulu sipat laki-laki dari keluarga itu. Sambil nyetrika baju gue diceramih “fahri kalau nanti udah gede jangan kaya gitu, sayangi istrimu, jika ada masalah selesaikan dengan baik, jadi laki-laki tegas yang penyayang, pastinya kalau kamu lihat mamah dikasarin bapak mu, kamu pun akan sedih, dan sedikit akan menaruh dendam pada bapak mu, begitupun layaknya kamu nanti” gue yang waktu itu baru menginjak bangku sekolah dasar ga ngerti apa-apa cuma bisa jawab “iya mah” Nahh… pas gue udah gede, gue lihat dipinggir jalan ada cowok yang membentak pacarnya, memarahi, sampai siceweknya nangis, jujur gue ngeri, namun bukan hak gue untuk ikut campur. Ingat pria itu musti tegas bukan keras, apa dengan kamu memarahi dia depan publik atau menjadikan nya pembokat depan teman-teman mu, bakal bikin kamu nambah ganteng, bakal bikin semua teman mu bangga punya teman yang mendeskriminator perasaan wanita, menurut gue justru itu malah buat kamu ga berwibawa, dan teman-teman makin ga resfec sama kamu, PAHAM..!! Masalah dalam hubungan itu wajar, namun akan jadi tidak wajar kalau diselesaikan dengan penganiayaan.

Mana sipat cowok kamu, semoga saja tidak ada satu pun, jika memang ada, cepat beritahu jika masih bisa diberitahu, jangan sampai menyesal saat kamu sudah dalam komitmen yang serius, karena pernikahan itu sekali. Dan buat kamu para cowok, berpikir dua kali buat nyuekin cewe kamu, ingat dia bukan sendal jepit, kalau udah diambil orang kamu marah-marah menyalahkan cewek nya yang nakal, seekor harimau yang ganas dan menyeramkan pun akan mengamuk dan pergi jika tempat tinggalnya tak nyaman dan tak ada makanan. Kasih cewek kamu asupan perhatian yang cukup, pastinya dia tidak akan nyari santapan perhatian yang lain, karena dengan mu saja dia sudah kenyang.

Gue nulis disini bukan gue ngerasa udah sempurna, justru pengalaman yang mengantarkan jari ini untuk menuangkan pada tulisan.

Thursday, May 15, 2014

Jangan Salahkan Orang Ketiga

       Comments   

Pernah ngalamin ga jadi orang ketiga, dengan kata lain jadi selingkuhan. Dahulu ketika uang gopean masih jadi kebanggan Pak Ogah, gue pernah merasakan itu, mungkin sebagian dari pembaca blog gue juga pernah mengalaminya, karena zaman skarang orang setia bisa dihitung dengan jari, dan miris nya ungkapan emansipasi wanita bukan cuma untuk para wanita yang bisa melakukan hal positive yang pria bisa lakukan, “Selingkuh” yang biasanya jadi budaya para pria, ternyata para wanita pun sekarang berani melakukan nya, masih mending jika statusnya pacaran, gue takut kalo tingkah itu jadi kebiasaan lalu dibawa sampai dia sudah punya pasangan hidup, sebut saja suami, lantas apa anak yang dikandungnya tidak akan mempertanyakan “Bu ayahku yang mana.??” lalu ibunya menjawab “Pilih saja yang sekiranya mirip sama kamu nak. !!”. So setau gue yang ada tuh zaman Nabi Muhamad SAW, dengan beberapa istrinya, itupun dengan alasan yang sangat bijak, menikahi para janda sahabat yang tewas dimedan perang, kalo untuk tradisi istri memiliki suami banyak sampai saat ini gue belum pernah dengar, semoga saja tidak akan pernah dengar.

Disini gue bukan membela kaum adam, terlepas dari posisi gue sebagai pria tulen kebanggaan keluarga, gue sekedar sharing apa yang pernah gue alami, dan satu ketika bisa gue baca kembali untuk mensyukuri yang telah gue jalani sampai saat ini.

Dulu, dulu banget ketika abu nawas masih pake sepedah ontel, gue pikir jadi orang ketiga itu menyakitkan, tapi ternyata “Iya” bahkan lebih menyakitkan dari yang gue pikir. Jadi orang ketiga itu sebagai pelampiasan, dan lebih dari itu kesan nya kaga laku banget, gue mesti pintar mengatur emosi ketika melihat sidia dengan pasangan nya, dan yang paling menyedihkan, tidak mampu berontak ketika dia membri pesan “Sayang jangan dulu sms yah pacar aku mau kerumah” Ahhhhhhhhrrgg… rasanya pengen menaruh geranat dalam tubuh lalu diledakan depan mereka.

Kalo awal jadi selingkuhan rasa cemburu belum ada, masih dengan niat konyol, “Santai saja yang penting enak tanpa harus ada tanggung jawab” namun apa persaan bisa ditebak,? kapan naik dan turunya,? Kapan datang dan perginya.? ternyata terlalu menikmati peran orang ketiga, perasaan pun lambat laun mulai menunjukan taringnya, mulai ada rasa kangen, ingin terus jalan berdua, dan yang paling parah hadirnya rasa cemburu, biasanya cemburunya orang ketiga lebih besar dari pada yang jadi pacar.

Tak dapat dipungkiri jika terlalu lama menjalani skenario cinta terlarang itu, peran utama pun mulai sayang bahkan tak mau melepaskan selingkuhan nya, sungguh konyol ketika semua diawali dengan niat main-main, melampiaskan atau bisa dibilang memanfaatkan malah terjebak dengan hati yang seharusnya tak mungkin terjadi jika kamu ‘SETIA’. Dan ada kala nya emosi yang jadi selingkuhan sudah tak terkendali, lalu terang terangan berbicara depan mereka, disitu lah yang jadi korban bukan cuma pacar kamu, gue yakin semua persaan merasa dirugikan, dan ahirnya saling menyalahkan. Padahal ini salah semua pihak, seorang pasangan tidak akan mencari pelampiasan, jika yang dia miliki sudah lebih dari cukup membuatnya nyaman, dan yang jadi selingkuhan tidak akan pernah menjalani perannya jadi orang ketiga jika kamu tidak memberikan sedikitpun celah untuknya.

Dan sejak saat itu gue benar-benar kapok untuk jadi orang ketiga dibalik enaknya dimanjakan ternyata ada hati gue sendiri yang jadi korban.

Sudahlah jalani dengan wajar pada coridor yang benar, bahagia bukan dengan merebut paksa lahan orang, apa lagi lahan tetangga, mungkin kamu paham yang disebut dengan lahan tetangga. Mengutip dari ucapan temen gue “Namanya juga hati, kalo ga hati-hati bisa makan hati”.

Bahagia Itu Bagaimana ?

       Comments   

Ketika melamun menatap bulan dengan tangan menahan dagu gue pernah mengatakan “Ohh tuhan gimana rasanya jadi dia, paras tampan, ayah pengacara kondang, ibu mirip ketrin wilson, punya rumah seperti kerajaan inggris, mau kemana mana pake jet pribadi, uang jajan pake dolar, ee di paris ceboknya di tokyo” dan setelah itu gue tabok jidat gue sendiri, lalu ucapkan “astagfirullah maafkan aku tuhan”. Oke nyeduh indocaffe dulu, upps lupa ga boleh nulis merek.

Layaknya manusia pada umumnya, seringkali kita selalu merasa iri dengan apa yang mereka punya, atau mereka lakukan yang membuat takjub orang disekitar, menurut gue itu wajar, karena kita memiliki rasa, namun menjadi tak wajar jika itu cuma jadi lamunan bukan jadi cambuk motivasi untuk kita lebih dari dia, dan yang paling parah memberontak pada sekitar, contoh mau ini itu pecahin kaca rumah, bentuk protes pada keluarga, yang pada kenyataan nya ayah ibu tak mampu memenuhinya, bukankah itu seperti kau meminta bulan pada siang hari.

Tak masalah melihat contoh orang yang sudah jauh diatas kita, jika memang itu jadi tolak ukur kita dalam berusaha, namun akan salah jika itu menjadi keluhan pada tuhan yang tak menghasilkan jalan keluar.
Coba lihat masih terdapat ribuan orang yang mau sepertimu, bisa makan sesuai standar dokter 3x sehari, ada ayah ibu, yang bisa memarahi jika kamu berbuat salah, sekolah lalu punya ijazah untuk jadi andalan kelak kamu dimasa depan, lihat mereka yang jauh dibawahmu, hanya bisa bermimpi, dan entah sampai kapan terus jadi sebuah mimpi, mereka bahagia masih dikasih kesempatan untuk bisa berangan-angan walau logikanya takan pernah jadi kenyataan.

Kita selalu melihat orang dari main-stage nya dan tak pernah tau kenapa, apa dan bagaimana back-stage nya, apa kita tau bagaimana persaan mereka yang kita lihat hampir mencapai sempurna, atau apa kita tau kerja keras yang mereka lakukan sampai mencapai keadaan yang kita lihat hampir sempurna itu. Kita selalu membandingkan back-stage diri sendiri dengan main-stage yang kita lihat, padahal jauh dari pada itu expestasi bukan cuma sekedar uang.

Gue pernah mendengar keluhan seorang teman, dia anak bos, mobil dimana-mana, rumah mewah, namun dia dengan merengek, raut muka menyebalkan mengatakan “Duh makan apa yah bingung” dia mengatakan itu, entah ngeledek, atau kenyataan nya dia sudah bosan karena sudah mencoba semua bentuk makanan, mungkin kalo bukan depan gue, ee kucing pun dia jilat, hanya sekedar meyakinkan kalo dia punya segalanya dan bisa melakukan apa saja. Dan dulu ketika gue jadi anak tidak tau diri, kabur dari rumah lalu kelaparan dan memilih jadi pengamen, dengan kata lain seorang gembel, gue tanya pada teman gue sesama anak jalanan, dia lagi makan dengan ayam goreng, “enak ya boroo” dia jawab sambil sibuk mengunyah, “wihh enak banget bro, hari ini dapet duit gede jadi bisa beli ayam”. Ternyata bahagia itu sederhana, menikmati apa yang telah didapat salah satu contoh kecilnya. Lalu gue bertanya pada diri sendiri, gue punya apa sekarang, minimal gue punya nafas, bisa berinteraksi, lalu merasakan nikmatnya tidur, setelah lelah seharian menjalani aktipitas.

Tulisan ini bukan menggurui, so ini adalah cara gue untuk mengingat apa yang telah gue miliki. Okeh sekian dulu, cape nulis terus, ambil yang manfaatnya ‘Jika ada’ jadikan lelucon untuk hal konyolnya. Thank

Tentang Kesepian Dimasa Kini

       Comments   

Terkadang sempat gue merindukan suasana dulu, ketika pertama hijrah ke kota kecil ini, sebut saja Purwakarta, walau terbilang monoton dengan jadwal tiap hari sama dengan hari kemarin dan tentunya hari esok pun akan sama seperti hari ini, namun kita berkumpul benar-benar bercakap, bertatap muka, saling tertawa dan menertawakan, pastinya selalu ada hal lucu ditiap guyonan nya. Sedih, galau, bahagia, kasmaran, lagi jatuh cinta, punya gebetan baru, dan bahkan ketika ee dicelana pun berani untuk menceritakan, sms'n sama satu perempuan dibalas rame-rame, pas ketemuan pun datang satu eR-Te. Nasi goreng porsi goceng satu piring dimakan nya rame-rame, tak pernah pilih-pilih membeli rokok, yang penting murah dan lama habisnya, jutaan lagu tercipta walau tak pernah satu pun masuk dapur recording,but we are very happy.

Berbanding jauh dengan sekarang, semua tetap ada, tetap berkumpul, namun kepala mereka, tertunduk dengan gadget masing-masing, disitulah letak kesepian yang sesungguhnya. Kita sudah tidak bisa membedakan mana teman palsu dan mana yang nyata, saling jaga gengsi bahkan berantem hanya karena beda paham. Disini gue ga akan menyalahkan teknologi, karena jika teknologi ada sejak jaman maja pahit pun, sepertinya Empu Gandring akan updete status ketika selesai membuat keris. Smartphone dengan kata lain handphone pintar setidaknya telah membuat bodoh sebagian orang, kebanyakan bukan kita yang mengendalikan smartphone, tapi smartphone yang mengendalikan kita. Lalu gue tampar lamunan ini, untuk menyadarkan diri bahwa ini hidup yang terus berjalan dan akan terus ada perubahan, namun haruskah saling mengasingkan gara-gara hal baru yang faktanya baru saja kita kenal.

Pernah nggak kita ngerasa kerajingan social media. Owh… rasanya terlihat songong jika menggunakan ungkapan ‘kita’. Oke gue akan ngomongin diri sendiri saja biar kaga dosa. Gue dulu sempat kerajingan Facebook, Twitter, dan sekutunya itu. Selalu ngerasa ada teman ketika ada yang like atau pun komen, merasa diperhatikan, ketika mereka merespon status gue yang terkadang kasar, galau, dan yang paling parah ngeshare masalah pribadi yang seharusnya tidak perlu publik tau, Padahal sebijak dan sekeren apapun komenan itu cuma sekedar speak basa-basi, atau bahkan dalam benak mereka jiji dengan status kasar bisa juga mengasihani kemalangan nasib gue distatus itu.

Dulu gue sering mengacuhkan teman disekitar yang pengen ngomong serius, atau bisa dibilang curhat, namun gue malah asik dengan dunia maya yang pada hakikatnya itu tetaplah dunia maya, cari sendiri artinya di Wikipedia, gue males nulisnya.

Kini gue tetap menggunakan media berkomunikasi standar dunia itu, karena kurang bagus juga kalo gue gaptek atau istilah sekarang bunet (buta internet), apalagi munafik, pura-pura polos tentang keadaan dizaman sekarang, namun setidaknya sekarang gue berusaha belajar pintar mengendalikannya, tau mana yang pantas dan tidak perlu di publikasikan. Untuk masalah pribadi mungkin lebih baik jika diceritakan pada orang tua atau teman dekat yang wujudnya benar benar ada disamping gue, karena ketika keadaan apapun mereka yang nyatanya mengelus-ngelus pundak, walau hanya dengan solusi ringan tanpa jalan keluar “Sabar ya”, mereka yang faktanya menegur gue ketika gue terjatuh karena kesalahan sendiri.

So sekian artikel simpel ini, ambil yang positive nya, jika memang itu ada, jadikan lelucon untuk kalimat yang tidak bermanfaatnya.

Wednesday, May 7, 2014

Beberapa Alasan Konyol Atas Dasar Cinta

       Comments   

Berbicara tentang cinta, rasanya terdengar lebay, dan banyak hal konyol yang dilakukan oleh orang yang sedang jatuh cinta, bahkan mampu melakukan yang tak mungkin dilakukan oleh kebanyakan orang waras, mungkin itu pula alasan kenapa cinta disebut gila, lebih dari itu katanya cinta itu buta. Cinta yang berarti sangat luas, jika menempatkan cinta hanya pada pacar atau kecengan yang baru beberapa hari kenalan, mungkin dia satu-satunya orang yang lahir dari batu.

Gue sering memergoki status disosial media yang berbunyi “Cinta itu TAI” dan jujur gue sendiri pun pernah tertarik lalu menulis kalimat yang sama, namun dulu ketika melihat sesuatu selalu dari sudut pandang yang sempit bahkan salah. Jika cinta itu TAI lantas apakabar hubungan mu dengan bokap, nyokap sodara, teman atau bahkan tuhan, jika kamu jawab “aahhh… itu mah beda lagi” but it was basically love. Gue pernah denger beberapa alasan orang berusaha yang diatas namakan cinta

Rajin sekolah biar bisa cari ilmu, lalu cari duit banggain orang tua, naikin mereka ke menara *eh kemekah maksud gue (Cinta Ortu)

Alasan seperti ini sering gue dengar di mulut anak TK,SD,SMP, dan sebagian anak SMA, gue bilang sebagian karena ada beberapa kalangan yang sama sekali tidak kepikiran tentan itu, atau mungkin tidak peduli, karena otak yang sudah terkontaminasi gaya hidup dan gadget. Masuk akal ketika apa yang diusahakan dan dikerjakan untuk orang yang telah membesarkan, merawat hingga sebesar ini sampai bisa baca artikel gue.

Belajar biar bisa masuk universitas yang sama bareng dia

Nahh tentunya ini adalah alasan anak yang baru lulus SMA, dan sedang mengejar kecengan yang faktanya super smart. Rasanya alasan ini terbilang konyok, tapi setidaknya mampu melahirkan hal positive, terlepas dia mampu atau tidak mendapatkan pujaan hatinya itu, namun dia mampu menaklukan tes masuk universitas negri ternama yang jutaan orang impikan.

Berhenti ngeroko, mabuk dan party, karena dia melarang. 

Tapi kalau dia ga tau ga apa-apa.?? Ga mau takut ketahuan, gue sayang banget" kasih plus yang meriah jika masih ada spesies cowok seperti ini.
Bagi cowok perokok, hal itu sangat, dan sangat sulit dilakukan karena bukan hal yang gampang untuk menghentikan candu alkohol, nikotin dan gemerlap lampu pesta yang katanya menyenangkan itu. Namun itulah dasyat nya cinta. Mampu membuat hal baik jika memang digunakan dengan baik. Cinta juga bisa membuat alasan yang negativ, contoh kecil. Ketika seorang remaja yang hamil diluar nikah ditanya sama bapak nya “Kenapa kamu lakuin itu,? Aku hilaf pak, toh kami saling Cinta” lalu digampar sama bapak nya. a shitt men, cinta memang tak rasional, tapi tak harus melupakan coridor yang diatur agam.

Apapun alasan konyol mu tergantung cara kita menjalankannya, asal mampu menjadikan mu lebih baik, tak ada salahnya dilakukan. “aku mah mau cari yang terima aku apa adanya” untuk kamu yang melemparkan pertanyaan itu, gue jawab “Heyy broo kita hidup dizaman apa?” terlalu apa adanya kadangkala mempersulit kamu untuk berkembang. Nyokap gue pernah ngomong “Gaperlu tajir buat dapetin cewek, dengan terus berusaha saja itu sudah membuktikan kalo kamu bertanggung jawab, masalah sukses itu tujuan ahir yang akan kamu dapat seiring do'a dari istri sholehah. Hemzz terkadang nyokap gue berubah jadi mario teguh ketika melihat raut muka anak sulung nya galau. Gue jadi ingat satu quote “dibalik laki-laki yang sukses ada do'a wanita sholehah dibelakangnya”. Yu kita sama-sama mulai cari cara baik, gue nulis ini bukan karena ngerasa sempurna, justru sebagai bahan penbelajaran dan tungtutan ketika gue salah, gue inget tulisan ini, dan bisa malu akan ucapan gue sendiri.

Wednesday, April 30, 2014

Tentang Dia Di Masalalu

       Comments   
Mantan oh mantan. Kalau membahas mantan memang tidak ada habisnya, mungkin terlalu pagi kalau remaja jaman sekarang membudayakan istilah setia, yang hanya ada di jaman romeo and juliet. Entahlah itu jaman nyata atau fiktif belaka. Tapi kalau mendengar kata “mantan”, pasti dekat dengan galau. Celotehan remaja yang menurut gue tidak sesuai pada tempatnya.

Apa kamu tidak kasihan pada perasaan kamu sendiri yang terus dipermainkan oleh hati yang memang bukan hak mu lagi. Apa tidak sayang dengan otak mu yang terus dipaksa berputar di tempat yang sama. Apa nggak malu mesti cemburu ketika mantan punya pacar baru. Yuk jalan ke depan, buang pikiran negatif. Jika memang kamu cuma menginginkan dia, buat dia nyaman untuk tetap berkomunikasi denganmu. Sementara relakan dia menikmati hidup dengan cinta yang lain.

Jika kamu cinta dia maka percayalah, jika kamu hanya menginginkan dia yang jadi jodoh mu, atau jika yakin dia akan kembali untuk mu, jaga sikap mu hari ini ketika tanpa dia, maka dia/jodoh mu akan menjaga dan merawat dirinya untuk mu nanti. Masih ingat dengan kata bijak jadul, ‘Tuhan itu adil’ Dia akan memberimu pasangan yang sama kelasnya dengan mu, kelas disini bukan dalam hal materi, melainkan sikap dan sifat, kalau kata si om super mario ‘orang baik hanya untuk orang baik’ ya supper sekali.

Dan apa kabar kamu yang doyan mencaci mantan di jejaring sosial, mungkin kelamaan diem di timelinenya, atau akibat mendengar kalau dia sudah punya gebetan baru sedangkan kamu masih berputar disitu-situ saja, miris ye.  Dulu waktu masih pacaran gombalannya 'kamu percaya kan sayang? Iya sayang kamu bohong pun aku percaya!!’ itu akibat terlalu cinta, jadi gelap mata.

Apa memaki mantan di sosial media bakal membuat mu tambah cakep? Bakal membuat orang iba kepadamu? Akan mengakhiri kejombloan mu. Gue rasa itu hanya akan membuat sosok mu semakin jelek di mata publik, dan memperlihatkan atau memberitahukan kejombloanmu di status jejaring sosial, sepertinya itu hanya akan memperlama kesendirianmu. Orang ceria, mudah bergaul akan disukai banyak mata, dan lebih cepat mendapat kekasih baru, ingat jadilah orang ramah bukan orang murah. Asal kamu tahu mereka yang membaca status-status kotor mu bukan menilai mantan mu yang di caci, tapi menilai betapa mirisnya nasib mu. Please think again before update!

Semarah dan sekecewa apapun, sadarlah setidaknya kamu pernah mencintainya, pernah dengan dasyat merindukannya, pernah melakukan hal konyol demi dia, pernah cemburu karena sikapnya, pernah merasa sangat kesal karena ulahnya. Apakah kamu ingat itu? Apakah itu bukan kedekatan yang luar biasa dekat, lantas apa istilah untuk menyebutkan kebersamaan dulu? So please lapangkan dadamu. Jika memang itu sudah berakhir, akhiri dengan baik dan redam emosi, buat cerita baru dengan orang baru di depan sana, tanpa harus melupakan cerita lama di belakang mu, karena cinta tak menyuruhmu untuk melupakan masa lalu mu.

Artikel ini juga pernah saya kirim di www.warungblogger.org saya repost kembali blog pribadi saya ini.

© Fahri Prahira - All Right Reserved